Gubernur Jawa Tengah Terlibat dalam Kasus Korupsi?
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, kini menjadi sorotan setelah terkait dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3/2026). Meski Luthfi membantah keterlibatannya dalam kasus tersebut, ia tetap menjadi perhatian publik, terutama karena harta kekayaannya yang mencapai Rp10,9 miliar.
Luthfi menegaskan bahwa pertemuan mereka hanya sebatas koordinasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di malam sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa tidak ada pembahasan mengenai izin atau hal-hal lain yang berkaitan dengan korupsi.
“Enggak membahas izin, (hanya membahas) sebab saya enggak bisa hadir acara MBG (Makan Bergizi Gratis) gitu,” ujarnya kepada Tribunnews.com.
Di sisi lain, Luthfi juga membantah tudingan yang menyebutnya terlibat dalam kasus ini. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak tahu apa-apa tentang penangkapan Fadia Arafiq.
“La yang nuding siapa? Ditangkapnya (Fadia Arafiq) kita saja ndak ada yang tahu,” katanya, dikutip dari TribunJateng.com.
Meskipun demikian, Luthfi mengaku sempat bertemu dengan Fadia Arafiq pada Senin, 2 Maret malam. Pertemuan tersebut membahas rapat MBG yang berlangsung sehari sebelum adanya OTT KPK. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, dan Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani.
Luthfi menjelaskan bahwa rapat MBG diadakan di Gedung Gradika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng, pada Selasa (3/3/2026).
“Memang malam (Senin, 2 Maret) ada Bupati Pekalongan (Fadia Arafiq) ke rumah karena kan besok (Selasa, 3 Maret) pagi ada rapat MBG,” ujarnya.
Profil Ahmad Luthfi
Ahmad Luthfi lahir di Surabaya, 22 November 1966 silam. Saat ini, ia berusia 60 tahun. Sejak kecil, ia dimasukkan oleh kedua orang tuanya untuk menimba ilmu agama di Ponpes Al Islah, pondok modern di Kediri, Jawa Timur. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di IAIN (sekarang UIN) Sunan Ampel Surabaya dengan mengambil jurusan hukum. Ahmad Luthfi berhasil menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.) pada 1990.
Perjalanan hidup anak dari pasangan Makali dan Musarofah ini berlanjut di dunia kepolisian. Ia bergabung dengan kepolisian pada tahun 1989. Meskipun tidak mengenyam pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol), ia berhasil menjadi Jenderal Polisi di kemudian hari.
Beberapa pendidikan yang pernah diikuti oleh Ahmad Luthfi antara lain:
- Lembaga Ketahanan Nasional (2007)
- Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (2005)
- Sekolah Lanjutan Perwira Polri (2000)
- Sekolah Perwira Militer Sukarela Polri (1989)
Perjalanan Karier
Ahmad Luthfi selama karier di kepolisian mengemban sejumlah jabatan penting. Antara lain, pada 2008, dia dilantik sebagai Kapolres Batang di Jawa Tengah dengan pangkat Ajun Komisaris Besar (AKBP). Pada 2010, Ahmad Luthfi kemudian diangkat menjadi Wakil Direktur Intelijen Polda Jawa Tengah. Setahun kemudian, dia dilantik sebagai Wakil Kapolresta Surakarta.
Di titik ini, Ahmad Luthfi mulai menjalin kedekatan dengan Joko Widodo yang kala itu menjabat sebagai Wali Kota Solo. Lalu pada 21 Maret 2018, dilantik menjadi Wakapolda Jawa Tengah. Sekitar dua tahun kemudian, ia dipromosikan menjadi Kapolda Jawa Tengah. Sedangkan jabatan terakhirnya, dia dipercaya sebagai Inspektur jenderal Kementerian Perdagangan. Pangkat terakhirnya Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol), pangkat perwira tinggi di Kepolisian Republik Indonesia.
Pensiun dari Polisi, Lanjut ke Panggung Politik
Setelah pensiun dari kepolisian, Ahmad Luthfi melanjutkan kariernya ke panggung politik. Ia maju di Pilkada 2024 dengan menggandeng Taj Yasin. Keduanya didukung sembilan partai yakni Partai Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PKS, PSI, PPP, Nasdem dan PKB. Luthfi-Taj Yasin kala itu bertarung melawan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi.
Dikutip dari jateng.kpu.go.id, Ahmad Luthfi-Taj Yasin menang dengan meraih 11.390.191 suara (59,14 persen), sementara Andika Perkasa-Hendrar Prihadi meraup 7.780.084 suara (40,86 persen). Keduanya resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2025-2030, oleh Presiden RI Prabowo Subiyanto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Harta Kekayaan
Ahmad Luthfi memiliki harta mencapai Rp.10.995.233.164. Jumlah tersebut ia laporkan pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 19 Maret 2025. Berikut rincian lengkapnya:
- Tanah dan Bangunan Rp. 6.350.000.000
- Tanah Seluas 2.662 M2 Di Kab / Kota Kota Surakarta, Hasil Sendiri Rp. 3.175.000.000
- Tanah Dan Bangunan Seluas 400 M2/400 M2 Di Kab / Kota Sukoharjo, Hasil Sendiri Rp. 3.175.000.000
- Alat Transportasi Dan Mesin Rp. 1.250.000.000
- Mobil, Toyota Jeep Tahun 1982, Hasil Sendiri Rp. 100.000.000
- Mobil, Honda Cr V Tahun 2010, Hasil Sendiri Rp. 150.000.000
- Mobil, Toyota Hartop Hartop Tahun 1984, Hasil Sendiri Rp. 200.000.000
- Mobil, Toyota Hartop Tahun 1980, Hasil Sendiri Rp. 200.000.000
- Mobil, Toyota Hartop Tahun 1966, Hasil Sendiri Rp. 100.000.000
- Mobil, Toyota Innova Zenix Q Tahun 2024, Hasil Sendiri Rp. 500.000.000
- Harta Bergerak Lainnya Rp. —-
- Surat Berharga Rp. —-
- Kas Dan Setara Kas Rp. 3.395.233.164
- Harta Lainnya Rp. —-
- Sub Total Rp. 10.995.233.164
- Utang Rp. —-
- Total Harta Kekayaan Rp. 10.995.233.164












