Purbaya Berani Rotasi Tanpa Bantuan Prabowo Pasca OTT Pajak

KPK Melakukan OTT terhadap Kepala KPP Madya Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap seorang pejabat di Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono, beserta dua orang lainnya. Kasus ini terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa suap dalam pengurusan pajak, khususnya restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di sektor perkebunan.

Informasi dari Masyarakat

Operasi ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya indikasi kongkalikong dalam proses restitusi PPN di sektor perkebunan. Nilai restitusi pajak yang diajukan oleh pihak swasta diketahui mencapai puluhan miliar rupiah. Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, ada dugaan pengondisian dalam proses restitusi tersebut dan dugaan penerimaan uang oleh oknum di KPP Madya Banjarmasin.

Barang Bukti yang Diamankan

Dalam operasi tersebut, tim KPK tidak hanya mengamankan para terduga pelaku, tetapi juga menyita sejumlah uang tunai yang diduga sebagai bukti suap. “Terkait dengan barang bukti yang diamankan, tim mengamankan uang tunai sejumlah sekitar Rp1 miliar lebih,” ungkap Budi. Secara total, KPK mengamankan tiga orang dalam OTT ini. Selain Mulyono selaku kepala KPP, tim juga mengamankan satu orang aparatur sipil negara (ASN) lainnya dan satu orang dari pihak swasta.

Saat ini, ketiga terduga pelaku, termasuk Mulyono, sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK. “Malam ini rencana tiba di K4 (Gedung KPK) untuk kemudian nanti dilakukan pemeriksaan secara intensif,” tambahnya.

Status Hukum dan Pasal yang Disangkakan

Terkait status hukum dan pasal yang akan disangkakan, KPK menyatakan masih akan melakukan gelar perkara setelah pemeriksaan selesai dilakukan. “Untuk konstruksi pasalnya nanti kita update lagi. Tentu nanti akan dilakukan ekspose untuk memaparkan peristiwa yang terjadi, termasuk perbuatan melawan hukumnya, sehingga diputuskan konstruksi pasalnya,” ujar Budi.

Respons Menkeu Purbaya

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas usai DJP terjaring OTT. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bisa memecat pegawai secara sembarang. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk melakukan rotasi di lingkungan DJP, yang rencananya dilakukan pada Jumat (6/2/2026). “Mungkin angka yang masuk 50 sekarang, 50 dulu deh. Nanti abis itu ada susulannya di bawahnya,” kata Purbaya.

Meski begitu, Bendahara Negara menyebut pegawai DJP yang dirotasi berpotensi bertambah tapi menunggu waktu. Purbaya juga menegaskan pegawai Kemenkeu yang tersangkut kasus hukum dan terbukti bersalah bisa saja diberhentikan dari jabatannya. Namun, bendahara negara ini mengaku tidak bisa melakukan pemecatan secara sepihak karena terganjal aturan hukum.

Opsi Rotasi untuk Pegawai Nakal

Opsi rotasi digunakan kepada pegawai Kemenkeu yang terindikasi nakal akan ditempatkan di posisi-posisi yang tidak lagi berpengaruh. “Saya enggak boleh mecat sih ya? Ya nanti kita akan non-job-kan misalnya di tempat pusat yang nggak ngapain-ngapain kalau terlibat,” tuturnya.

Tidak Minta Bantuan Presiden

Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan minta tolong ke Presiden Prabowo untuk membantu anak buahnya. “Begini, saya akan mendampingi mereka terus secara hukum. Tapi, tidak akan intervensi hukum dalam pengertian, saya misalnya datang ke Presiden minta KPK untuk hentikan kasus atau Kejaksaan untuk hentikan kasus seperti di masa lalu,” ujar Purbaya.

Ia menegaskan, akan membiarkan proses hukum berjalan seadil-adilnya. Jika memang pejabat Kemenkeu itu bersalah, maka hukum tidak boleh diintervensi. “Kalau salah ya bersalah, tapi kalau enggak ya jangan di-abuse gitu kira-kira. Tapi, kita enggak akan intervensi hukum,” imbuh dia.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?