Budaya  

Sahur, Amalan Sunnah yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW

Ramadhan: Bulan Transformasi Diri dan Keberkahan Ibadah

Ramadhan adalah bulan yang penuh makna dan keistimewaan. Bagi umat Islam, ia menjadi momen transformasi diri dari sekadar menjalani rutinitas menahan lapar menjadi perjalanan spiritual untuk meraih takwa, memperbaiki diri, dan memperkuat kepedulian sosial. Menunaikan puasa di bulan suci ini merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Selain itu, Ramadhan juga menjadi bulan yang dinantikan oleh banyak orang sebagai momen berkumpul dengan keluarga dan meningkatkan amal ibadah.

Untuk menyambut Ramadhan, penting bagi setiap muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki sikap dan tingkah laku, serta menjalankan berbagai sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Salah satu sunnah yang sangat dianjurkan adalah sahur.

Sahur: Sunnah yang Penuh Keberkahan

Sahur adalah salah satu sunnah bagi orang yang akan berpuasa, hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Sahur ditunaikan seperti anjuran Nabi Muhammad SAW, yang memiliki manfaat untuk mendapatkan energi sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Rasulullah Saw bersabda: “Bersahurlah kalian, karena dalam sahur ada keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hal ini menunjukkan bahwa sahur bukan hanya aktivitas makan sebelum berpuasa, tetapi juga ibadah yang mengandung limpahan kebaikan dari Allah SWT.

Dalam hadis lain, Rasulullah Saw menyebutkan bahwa waktu sahur yang baik adalah mendekati akhir. Dari Abu Dzar, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Umatku senantiasa dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa.” (HR. Ahmad). Dari Zaid bin Tsabit, dia berkata: Kami sahur bersama Rasulullah Saw, kemudian beliau melaksanakan shalat. Aku (Anas bin Malik) bertanya: Berapa jaraknya antara azan dan sahur? Zaid bin Tsabit berkata: Sekitar lima puluh ayat. (HR. Muslim dan Bukhari).

Di riwayat lain, Rasulullah Saw menganjurkan umat Islam untuk memakan kurma ketika sahur. Dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda: “Sebaik-baik sahurnya orang mukmin adalah kurma.”

Doa Sebelum dan Setelah Sahur

Berikut bacaan doa sebelum sahur:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Doa makan sahur:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allāhumma bārik lanā fīmā razaqtanā waqinā ‘adzāban-nār.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada rezeki yang Engkau berikan kepada kami dan lindungilah kami dari siksa neraka.”

Doa berbuka puasa:

اللَّهُمَّ إِنِّي لَكَ صُمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَعَلَىٰ رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ

Allahumma inni laka shumtu wa bika amantu wa ‘alayka tawakkaltu wa ‘ala rizqika afthartu, faghfir li ma qaddamtu wa ma akhkhartu.

Artinya: “Ya Allah, aku berpuasa untuk-Mu, aku beriman kepada-Mu, aku bertawakal kepada-Mu, dan aku berbuka dengan rezeki-Mu. Maka, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang.”

Sunah Saat Sahur

Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI menjelaskan beberapa sunah yang dapat dilakukan saat sahur:

  1. Mengakhirkan Sahur

    Mengakhirkan sahur termasuk amalan yang dianjurkan dalam Islam. Waktu sahur dimulai sejak pertengahan malam hingga terbit fajar, namun yang lebih utama adalah melaksanakannya mendekati waktu Subuh. Para ulama menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk sahur adalah pada sepertiga malam terakhir.

  2. Mengonsumsi Kurma

    Selain makan dan minum makanan lainnya, dianjurkan pula untuk mengonsumsi kurma saat sahur. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Abu Dawud, dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda: “Sebaik-baik sahurnya orang mukmin adalah kurma.”

  3. Mendoakan Kebaikan untuk Kaum Muslimin yang Sahur

    Doa yang bisa dibaca, sesuai doa Nabi Saw, adalah doa berikut:

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

    Alloohumma sholli ‘alal mutasahhiriin.

    Artinya: Ya Allah, limpahkan rahmat kepada orang-orang yang makan sahur.

  4. Membaca Istighfar Setelah Sahur

    Muslim dapat membaca istighfar setelah makan sahur sebagai salah satu amalan sunah. Contoh doa istighfar setelah sahur adalah:

    اللَّهُمَّ دَعَوْتَنِي فَأَجَبْتُكَ، وَأَمَرْتَنِي فَأَطَعْتُكَ، هَذَا سَحَرٌ فَاغْفِرْ لِي

    Allohumma da’awtanii fa ajabtuka, wa amartanii fa atho’tuka, haadzaa saharun faghfirlii

    Artinya: Ya Allah, Engkau memanggilku, kemudian aku mengiyakan panggilan-Mu, dan Engkau menyuruhku, kemudian aku menaati-Mu. Ini waktu sahur, maka ampunilah aku.

Keutamaan Sahur

Sahur bukan hanya amalan sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw, namun juga merupakan bentuk ikhtiar bagi muslim yang akan berpuasa agar tubuh tidak letih. Keutamaan sahur antara lain:

  1. Mendapat Keberkahan dari Allah SWT

    Keberkahan sahur dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan sahur, seorang muslim memulai puasanya dengan niat dan kesiapan yang lebih baik, sehingga ibadah yang dijalankan terasa lebih ringan dan penuh semangat.

  2. Pembeda antara Puasa Muslim dan Ahli Kitab

    Melalui sahur, umat Islam tidak hanya menjalankan perintah, tetapi juga menjaga tradisi ibadah yang diwariskan Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Perbedaan antara puasa kita dan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim).

  3. Membantu Kekuatan Fisik Saat Berpuasa

    Sahur berperan penting dalam menjaga kondisi tubuh selama berpuasa. Asupan makanan dan minuman saat sahur membantu tubuh memiliki cadangan energi yang cukup untuk beraktivitas hingga waktu berbuka tiba.

  4. Waktu Sahur adalah Waktu Mustajab untuk Berdoa

    Waktu sahur termasuk dalam sepertiga malam terakhir, yaitu waktu yang sangat istimewa untuk bermunajat kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: “Rabb kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.’” (HR. Bukhari dan Muslim).


Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?