Serangan terhadap fasilitas minyak di selatan Teheran menjadi perhatian global. Ini adalah pertama kalinya fasilitas industri sipil menjadi target dalam konflik tersebut. Serangan ini menunjukkan peningkatan intensitas kekerasan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, negara-negara Teluk melaporkan bahwa mereka berhasil mencegat lebih banyak rudal dan drone Iran yang berusaha masuk ke wilayah udara mereka. Hal ini menunjukkan upaya pihak-pihak terkait untuk memperkuat sistem pertahanan udara guna mengamankan wilayah mereka dari ancaman serangan.
Pada hari Sabtu (7/3), Iran menyatakan bahwa mereka menyerang pangkalan udara AS di Uni Emirat Arab. Pernyataan ini datang setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengumumkan bahwa negaranya akan berhenti menyerang negara-negara Teluk. Menurut laporan dari Tasnim, unit drone angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam menyerang pangkalan udara Al Dhafra di Abu Dhabi.
Kementerian Pertahanan UEA mengungkapkan bahwa mereka mendeteksi 121 pesawat tanpa awak pada hari Sabtu dan berhasil mencegat 119 di antaranya. Namun, dua dari pesawat tersebut jatuh di wilayah UEA.
Sementara itu, Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk mencabut sanksi terhadap minyak Rusia demi mengurangi tekanan harga minyak. Di sisi lain, Garuda Indonesia turun menjadi maskapai bintang 4, dengan Menteri Perhubungan menyebutnya sebagai bagian dari evaluasi.
Ali Larijani, seorang pejabat keamanan senior Iran, menyatakan bahwa ia tidak menyambut perang ini, tetapi para agresor harus dihukum. Ia juga menyerukan persatuan di antara para pejabat Iran.
Pernyataan Larijani ini muncul setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan permintaan maaf pada hari Sabtu (7/3). Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa Iran tidak bermaksud menyerang negara lain. “Kami tidak bermaksud menyerang negara lain. Mari kita kesampingkan semua perbedaan pendapat, kekhawatiran, dan kebencian yang kita miliki satu sama lain. Hari ini, mari kita pertahankan tanah air kita sendiri untuk membawa Iran keluar dari krisis ini dengan bermartabat.”
Namun, respons terhadap tuntutan penyerahan diri dari AS menimbulkan reaksi keras dari beberapa pihak. Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah tanpa syarat. Ia menyampaikan pernyataan ini setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, menuntut “penyerahan diri tanpa syarat” dari Iran.
Trump melanjutkan tuntutannya melalui unggahan di akun Truth Social miliknya: “Iran, yang sedang dipukuli habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah, dan berjanji bahwa mereka tidak akan menembaki mereka lagi. Hari ini Iran akan dihantam dengan sangat keras!”
Permintaan maaf Pezeshkian juga mendapat penolakan dari kelompok garis keras di Garda Revolusi Iran dan elit ulama. Salah satu kritik terbuka terhadap Pezeshkian datang dari ulama garis keras dan anggota parlemen Hamid Rasai. Ia menyatakan bahwa sikap presiden tidak profesional, lemah, dan tidak dapat diterima.
Kawasan Teluk kini menghadapi ancaman serangan dari Iran. Negara-negara di kawasan ini meluncurkan pertahanan udara untuk menangkal serangan yang sebagian besar menggunakan drone satu arah seperti Shahed.
Iran telah menargetkan beberapa radar dan pertahanan udara di Timur Tengah — termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi — sebagai balasan atas serangan AS dan Israel. Laporan The Wall Street Journal menyebutkan bahwa hal ini didasarkan pada informasi dari pejabat AS, analis militer, dan citra satelit.
Arab Saudi melaporkan bahwa mereka berhasil mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan ke arah Pangkalan Udara Pangeran Sultan. Negara ini juga berhasil mencegat sembilan dari sepuluh drone Iran yang diluncurkan ke arahnya pada hari Jumat.
Di tempat lain, Dubai, kota terbesar UEA, mengeluarkan peringatan bagi penduduk untuk segera mencari perlindungan di gedung-gedung yang aman. Beberapa ledakan terdengar di pagi hari, dan pemerintah mengaktifkan pertahanan udara. Penumpang di Bandara Internasional Dubai diarahkan ke terowongan kereta api.
Konflik ini telah menewaskan sedikitnya 1.230 orang di Iran, lebih dari 290 di Lebanon, dan 11 di Israel. Enam tentara AS juga tewas dalam konflik ini.
Lalu lintas di Selat Hormuz mengalami penurunan drastis karena kapal tanker minyak khawatir akan terjebak dalam baku tembak. Data dari Pusat Informasi Maritim menunjukkan bahwa jumlah kapal yang melintasi Selat setiap hari telah turun menjadi angka tunggal. Hanya empat transit komersial yang dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir.
Ali Larijani dari Iran menyatakan bahwa meskipun Iran belum menutup Selat Hormuz, kawasan ini secara efektif tertutup karena perang. Kuwait, produsen minyak terbesar kelima di OPEC, mengatakan bahwa mereka mengurangi produksi minyak karena ancaman Iran terhadap jalur aman kapal melalui Selat Hormuz.
Gangguan perang yang meningkat terhadap pasokan bahan bakar global telah menyebabkan harga minyak mentah AS meroket. Minyak mentah West Texas Intermediate AS melonjak 35,63% untuk kenaikan mingguan terbesar dalam sejarah perdagangan berjangka. Minyak mentah Brent, patokan global, melonjak sekitar 28% untuk kenaikan mingguan terbesar sejak April 2020.
Harga minyak mentah AS telah naik hampir 60% sejak awal tahun ini.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












