Iran Mengizinkan Kapal Negara Tertentu Melintasi Selat Hormuz
Iran telah mengumumkan daftar negara yang kapalnya diizinkan melintasi Selat Hormuz. Daftar ini mencakup sejumlah negara yang dianggap sebagai “sahabat” oleh pihak Iran. Meskipun Indonesia belum masuk dalam daftar tersebut, pemerintah Indonesia menyatakan bahwa Iran memberikan sinyal positif terkait kemungkinan izin bagi kapal-kapal Indonesia untuk melewati jalur strategis tersebut.
Kebijakan Iran Terkait Akses Selat Hormuz
Setelah menutup akses pelayaran selama beberapa waktu, Iran kini memberikan izin terbatas kepada sejumlah negara yang dianggap sebagai teman. Dalam surat kepada 176 anggota Organisasi Maritim Internasional, Iran menyatakan bahwa kapal-kapal non-musuh tetap dapat melintas dengan aman, asalkan tidak terlibat atau mendukung aksi agresi terhadap Iran, serta mematuhi aturan keselamatan dan keamanan.
Selat Hormuz tetap terbuka bagi semua negara, kecuali Amerika Serikat dan sekutunya. Izin ini berlaku selama kapal-kapal tersebut berkoordinasi dengan otoritas Iran.
Negara-Negara yang Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Beberapa negara telah mendapatkan izin untuk melintasi Selat Hormuz setelah komunikasi dengan pihak Iran. Berikut adalah daftar negara-negara tersebut:
- China
- Rusia
- India
- Pakistan
- Mesir
- Korea Selatan
- Malaysia
- Thailand
Dari daftar tersebut, beberapa kapal dari negara-negara tersebut bahkan membayar biaya menggunakan yuan. Salah satu perjalanan kapal difasilitasi oleh perusahaan jasa maritim China yang bertindak sebagai perantara dan mengurus pembayaran ke otoritas Iran, meski jumlah pastinya belum diungkap.

Situasi Indonesia di Selat Hormuz
Meskipun Indonesia belum masuk dalam daftar negara yang diizinkan melintasi Selat Hormuz, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyatakan bahwa otoritas Iran memberikan respons positif terkait kapal Pertamina yang sempat tertahan di Selat Hormuz.
“Informasi terakhir menunjukkan adanya tanggapan positif dari otoritas Iran, dan saat ini proses sudah masuk ke tahap teknis dan operasional agar kapal-kapal Indonesia dapat segera melintas dengan aman,” ujarnya dikutip dari Kompas.com.
Dave menuturkan, Komisi I DPR memandang situasi tersebut dengan penuh perhatian sekaligus optimisme, seraya meyakini diplomasi intensif dan komunikasi konstruktif pemerintah dapat memastikan kapal segera melanjutkan pelayaran. Hal ini menyangkut kepentingan nasional yang lebih luas, khususnya dalam menjaga ketahanan energi dan stabilitas pasokan bagi masyarakat.

Perkembangan Terkini tentang Kapal Pertamina
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mawengkang, menyampaikan bahwa Indonesia bersama pemerintah Iran mulai membahas aspek teknis dan operasional terkait kapal Pertamina yang masih berada di Teluk Arab karena belum bisa melintas di Selat Hormuz.
Menurutnya, dalam perkembangan komunikasi kedua negara, terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. “Yang saat ini sedang ditindaklanjuti oleh pihak terkait pada aspek teknis dan operasional,” kata Yvonne, dikutip dari Kompas.com.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."












