Kekalahan Beruntun Menghancurkan Harapan Indonesia di Babak 16 Besar Kumamoto Masters 2025
Kumamoto Masters 2025 yang berlangsung di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Jepang, telah menjadi ujian berat bagi wakil-wakil Indonesia. Dari lima wakil yang bertanding, hanya satu yang berhasil melangkah ke babak perempat final. Kekalahan yang terjadi dalam pertandingan ini menunjukkan bahwa amunisi Indonesia semakin menipis, terutama setelah menghadapi lawan-lawan tangguh.
Kekalahan yang Tidak Terduga
Salah satu kekalahan paling mengejutkan datang dari tunggal putra, Alwi Farhan. Pada pertandingannya melawan Wang Tzu Wei, pemain asal Taiwan yang pernah masuk 10 besar dunia, Alwi sempat unggul dengan skor 15-5 pada gim pertama. Namun, situasi berubah drastis saat Wang mampu membalikkan keadaan. Dari poin-poin kecil yang terlewat, tekanan mulai menghimpit Alwi hingga akhirnya kalah dengan skor 18-18 dan kemudian 15-21.
Pada gim kedua, Alwi tidak mampu bangkit. Ia tertinggal 4-14 setelah gagal mengimbangi permainan Wang. Keputusasaan terlihat jelas ketika ia tidak bisa menanggapi serangan-serangan mendatar dari lawannya. Akhirnya, Alwi harus menerima kekalahan dengan skor 12-21.
Kekalahan Serupa di Sektor Tunggal Putri
Tidak hanya Alwi, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi juga mengalami kekalahan yang mirip. Meskipun unggul 21-10 pada gim pertama, Dhinda kalah dari Asuka Takahashi (Jepang) dalam tiga gim. Sementara itu, Gregoria Mariska Tunjung mengalami situasi yang berbeda. Meski sempat tertinggal 1-13, ia mampu bangkit dan memenangkan pertandingan dengan skor 23-21, 21-18.
Gregoria mengungkapkan bahwa ia tidak terlalu memikirkan poin selama pertandingan. “Saya bermain cukup aman dan lawan berbalik tidak sabar,” katanya. Setelah interval, ia berhasil memperbaiki permainannya dengan menjauhkan bola dari jangkauan lawan.
Performa Gregoria yang Menjanjikan
Gregoria menjadi satu-satunya harapan Indonesia di babak perempat final. Ini bukan pertama kalinya ia mencapai babak delapan besar di Kumamoto Masters. Pencapaian ini menjadi kabar baik bagi Gregoria setelah sebelumnya mengalami kesulitan akibat penyakit vertigo. Ia juga merasa senang karena ini adalah langkah penting dalam pemulihan dirinya setelah sakit.
“Kembali ke delapan besar harus disyukuri setelah banyak turnamen sebelum ini selalu early exit,” kata Gregoria. “Langkah kecil ini sangat berarti untuk fase kembali dari sakit kemarin.”
Kegagalan di Sektor Ganda Putri
Di sektor ganda putri, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti harus mengakui keunggulan Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto. Pasangan asal Jepang ini merupakan favorit juara dan sukses mengalahkan pasangan Indonesia dengan skor 10-21, 16-21.
Rekap Hasil Pertandingan Babak Kedua
Berikut rekap hasil pertandingan babak kedua Kumamoto Masters 2025:
-
WD: Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (3/Jepang)
Skor: 10-21, 16-21 -
MS: Alwi Farhan (8) vs Wang Tzu Wei (Taiwan)
Skor: 19-21, 12-21 -
WS: Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi vs Asuka Takahashi (Jepang)
Skor: 21-10, 16-21, 12-21 -
WS: Gregoria Mariska Tunjung (4) vs Hina Akechi (Jepang)
Skor: 23-21, 21-18
Dengan hasil ini, Indonesia harus menghadapi tantangan besar di babak perempat final. Meskipun hanya satu wakil yang tersisa, Gregoria Mariska Tunjung memiliki peluang untuk membawa harapan baru bagi negara.












