Wisata Kawung Tilu: Lokasi Ngabuburit yang Menawarkan Alam dan Kuliner Khas Sunda
Wisata Kawung Tilu di Kampung Ciranggon, Cikarang Timur, menjadi destinasi menarik untuk menghabiskan waktu ngabuburit selama bulan Ramadan. Lokasi ini tidak hanya menawarkan suasana alam yang sejuk di tengah hutan jati, tetapi juga menyajikan berbagai hidangan khas Sunda, terutama sate maranggi sebagai menu utama.
Selama Ramadan, wisata ini buka dari pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Pengunjung dapat masuk tanpa harus membeli tiket. Di lokasi ini tersedia belasan saung atau gazebo yang nyaman, playground, serta kapasitas pengunjung mencapai 200–300 orang. Harga makanan di sini cukup terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp70.000 per porsi.
Akses Menuju Lokasi
Untuk mencapai Wisata Kawung Tilu, pengunjung dapat menggunakan dua jalur utama. Pertama, dari jalur Pantura melalui Jalan Bojongsari Raya atau dekat Pasar Bojong di bawah jembatan. Setelah itu, lurus mengikuti jalan sejauh sekitar 3 kilometer untuk sampai ke lokasi. Kedua, dari arah Kalimalang melalui Jalan Cilampayan Desa Pasirtanjung atau belokan jalan ke Lapas Cikarang.
Pengunjung juga bisa menggunakan Google Maps dengan mengetikkan “Wisata Kawung Tilu Cikarang” untuk mendapatkan petunjuk arah yang lebih mudah.
Suasana dan Aktivitas di Lokasi
Di tempat ini, pengunjung dapat merasakan keteduhan alam yang masih terasa. Alunan musik instrumen khas Sunda disajikan pelan, menciptakan nuansa Parahyangan yang kental. Banyak keluarga tampak bersantai di saung, sementara pengunjung lain berfoto di bawah pepohonan jati yang menjulang.
Putri Mesita Sukma (28), pengunjung asal Bekasi, mengaku terkesan dengan suasana tempat ini. Ia mengetahui lokasi ini melalui media sosial dan mengatakan bahwa tempatnya adem, alamnya masih terasa, saungnya bersih, serta jalannya nyaman.
Menu Utama: Sate Maranggi dan Hidangan Lainnya
Menjelang waktu berbuka puasa, aroma sate mulai menguar dan menggoda selera. Sate Maranggi menjadi menu primadona yang paling dicari. Daging yang dibakar perlahan di atas bara disajikan dengan sambal khas, menjadi penanda manis datangnya waktu berbuka.
Selain sate maranggi, pengunjung juga dapat menikmati aneka hidangan lain seperti sop iga, ikan nila, gurame, pepesan, karedok, dan ayam bakar. Harga hidangan ini relatif terjangkau, mulai dari Rp15.000 hingga Rp70.000 per porsi.
Fasilitas dan Layanan
Wisata kuliner ini memiliki fasilitas yang lengkap, termasuk belasan saung atau gazebo untuk pengunjung makan. Selain itu, tersedia playground dan outbond untuk aktivitas anak-anak. Pengunjung juga bisa menikmati minuman segar seperti jus alpukat, jus melon, jus mangga, es jeruk, maupun es teh manis.
Keistimewaan Wisata Kawung Tilu
Menurut pengelola Sate Maranggi Mbah Goen, Hijaz Al-Hadi, selama Ramadan, wisata ini menyediakan takjil gratis seperti kurma maupun camilan manis lainnya. Ia menyebut bahwa Kawung Tilu adalah lokasi cocok untuk buka puasa bersama keluarga, teman, atau kerabat.
Sate Maranggi Mbah Goen telah berdiri sejak enam bulan lalu di Rest Area Mbah Goen di irigasi BKG 5 Kampung Ciranggon. Karena meningkatnya jumlah pengunjung, maka mereka membuka cabang baru di Wisata Kawung Tilu.
Kontribusi pada Masyarakat
Hijaz menekankan bahwa selain menawarkan rasa, Wisata Kawung Tilu juga memberdayakan masyarakat sekitar kampung. Pekerja di lokasi ini terdiri dari ibu rumah tangga dan warga setempat, sehingga menciptakan roda perekonomian yang lebih baik.
Selain sate maranggi, menu lain yang laris adalah sop iga, ikan nila, dan gurame. Pengunjung juga dapat memilih berbagai hidangan seperti cumi, ikan asin, jengkol, ayam bakar, pepes, jukut goreng, dan lainnya.
Kesimpulan
Wisata Kawung Tilu di Cikarang Timur menawarkan kombinasi sempurna antara alam dan kuliner khas Sunda. Dengan akses yang mudah, fasilitas yang lengkap, serta harga yang terjangkau, tempat ini menjadi pilihan ideal untuk ngabuburit selama Ramadan. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati sate maranggi, tetapi juga berbagai hidangan lezat lainnya dalam suasana yang sejuk dan nyaman.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












