Kasus Pandji Pragiwaksono dan Laporan dari Ulama Banten
Komika Pandji Pragiwaksono kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang ulama asal Banten, KH Matin Syarkowi. Laporan ini terkait materi stand up comedy yang ia bawakan dengan judul “Mens Rea”, khususnya bagian yang menyentuh topik salat.
KH Matin Syarkowi mengatakan bahwa dalam salah satu materi tersebut, Pandji memperlihatkan analogi bahwa seseorang yang rajin beribadah tidak otomatis dianggap baik. Ia menilai bahwa pernyataan tersebut tidak sejalan dengan keyakinan umat Islam, yang menganggap salat sebagai fondasi akhlak dan nilai-nilai moral.
Menurut Matin, penggunaan analogi tersebut bisa dianggap sebagai pelecehan terhadap ibadah. Dalam kesempatannya, ia menjelaskan bahwa tawa dari hadirin menunjukkan bahwa mereka menertawakan perumpamaan tersebut. Hal ini membuatnya merasa bahwa materi tersebut tidak pantas dibawakan sebagai lelucon.
Meski demikian, KH Matin Syarkowi menegaskan bahwa tujuan pelaporan bukan sepenuhnya untuk menuntut pidana. Ia membuka peluang agar dapat bertemu langsung dengan Pandji Pragiwaksono untuk mendengarkan klarifikasi secara langsung.
Profil KH Matin Syarkowi
KH Matin Syarkowi lahir pada 12 Februari 1967 di Serang, Banten. Ia adalah putra dari pasangan KH Syarqowi bin Rofiq dan Hj. Mahdiyah binti KH Rohmatullah. Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan pesantren yang memberikan dasar nilai-nilai agama yang kuat.
Dalam pendidikannya, KH Matin Syarkowi lulus dari IAIN Sunan Gunung Djati di Serang pada tahun 1991. Kini, ia menjadi pimpinan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah (Tengkele) di Serang, Banten. Selain itu, ia juga menjabat sebagai A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2022-2027.
Selain aktivitas di bidang keagamaan, KH Matin Syarkowi juga aktif dalam politik nasional. Ia pernah mendukung Joko Widodo dalam Pilpres 2014 dan 2019. Di Pilpres 2024, ia menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Pada acara Rapat Akbar Santri Milenial Banten pada Minggu (4/2/2024), ia menyampaikan dukungannya kepada pasangan 02. Dalam beberapa kesempatan, ia juga aktif mengampanyekan calon presiden yang didukungnya.
Alasan Mendukung Jokowi dan Prabowo
KH Matin Syarkowi menceritakan alasan dirinya mendukung Joko Widodo pada Pilpres 2014. Ia mengatakan bahwa saat itu negara kurang memberikan perhatian terhadap pendidikan pesantren. Oleh karena itu, perwakilan ulama Banten membuat kontrak politik fakta integritas dengan Jokowi.
Setelah Jokowi terpilih, KH Matin Syarkowi melihat bahwa pesantren benar-benar diperhatikan oleh pemerintah. Hal ini memicu lahirnya Hari Santri Nasional dan Kartu Indonesia Pintar (PIP) untuk para santri.
Di Pilpres 2024, KH Matin Syarkowi bersama ulama lainnya bertemu dengan Gibran di Solo. Ia menyampaikan harapan agar pesantren terus dikembangkan. Setelah mendapat respons positif dari Gibran, ia memutuskan untuk mendukung Prabowo-Gibran.
Ia yakin bahwa pasangan yang didukungnya memiliki komitmen dan janji politik untuk memperhatikan pesantren. Menurutnya, keputusan ini diambil berdasarkan aspirasi dan keinginan pribadi serta kepercayaan terhadap kemampuan paslon tersebut.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












