Reaksi Wardatina Mawa Dikritik Inara Rusli: Rejeki dari Tuhan

Pemeriksaan di Polda Metro Jaya

Wardatina Mawa, seorang konten kreator, hari ini, Jumat (20/2/2026), mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan perzinaan yang melibatkan Insanul Fahmi dan Inara Rusli. Ia mengatakan bahwa apa yang ia alami saat ini adalah rejeki dari Tuhan, baik untuk dirinya maupun anaknya.

Ia menanggapi sindiran Inara Rusli yang menyebutnya sibuk menjadi artis. Mawa menjelaskan bahwa ia tidak tersulut amarah, tetapi justru merespons dengan bijak. Ia menekankan bahwa dirinya harus berjuang untuk kehidupan dan anaknya.

  • “Itu tergantung ya, setiap orang juga bisa berkomentar.”
  • “Tapi namanya udah rejeki dari Allah, Allah yang ngatur.”

Mawa juga menyampaikan bahwa ia telah memberikan bukti tambahan kepada penyidik. Ia memohon doa agar proses hukum ini dapat berjalan lancar dan mengungkap kebenaran.

Sindiran dari Pihak Inara

Di sisi lain, pihak Inara Rusli, yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Lechumanan, menyampaikan ultimatum pada Mawa. Meskipun mencoba mengajak damai, Lechumanan malah melontarkan sindiran terhadap Mawa.

  • “Saya agak kurang seneng sama M (Mawa), agak kurang nyaman saya.”
  • “M kau bukan siapa-siapa, aku nggak pernah lihat kau di televisi, aku dengar nama kau pun baru-baru ini.”

Lechumanan menyebut bahwa Mawa bukanlah siapa-siapa sebelum kasus ini terjadi. Ia menegaskan bahwa tanpa adanya Insanul dan Inara, Mawa tidak akan dikenal.

  • “Ada double ‘I’ inilah yang buat namanya jadi bangkit kemudian harum.”

Meski demikian, Lechumanan masih mengharapkan perdamaian. Jika upaya damai gagal, ia berjanji akan terus mendampingi Inara dan siap mengikuti prosedur hukum.

  • “Kemudian aku kasih tahu kamu, ini bulan puasa bermaaf-maafan lebih bagus daripada menabuh genderang perang.”

Permintaan Maaf dari Inara

Terbaru, Inara Rusli secara terbuka menyampaikan permintaan maaf di akun Instagram pribadinya, @mommy_starla, Kamis (19/2/2026). Ia menghormati keputusan Mawa yang belum memaafkannya saat ini.

  • “Menjelang hari kedua bulan suci Ramadhan, ku tuliskan ini bukan dari tempat yang paling benar, melainkan dari hati yang sedang belajar jujur pada dirinya sendiri.”

Inara menyesal karena ketidaksengajaan sikapnya berakibat melukai perasaan Mawa. Ia menjelaskan bahwa maafnya lahir dari perenungan panjang, bahwa mendengar sepenuh hati lebih berani daripada sekadar berbicara.

  • “Jika maaf ini sampai padamu, anggaplah ia sebagai niat yang sedang belajar bertumbuh.”

Ia juga menyampaikan bahwa jika maaf ini diterima, terima kasih. Jika belum, ia menghormatinya sepenuh hati.

Kehidupan dan Kepedulian

Wardatina Mawa, seorang konten kreator asal Medan, Sumatera Utara, menjalani pemeriksaan selama hampir lima jam dan menjawab 27 pertanyaan dari penyidik. Ia menekankan bahwa dirinya harus berjuang untuk kehidupan dan sang anak.

  • “Dan kita sama-sama perempuan ya, apalagi dengan case yang seperti saat ini.”
  • “Saya berusaha survive untuk kehidupan saya dan anak saya.”

Dengan keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah rejeki dari Tuhan, Mawa tetap berusaha untuk bangkit dan melanjutkan hidupnya dengan tenang.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?