UFC 322 – Islam Makhachev Belum Jadi Petarung Terhebat Meski Kalahkan Della Maddalena



Islam Makhachev dianggap masih belum layak disebut sebagai petarung terhebat sepanjang masa, meskipun kemungkinan besar dia akan mampu mengalahkan Jack Della Maddalena di UFC 322.



Pernyataan ini datang dari mantan petarung kelas ringan dan kelas welter, Matt Brown. Ia mengakui bahwa Islam adalah salah satu petarung tangguh asal Dagestan. Namun, menurut Brown, levelnya masih terkendala di kelas ringan UFC.

“Dia adalah petinju kelas ringan terhebat sepanjang masa,” ujar Brown dikutip dari MMA Fighting.

“Saya rasa itu sudah pasti. Saya rasa sudah selesai (kelas ringan).

Saya tidak tahu apa pengaruhnya ini untuknya dalam hal gelar terhebat sepanjang masa atau pound-for-pound atau semacamnya.”

Brown menilai bahwa Makhachev masih memiliki jalan panjang untuk menjadi salah satu petarung terhebat sepanjang masa jika dibandingkan dengan Anderson Silva, Jon Jones, dan orang-orang seperti mereka.

“Dia masih punya jalan panjang untuk mencapai itu, jadi kita belum bisa menempatkannya begitu saja di sana,” tambah Brown.

Jon Jones memiliki rekor 16 kemenangan dalam pertarungan perebutan sabuk sepanjang kariernya di kelas berat. Georges St-Pierre mampu mempertahankan gelar kelas welter selama sembilan kali berturut-turut dan memegang dua sabuk. Anderson Silva juga memiliki rekor 10 kemenangan berturut-turut, sedangkan Demetrious Johnson mencatatkan 11 kemenangan.

Menurut Brown, Islam baru akan mendapat tantangan tersebut di kelas welter. Beberapa petarung ganas siap menjegal Makhachev jika dia menjadi penguasa kelas welter.

“Dia akan menghadapi pertarungan sengit di depannya,” kata Brown.

“Kalau bicara soal Shavkat (Rakhmonov) dan Sean Brady, maksud saya dia masih punya banyak pekerjaan rumah.”

“Saya pikir tipe lawan yang harus dia hadapi benar-benar memperkuat rekor terbaiknya, jika dia bisa terus melaju.”

“Sulit bagi Islam untuk membukukan rekor tersebut, itu adalah fakta,” ujarnya.

Di mata Brown, Islam harus memenangi lebih dari tiga pertarungan sabuk untuk menyamai rekor GSP, Demetrious Johnson, hingga Jon Jones.

“Jika Islam meraih empat kemenangan beruntun di kelas welter, saya pikir itu adalah alasan kuat untuk menjadi yang terhebat,” ucap Brown.

“Dia membutuhkan lebih banyak angka, angka yang lebih tinggi, hanya saja dia belum melakukannya cukup lama,” pungkasnya.

Islam Makhachev dijadwalkan bertarung melawan Jack Della Maddalena di UFC 322 pada 16 November 2025.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?