30 Lansia Wisuda, Bukti Produktif dan Berdaya di Kaltara

Wisuda 30 Lansia di Tarakan, Program Pemberdayaan Lansia Pertama di Kaltara

Sebanyak 30 orang lansia resmi diwisuda dalam kegiatan Wisuda Sekolah Nusantara Ramah Lansia (Nurani) yang diselenggarakan oleh Yayasan Almarhamah Indonesia. Acara ini digelar pada Kamis (12/2/2026) di Gedung Serbaguna Pemkot Tarakan, Kalimantan Utara. Prosesi wisuda ini berjalan dengan suasana sakral, mirip seperti prosesi wisuda mahasiswa biasanya. Satu per satu peserta maju ke depan untuk melewati proses pemindahan tali toga.

Para lansia ini telah menyelesaikan pembelajaran yang berlangsung sejak September 2025 hingga Januari 2026. Mereka mengikuti berbagai materi yang bertujuan memperkuat kemandirian sosial dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, yang menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya program pemberdayaan lansia pertama di Provinsi Kalimantan Utara.

“Ini luar biasa. Setahu saya, ini yang pertama di Kaltara. Dan tentu ini menegaskan bahwa Tarakan kembali menjadi bagian yang paling menonjol di Kaltara, sebagai pusat pembangunan, paku bumi Paguntaka,” ujar Ibnu Saud Is.

Ibnu Saud Is menjelaskan bahwa keberadaan sekolah lansia ini terkait langsung dengan capaian pembangunan manusia di Kota Tarakan. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025, Tarakan mencatatkan angka 78,65 persen, yang merupakan angka tertinggi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

“IPM ini memang angka, tapi angka yang menunjukkan kualitas pembangunan manusia kita,” katanya.

Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Meningkat

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tarakan tahun 2025, tercatat sebanyak 2.852 orang lansia berusia 75 tahun ke atas, atau sekitar 1,11 persen dari total penduduk Kota Tarakan. Menurut Ibnu, jumlah lansia di Tarakan menunjukkan kecenderungan terus meningkat setiap tahun, dan hal tersebut justru merupakan kabar baik.

“Kalau lansia bertambah itu kabar baik. Kalau menurun justru kita khawatir, berarti banyak yang meninggal,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan jumlah lansia erat kaitannya dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat serta kualitas layanan kesehatan. “Semakin sejahtera suatu daerah, angka harapan hidupnya juga meningkat. Di Indonesia rata-rata sekitar 75 tahun. Itu artinya ada peningkatan layanan kesehatan dan kualitas hidup,” jelasnya.

Ibnu juga menyebut perubahan pola penanganan kesehatan dari masa ke masa, termasuk turunnya angka kematian ibu yang dulu kerap terjadi akibat praktik persalinan tradisional tanpa pendampingan medis.

“Dulu angka kematian ibu tinggi, karena persalinan masih ditangani sandro atau dukun beranak. Sekarang itu sudah berkurang karena sistem pelayanan kesehatan kita berjalan,” ungkapnya.

Pentingnya Produktivitas dan Fungsi Sosial

Ibnu Saud Is menegaskan bahwa sistem pembangunan saat ini mendorong seluruh kelompok usia, termasuk lansia, untuk tetap produktif dan berdaya. “Sekarang ini sistem kita mengharapkan semua level usia tetap produktif. Produktif itu bukan hanya bekerja, tapi tetap berfungsi secara sosial,” katanya.

Ia juga mengingatkan keluarga agar tidak keliru memaknai kebahagiaan orang tua dengan membatasi aktivitas mereka. “Kadang kita sebagai anak melarang orang tua ini-itu, tidak boleh cuci piring, tidak boleh ke mana-mana. Padahal justru itu bisa melatih mereka untuk tidak berfungsi,” ujarnya.

Menurutnya, melalui Sekolah Lansia, para peserta kembali dilatih untuk aktif dan berfungsi dalam kehidupan sosial. “Melalui sekolah lansia, kita dilatih kembali untuk berfungsi. Harapannya, lansia kita sehat, sejahtera, mandiri, dan berbahagia. Bahagia di usia senja,” katanya.

Materi dan Interaksi Sosial

Selama beberapa bulan pembelajaran, para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berinteraksi dan menguatkan kembali fungsi sosial mereka. “Ilmu, pengalaman, dan wawasan yang diperoleh menjadi bekal berharga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pemkot Tarakan, kata Ibnu Saud Is, akan terus mendukung program pemberdayaan lansia dan memandang para lansia sebagai manusia yang berdaya. “Kami berharap bapak ibu semakin produktif, kreatif, dan mandiri, serta mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga masing-masing,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ibnu Saud Is juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Yayasan Almarhamah Indonesia atas dedikasi dan peran aktifnya dalam menyelenggarakan pendidikan bagi lansia. “Kami berharap ke depan Yayasan Almarhamah dapat terus memperluas jangkauan Sekolah Lansia di Tarakan, agar semakin banyak lansia mendapatkan akses pendidikan dan pemberdayaan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?