Warga NTT Minta Melki-Johni Tuntaskan Masalah Infrastruktur, Kemiskinan, dan Pendidikan

Hasil Survei Voxpol Center: Warga NTT Minta Perbaikan Infrastruktur dan Kemiskinan

Laporan dari Voxpol Center Research & Consulting menunjukkan bahwa mayoritas warga Nusa Tenggara Timur (NTT) menginginkan Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma (Melki-Johni) segera menyelesaikan masalah infrastruktur dan kemiskinan. Hasil survei ini dirilis di Jakarta pada Jumat (13/2/2026), dengan data yang dikumpulkan antara 5 hingga 14 Januari 2026.

Survei dilakukan di 22 kabupaten/kota di NTT, dengan jumlah responden sebanyak 800 orang dan tingkat kesalahan sebesar 3,47 persen. Direktur Eksekutif Voxpol Pangi Syarwi Chaniago menjelaskan bahwa sektor prioritas yang paling mendesak menurut masyarakat adalah ekonomi dan kesejahteraan, dengan persentase sebesar 40,1 persen. Selanjutnya, infrastruktur dan layanan dasar mencapai 33,9 persen, serta pendidikan sebesar 11 persen.

Prioritas Masyarakat dalam Masalah Ekonomi dan Kesejahteraan

Dalam sektor ekonomi dan kesejahteraan, kebutuhan pokok menjadi isu utama. Sebanyak 56 persen responden menyebutkan bahwa harga kebutuhan pokok sangat mendesak untuk diperhatikan. Selain itu, sulitnya mencari lapangan kerja (12,8 persen), tingkat kemiskinan ekstrem (11,2 persen), dan kelangkaan bahan pokok (6,9 persen) juga menjadi perhatian serius.

Chaniago menambahkan bahwa tantangan lapangan kerja bukan hanya terjadi di NTT, tetapi juga secara nasional. Ia menyampaikan bahwa diskusi dengan gubernur menunjukkan bahwa masalah ini memerlukan solusi yang lebih luas.

Masalah Infrastruktur dan Layanan Dasar

Layanan dasar yang paling mendesak untuk diperbaiki adalah jalan yang rusak, dengan 69,7 persen responden menyatakan hal tersebut. Fasilitas air bersih dan jembatan juga menjadi fokus utama. Chaniago menyebut bahwa masalah jalan menjadi perdebatan nasional, karena kewenangan antara pemerintah daerah dan provinsi seringkali tidak jelas.

Selain itu, efisiensi pekerjaan pemerintah daerah juga menjadi perhatian. Meskipun demikian, ia meyakini bahwa Gubernur Melki Laka Lena memiliki komitmen untuk memperbaiki situasi ini.

Masalah dalam Sektor Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, biaya pendidikan yang mahal menjadi isu utama, dengan 40 persen responden menyatakan hal tersebut. Sarana prasarana yang rusak (17,9 persen) dan bantuan pendidikan seperti beasiswa-BOS yang tidak tepat sasaran (13,7 persen) juga menjadi perhatian serius.

Chaniago berharap agar data lapangan BOS dapat diperbaiki, sehingga program tersebut bisa lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah seperti yang terjadi bulan Januari lalu.

Masalah Kesehatan dan Sosial Keamanan

Sektor kesehatan juga menjadi perhatian. Fasilitas kesehatan yang tidak memadai (28,1 persen), biaya layanan kesehatan yang mahal (26,3 persen), dan kekurangan tenaga medis seperti dokter, perawat, dan bidan (22,8 persen) menjadi masalah utama.

Dalam aspek sosial keamanan, maraknya pinjaman online (23 persen), kriminalitas tinggi (23 persen), perlindungan sosial bagi kelompok rentan (23,1 persen), dan maraknya judi online (15,4 persen) menjadi isu penting yang harus segera ditangani.

Masalah dalam Pemerintahan dan Penegakan Hukum

Dalam pemerintahan dan penegakan hukum, pungutan liar (pungli) menjadi masalah utama dengan 40,9 persen responden menyebutkan hal tersebut. Penegakan hukum yang tebang pilih (27,3 persen) dan birokrasi yang lambat dan berbelit (2,7 persen) juga menjadi perhatian.

Program Prioritas Menurut Responden

Program yang dianggap sebagai prioritas oleh masyarakat adalah koperasi merah putih (52,4 persen), MBG (28 persen), dan produk unggulan khas daerah (19 persen).

Tingkat Kepercayaan terhadap Pemerintah

Sebanyak 72,5 persen responden menilai bahwa pemerintah memahami persoalan yang sedang terjadi di NTT. Namun, sekitar 32 persen tidak memahami. Dalam hal solusi, 75,4 persen responden optimis bahwa pemerintah mampu mengatasi masalah, sementara 23 persen tidak yakin.

Kondisi keamanan di NTT dinilai baik oleh 83 persen responden, dipengaruhi oleh sentuhan tokoh agama hingga masyarakat. Dalam perencanaan pembangunan, 79 persen responden percaya bahwa rencana pembangunan akan direalisasikan. Namun, 39,8 persen meragukan hal tersebut, sementara 7,4 persen menilai tidak realistis atau tidak tahu jawab.

Tingkat Kepuasan terhadap Pemerintah

Secara umum, sebanyak 80,5 persen publik puas terhadap kinerja Melki-Johni. Rincian tersebut meliputi 68,6 persen responden menyatakan puas, dan 11,9 persen sangat puas. Di sisi lain, 19,5 persen tidak puas, dengan 18,4 persen tidak puas dan 1,1 persen sangat tidak puas.

Usulan dari Warga

Dalam pertanyaan terbuka, sebanyak 28,7 persen responden menginginkan perbaikan jalan, penyediaan air bersih (9,1 persen), dan perhatian terhadap masyarakat kurang mampu (8,3 persen). Chaniago menyarankan kepada gubernur agar tidak ada data inter-subjektif, dan semua masalah yang ada harus dilaporkan secara akurat.


Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?