Setelah Kenaikan BBM, SPBU Pekanbaru Sepi di Jalur Nonsubsidi

Kondisi SPBU di Pekanbaru Pasca-Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Sehari setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina, suasana di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru terpantau relatif sepi. Hal ini terutama terlihat pada jalur pengisian BBM nonsubsidi. Kenaikan harga yang mulai berlaku sejak 18 April 2026 tampaknya mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat.

Pantauan pada Minggu (19/4/2026), di SPBU Jalan HR Soebrantas tidak terlihat antrean kendaraan di dispenser Pertamax Series maupun Dex Series. Meskipun aktivitas pengisian BBM tetap berjalan, jumlah kendaraan yang mengisi BBM terlihat jauh lebih sedikit dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Jalan Soekarno-Hatta. Di lokasi ini, papan digital sudah menampilkan harga terbaru BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamax, Dexlite, hingga Pertamina Dex. Namun, area pengisian BBM nonsubsidi tampak lengang tanpa kepadatan kendaraan.

Tidak hanya itu, suasana yang sama juga terpantau di SPBU Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Arifin Ahmad. Di dua titik ini, aktivitas pengisian BBM berjalan normal. Sementara itu, di SPBU kawasan Jalan Imam Munandar, kondisi juga cenderung sepi di jalur BBM nonsubsidi.

Beberapa kendaraan terlihat datang silih berganti, namun tidak terjadi penumpukan, sehingga proses pengisian berlangsung cepat dan lancar.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah pengguna kendaraan kelas menengah atas seperti Fortuner dan Pajero mengaku tetap menggunakan BBM nonsubsidi meski harga mengalami kenaikan cukup signifikan.

Salah seorang pengendara Fortuner, Fahrul, mengatakan bahwa dirinya merasa sangat terbeban dengan kenaikan tersebut dan berencana ingin beralih ke BBM subsidi. Ia mengaku hingga saat ini belum memiliki QR Code Subsidi Tepat dari MyPertamina. Ia pun terpaksa masih mengandalkan Pertamax untuk kebutuhan sehari-hari.

“Memang sangat terasa naiknya, sangat menjadi beban, tapi mau bagaimana lagi. Saya belum punya QR Code Subsidi Tepat, jadi masih isi yang nonsubsidi. Sekarang jadi lebih diperhitungkan pemakaiannya,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan pengguna Pajero, Burhan, yang mengaku kenaikan harga membuat pengeluaran bahan bakar semakin besar.

“Kalau mau pakai BBM subsidi kan harus pakai QR Code MyPertamina, sementara saya belum urus. Jadi sementara tetap pakai nonsubsidi dulu, yang sekarang jadi jauh lebih mahal, tak sanggup rasanya karena naiknya luar biasa. Kalau seribu dua ribu masih bisa lah kan,” katanya.

Seperti diketahui, sehari sebelumnya Pertamina resmi melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan signifikan, sementara Pertamax juga mengalami penyesuaian harga di sejumlah daerah, termasuk Pekanbaru.

Kenaikan harga tersebut merupakan bagian dari penyesuaian yang mengacu pada formula harga dasar sesuai kebijakan pemerintah, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri ESDM. Kebijakan ini berlaku secara nasional dan diterapkan secara bertahap di seluruh wilayah.

Dampak dari kenaikan ini mulai terlihat dari berkurangnya aktivitas di jalur BBM nonsubsidi di SPBU. Masyarakat tampak mulai menyesuaikan pola konsumsi, baik dengan mengurangi penggunaan kendaraan maupun mempertimbangkan alternatif BBM lain.

Meski demikian, hingga saat ini aktivitas di SPBU masih berjalan normal tanpa gangguan berarti. Tidak terlihat antrean panjang, baik di jalur BBM subsidi maupun nonsubsidi, meskipun jumlah kendaraan yang mengisi BBM nonsubsidi cenderung menurun.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi. Pertamax Turbo naik menjadi sekitar Rp19.400-Rp20.250 dari Rp13.100, Dexlite menjadi Rp23.600-Rp24.650, dan Pertamina Dex menjadi Rp23.900-Rp24.950 per liter, sementara Pertamax reguler dan BBM subsidi (pertalite atau solar) tetap.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?