Penolakan Dokter Tifa terhadap Restorative Justice
Dokter Tifa, yang dikenal sebagai peneliti dan aktivis, menegaskan bahwa ia tidak akan mengajukan restorative justice (RJ) dalam kasus ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia juga menolak untuk meminta maaf kepada Jokowi seperti yang dilakukan oleh Rismon Sianipar. Menurut Tifa, hasil penelitiannya adalah karya ilmiah yang valid dan telah melalui proses peer review.
Tifa mengungkapkan bahwa selama sekitar satu tahun terakhir, ia merasa kriminalisasi atas karya ilmiahnya. “Saya tidak perlu meminta maaf kepada siapa pun,” tegasnya. Ia menilai bahwa pengajuan RJ hanya muncul karena polisi dianggap gagal membuktikan keaslian ijazah fisik Jokowi dan ketidakhadiran pelapor dalam persidangan sebelumnya.
Dibujuk untuk Mengajukan RJ
Meski menolak, Tifa mengaku sempat dibujuk untuk mengikuti langkah Rismon Sianipar. Pada 29 Januari 2026, dua orang berinisial AA dan FA mendatanginya saat menjalani wajib lapor di Mapolda Metro Jaya. Mereka mengatakan, “Ayolah Dok, dr. Tifa nih yang belum ke Solo untuk RJ. Ada loh temannya yang sudah.”
Selain itu, Tifa menyebut ada pihak lain yang diduga menyamar sebagai dirinya dan menghubungi tim Jokowi menggunakan foto profil WhatsApp miliknya untuk membahas RJ. “Saya tidak pernah quit. Saya tidak pernah mundur atau keluar satu langkah pun,” tegas dia.
Awal Mula Isu Dokter Tifa Ajukan RJ
Isu tentang kemungkinan Tifa mengajukan RJ muncul setelah ia tidak terlihat di publik sejak puasa lalu. Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman), Andi Azwan, menduga Tifa sedang dalam proses mengajukan RJ seperti yang dilakukan Rismon.
Kuasa hukum Tifa, Muhammad Taufik, menegaskan bahwa kliennya tidak akan mengajukan RJ terkait kasus ijazah palsu Jokowi. Menurut Taufik, desakan dari pihak tertentu justru menunjukkan bahwa kepolisian gagal membuktikan keaslian ijazah Jokowi.
“Polisi gagal membuktikan ijazah asli Jokowi dan ketidakhadiran pelapor dalam persidangan,” ujarnya. Taufik menjelaskan bahwa jaksa meminta dua alat bukti: ijazah fisik Jokowi dan kehadiran mantan Wali Kota Solo dalam persidangan. Namun, Jokowi tidak pernah hadir dalam sidang yang berkaitan dengan kasus ini.
Alasan Kubu Jokowi Meminta RJ
Taufik menduga bahwa kubu Jokowi meminta agar para tersangka mengajukan RJ karena keinginan Jokowi sendiri, bukan permintaan dari Roy Suryo cs. Ia menyatakan bahwa Jokowi merasa tidak yakin laporan terhadap Roy Suryo cs akan naik ke persidangan.
“Jika perkaranya naik, tidak mungkin Pak Jokowi berani hadir,” tegas Taufik. Ia juga menekankan bahwa tanpa ijazah fisik dan kehadiran pelapor, perkara ini tidak bisa dibuktikan.
Andi Azwan Yakin Dokter Tifa Akan Ikuti Jejak Rismon
Andi Azwan, Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, meyakini bahwa dokter Tifa akan mengikuti langkah Rismon Sianipar. Ia menyatakan bahwa semenjak Rismon mengajukan RJ, Tifa menghilang dari media. “Tiba-tiba dia menghilang dari medsos dan media mainstream,” ujarnya.
Andi juga mengatakan bahwa Rismon melakukan hal serupa sebelum mengajukan RJ. “Ia tidak mau tampil di televisi, tidak mau tampil di podcast dan menghilang seperti itu,” tambahnya. Ia berkeyakinan bahwa Tifa sedang berkontemplasi untuk mengajukan RJ.
Kemungkinan Bebas dari Status Tersangka
Jika Tifa mengajukan RJ dan disetujui oleh Jokowi, maka status tersangkanya akan dicabut. Andi menyatakan bahwa nasib Tifa akan mirip dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, yang bebas setelah mengajukan RJ.
Namun, Andi menekankan bahwa Rismon masih akan menghadapi kasus lain terkait ijazah S1 dan S2 di Yamaguchi, Jepang. “Rismon masih menghadapi dilematis yaitu tentang kriminalnya,” ujarnya.
Jokowi Bersedia Beri RJ Kecuali Roy Suryo
Andi sebelumnya menyampaikan bahwa Jokowi bersedia memberikan RJ kepada para tersangka kasus ijazah, kecuali Roy Suryo. Alasannya karena Roy Suryo merupakan residivis. Oleh karena itu, Andi berharap Tifa mau mengajukan RJ selama Jokowi masih bersedia membuka pintu tersebut.
“Andi berharap selama Restorative Justice ini masih terbuka, dr Tifa ini bisa berpikir ulang untuk itu,” katanya. Ia juga menekankan bahwa RJ yang diajukan Tifa bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga demi anak-anaknya.
Dukungan dari Relawan Jokowi
Jika RJ yang diajukan Tifa disetujui oleh Jokowi, Andi dan kawan-kawan relawan lainnya akan mendukung keputusan tersebut. “Kami sebagai garda terdepan dari relawan Pak Jokowi, apapun keputusannya ketika dr Tifa itu meminta RJ dan diterima oleh Pak Jokowi, ya kita menerima,” ujarnya.
Andi menegaskan bahwa Jokowi tidak ingin melihat bangsa Indonesia terpecah belah karena isu-isu remeh-temeh. “Karena Pak Jokowi tidak ingin melihat bahwa bangsa kita ini terpecah belah dari hal-hal yang seperti yang menurut saya hal yang remeh-temeh ini, tapi digoreng-goreng terus,” paparnya.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”












