Kericuhan terjadi setelah demo pemakzulan Trump dibubarkan

Kerusuhan di Los Angeles Saat Unjuk Rasa “No Kings” Berlangsung

Unjuk rasa besar-besaran yang diberi nama “No Kings” di Amerika Serikat (AS) berakhir ricuh setelah pihak kepolisian melakukan pembubaran paksa. Peristiwa ini terjadi setelah ribuan orang berkumpul untuk menyampaikan aspirasi mereka terhadap Presiden AS, Donald Trump.

Dari video yang viral di X, terlihat sejumlah polisi memukul pengunjuk rasa. Bahkan, beberapa pria berpakaian militer membawa senjata laras panjang dikerahkan untuk mengamankan situasi. Beberapa pengunjuk rasa juga dilaporkan ditangkap oleh aparat setempat. Departemen Kepolisian Los Angeles berada dalam Siaga Taktis, memblokir jalan dan menangkap orang-orang yang menolak untuk pergi.

Setelah unjuk rasa dan pawai damai berakhir, kekacauan terjadi di luar Pusat Penahanan Federal. Untuk mengantisipasi kerumunan, kru Caltrans pada hari Jumat memasang gerbang keamanan di sepanjang jalan masuk dan keluar menuju Jalan Tol 101 di pusat kota. Selama protes “No Kings” sebelumnya di pusat kota Los Angeles, beberapa peserta pindah ke jalur jalan tol, untuk sementara memblokir lalu lintas.

Di Portland, Oregon, aksi demonstrasi “No Kings” menjadi tidak terkendali pada malam hari ketika para demonstran yang mengenakan masker gas menyerang petugas polisi yang mencoba mengendalikan massa, menurut video yang diunggah di X oleh FreedomNews.tv. Di Dallas, polisi terpaksa memisahkan demonstran “No Kings” dari demonstran tandingan “Pro America” karena kedua kelompok tersebut terlibat bentrokan sengit.

Video kejadian menunjukkan seorang demonstran diseret dan ditangkap, sementara yang lain meneriakkan “f–k you” kepada demonstran pro-Trump yang membawa bendera dan senjata otomatis.

Demonstrasi Global dengan Jutaan Peserta

Setidaknya 8 juta orang berkumpul di lebih dari 3.300 acara di seluruh 50 negara bagian dan hampir setiap benua. Mereka menuntut pemakzulan Donald Trump yang dianggap mulai bersikap otoriter di salah satu negara Demokrasi tertua di dunia tersebut. Unjuk rasa di AS yang menolak kepemimpinan Donald Trump itu berlangsung serempak di sejumlah negara bagian AS.

Di Washington, misalnya, terlihat puluhan ribu orang memenuhi Washington Park di pusat kota. Mereka menolak invasi AS ke Iran yang telah dilakukan Donald Trump. Pengunjuk rasa menyebut bahwa Tidak Ada Raja di Washington Park. Selain mengutuk serangan Donald Trump ke Iran, unjuk rasa juga menolak operasi imigran besar-besaran yang telah dilakukan pemerintahan Donald Trump.

Senator Bernie Sanders pun mengaku bangga dengan unjuk rasa jutaan masyarakat AS di Washington Park tersebut. Menurutnya, AS tidak akan pernah dan mau terjebak dalam sistem otoritarianisme yang sedang diciptakan Donald Trump.

“Saya bangga bergabung dengan warga Amerika di seluruh negeri hari ini untuk mengatakan dengan lantang dan jelas: Kami tidak akan menerima otoritarianisme,” tulis senator dari jalur independen itu di X. “Kami juga tidak akan menerima oligarki. Dan kami tidak akan menerima presiden yang merusak Konstitusi setiap hari.”

Aksi Demonstrasi Bertema No Kings

Di jalanan seperti dimuat Al Jazeera, pengunjuk rasa juga mendesak agar Donald Trump segera dimakzulkan. Aksi demonstrasi bertema No Kings ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Amerika Serikat selama menjadi salah satu negara demokrasi tertua di dunia.

Diketahui Donald Trump belum genap satu tahun memimpin AS kembali sudah melakukan sejumlah invasi ke negara lain. Donald Trump tercatat menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang kemudian disusul dengan menyerang Iran sehingga membuat Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei meninggal dunia. Bahkan Donald Trump juga sempat mengancam akan merebut Pulau Greenland dari Denmark. Ancaman Donald Trump sempat membuat Uni Eropa berang lantaran melanggar kesepakatan NATO.


Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?