Budaya  

Niat dan Cara Sholat Tahajud di Rumah Saat Ramadhan 2026

Sholat Tahajud dalam Ramadhan 2026: Niat, Tata Cara, dan Doa

Sholat Tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, terutama selama bulan Ramadhan. Ibadah ini memiliki keutamaan besar dan bisa dilakukan di rumah dengan cara yang sederhana. Sholat Tahajud biasanya dikerjakan setelah tidur meski hanya sebentar, dan jumlah rakaatnya bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Keutamaan Sholat Tahajud

Sholat Tahajud termasuk dalam kategori shalat sunnat mu’akad, artinya ia adalah shalat yang dikuatkan oleh syara’. Dalam beberapa hadis, Rasulullah SAW menekankan pentingnya menjalankan sholat ini sebagai bentuk pengabdian kepada Allah. Selain itu, sholat ini juga menjadi sarana untuk memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Waktu Terbaik untuk Sholat Tahajud

Waktu pelaksanaan sholat Tahajud dapat dibagi menjadi tiga bagian:

  1. Mulai dari setelah sholat Isya hingga pukul 22.00 (sepertiga malam pertama).
  2. Mulai dari pukul 22.00 hingga 01.00 (sepertiga malam kedua).
  3. Kira-kira satu jam sebelum memasuki waktu subuh (sepertiga malam ketiga).

Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat Tahajud adalah pada sepertiga malam. Namun, jika tidak memungkinkan, sholat ini tetap bisa dilakukan di waktu lain asalkan masih dalam batas waktu yang diperbolehkan.

Jumlah Rakaat Sholat Tahajud

Jumlah rakaat sholat Tahajud minimal dua rakaat, namun tidak ada batasan maksimal. Umat Islam bisa melakukan sholat ini sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya. Beberapa orang bahkan melakukannya hingga 10, 100, atau bahkan 1000 rakaat.

Niat Sholat Tahajud

Niat merupakan langkah awal dalam menjalankan sholat. Berikut bacaan niat sholat Tahajud dalam bahasa Arab dan artinya:

Bacaan Latin:

Ushalli Sunnatat Tahajjudi Rak’ataini Lillaahi Ta’alaa. Allahu Akbar.

Artinya:

Aku niat shalat sunat tahajjud dua raka’at karena Allah ta’ala. Allahu Akbar.

Tata Cara Sholat Tahajud

Berikut tata cara lengkap sholat Tahajud:

  1. Niat sholat Tahajud.
  2. Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah.
  3. Membaca surat Al Fatihah.
  4. Membaca surat dari Alquran.
  5. Ruku’ dengan tuma’ninah.
  6. I’tidal dengan tuma’ninah.
  7. Sujud dengan tuma’ninah.
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah.
  10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua.
  11. Membaca surat Al Fatihah.
  12. Membaca surat dari Alquran.
  13. Ruku’ dengan tuma’ninah.
  14. I’tidal dengan tuma’ninah.
  15. Sujud dengan tuma’ninah.
  16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
  17. Sujud kedua dengan tuma’ninah.
  18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah.
  19. Salam.
  20. Doa yang dianjutkan yaitu:
    Rabbanaa aatinaa fid dunya hasanatan, wa – fil aakhirati hasanatan, waqinaa adzaaban naar.

Artinya:

“Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksaan api neraka.”

Atau doa lain yang diriwayatkan dalam hadis Bukhari:

Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqa’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haq. Was sa’atu haq.”

Artinya:

“Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.”

Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Faghfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a’lantu, wa ma anta a’lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.

Artinya:

“Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?