Pengakuan dan Kritik terhadap Aksi Ria Fira Andriani
Ria Fira Andriani, istri dari Bripka Rahmat Waliansen, viral setelah mengunggah video yang menunjukkan bagaimana ia lolos dari razia lalu lintas dengan menunjukkan kartu anggota Bhayangkari kepada petugas. Video tersebut memicu reaksi netizen yang tidak hanya menyoroti tindakan pamer atribut institusi, tetapi juga tindakan berbahaya yang dilakukan Ria saat merekam video sambil mengemudi.
Dalam video tersebut, Ria menceritakan pengalaman dirinya diberhentikan oleh petugas kepolisian di Bundaran Tugu Juang 2, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Ia menyebutkan bahwa ia sedang dalam perjalanan dan tiba-tiba diberhenti oleh polisi. Sambil tetap mengemudi, Ria memperlihatkan kartu anggota Bhayangkari beserta STNK kendaraannya. Petugas, menurut Ria, langsung bersikap ramah setelah melihat identitasnya.
“Polantasnya senyum-senyum aja. Ohh Bayangkari. Kayak gitu kan,” katanya menirukan reaksi petugas. Meskipun demikian, karena dokumen lengkap dan masa berlaku SIM masih panjang, Ria diperbolehkan melanjutkan perjalanan. “Untungnya SIM-nya juga masih hidup dan masih panjang, Jadi aman, kita lolos,” tambahnya.
Permintaan Maaf dan Penutupan Akun
Setelah video tersebut viral, Ria Fira Andriani dan suaminya, Bripka Rahmat Waliansen, menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram pribadinya @vhea_walliansen pada Sabtu (7/2/2026). Dalam video tersebut, Ria mengakui kesalahan atas konten yang menimbulkan kegaduhan. Ia menegaskan bahwa tidak ada maksud membanggakan diri memiliki kartu anggota Bhayangkari dan tidak bermaksud menjatuhkan organisasi Bhayangkari maupun Institusi Polri.
Pada akhir video, Ria berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa. “Selamat malam, saya istri dari Bripka Rahmat Waliansen secara sadar saya memohon maaf kepada semua pihak atas postingan video saya di media sosial yang viral dan membuat gaduh,” ucapnya. “Saya tidak bermaksud membanggakan diri dan tidak bermaksud menjatuhkan organisasi Bhayangkari dan Institusi Polri sekali lagi saya minta maaf,” tutur Ria Fira.
Akun Instagram @Vhea_Walliansen milik Ria Fira kini tidak lagi bisa diakses publik setelah diprivat. Akun dengan 1.843 pengikut itu tercatat telah mengunggah 1.014 konten sebelum akhirnya ditutup pasca-viralnya video pamer kartu anggota tersebut.
Perbandingan dengan Gaya Hidup Istri Kapolri
Meski Ria Fira sudah meminta maaf, banyak netizen yang kemudian membandingkannya dengan Ketua Umum Bhayangkari, Juliati Sapta Dwi Magdalena atau akrab disapa Diana Listyo, yang merupakan istri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sama-sama istri polisi, gaya hidup Ria Fira jauh berbeda dengan Diana yang dikenal sangat bersahaja dan jauh dari kemewahan.
Diana memilih penampilan elegan tanpa mengenakan aksesoris berlebihan. Bahkan dalam beberapa acara di kepolisian maupun Bhayangkari, Diana tidak terlihat mengenakan barang-barang bermerek. Ia lebih memilih menenteng tas rajutan buatan tangan serta kemeja dan celana berwarna netral. Dalam unggahan akun @mabespolrinews pada 23 Agustus 2023, tampak Diana tampil sederhana dengan kemeja putih dan celana hitamnya. Ia tidak mengenakan perhiasan berlebihan, hanya anting mutiara sebagai pemanis penampilan.
Kendati demikian, kecantikan dan keramahan terpancar jelas di wajah ketua umum Bhayangkari itu. Penampilan sederhana namun elegan dari Diana Listyo belakangan ramai dipuji khalayak ramai. “Kadang malu sama diri sendiri yang cuma istri bintara bisa bergaya melihat seorang ibu jendral yang sederhana sekali jauh dari kata hedon tapi tetap cantik,” komentar netizen dalam akun mabespolrinews.
Keberlanjutan Kehidupan Diana Listyo
Selain sederhana, Diana juga dikenal berjiwa sosial tinggi, dengan gemar mengasuh anak yatim hingga kerap membiayai pendidikan mereka. Hal itu diungkap Jenderal Listyo beberapa waktu lalu. “Saya nggak nyari (anak yatim piatu), pas ada orang menginformasikan ya kita asuh,” ungkap Jenderal Listyo Sigit. Hingga kini, ada beberapa anak asuh yang disekolahkan Diana dari SD hingga jenjang perkuliahan.
Sebagai informasi, Bhayangkari adalah organisasi persatuan istri anggota Polri yang didirikan 17 Agustus 1949. Tugas utamanya mendukung tugas Polri, meningkatkan kesejahteraan anggota serta pengabdian sosial ke masyarakat.












