Atlet Judo Sumatera Utara Kembali Raih Medali Perak di Kejuaraan Internasional
Pasangan atlet judo nomor Nage No Kata asal Sumatera Utara, Fadli Ardiansyah Manik dan Krisjon Parningotan Simorangkir, kembali menorehkan prestasi yang membanggakan di tingkat internasional. Keduanya berhasil meraih medali perak dalam ajang Penang Invitational Judo Championship yang berlangsung pada 17–19 April 2026 di Sunshine Central, Penang, Malaysia.
Capaian ini menunjukkan konsistensi yang luar biasa dari duet Fadli dan Krisjon, yang untuk kedua kalinya secara beruntun mampu naik podium di kejuaraan internasional. Sebelumnya, mereka juga sukses meraih medali perak pada Southeast Asia Judo Bali. Kini, sebagai prajurit TNI, pasangan ini tampil sangat solid dan penuh presisi dalam setiap pertandingan.
Pada ajang Penang, Fadli dan Krisjon mengumpulkan total 375,5 poin dan finis di posisi kedua. Mereka hanya terpaut satu poin dari pasangan Jepang yang menjadi juara dengan raihan 376,5 poin. Sementara itu, tuan rumah Malaysia menempati posisi ketiga dengan 359,5 poin, disusul oleh tim Malaysia lainnya di peringkat keempat. Kontingen Jawa Barat harus puas di peringkat kelima dengan 348,5 poin.
Kontingen Jawa Barat, yang sebelumnya menjadi salah satu kekuatan utama di level nasional, juga meraih medali emas pada PON Bela Diri serta medali perak pada PON 2024 Aceh-Sumut. Namun, dalam kejuaraan internasional ini, Fadli dan Krisjon justru tampil lebih unggul dibandingkan tim tersebut.
Fakta ini semakin mempertegas peningkatan performa yang signifikan dari pasangan Sumatera Utara ketika tampil di level internasional. Namun, di balik capaian tersebut, muncul sorotan dari Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumatera Utara.
Pertanyaan Mengenai Standar Penilaian
Ketua Pengprov PJSI Sumut, Muhammad Arief Fadhillah, mempertanyakan adanya perbedaan mencolok antara hasil yang diraih atletnya di level nasional dan internasional. Menurut Arief, performa Fadli dan Krisjon justru lebih diapresiasi dalam kejuaraan internasional dibandingkan saat tampil di ajang nasional seperti PON 2024 Aceh-Sumut.
“Kenapa nilai atlet kita di kejuaraan internasional justru lebih baik dibandingkan di kejuaraan nasional seperti PON 2024? Ini tentu menjadi pertanyaan, apakah ada perbedaan standar penilaian atau faktor lain di level nasional,” ujar Arief.
Ia menjelaskan bahwa pada PON 2024 Aceh-Sumut, Fadli dan Krisjon hanya mampu mengoleksi 338 poin dan harus puas meraih medali perunggu. Saat itu, Jawa Barat meraih perak dengan 351,5 poin, sementara Jawa Timur keluar sebagai juara dengan 358,5 poin.
Apresiasi Tinggi atas Prestasi Atlet
Meskipun ada pertanyaan mengenai standar penilaian, PJSI Sumatera Utara tetap memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian Fadli dan Krisjon yang terus mengharumkan nama daerah di tingkat internasional. Dukungan juga diberikan kepada Letkol Ihsan Hanafi selaku Komandan Batalyon 902 SPG/Serdang Bedagai yang telah memberikan izin kepada kedua atlet untuk bertanding.
“Terima kasih atas dukungan yang diberikan, khususnya izin kepada kedua atlet untuk kembali membela Sumatera Utara di ajang internasional,” tutup Arief.












