Kisah Tajuddin: Dari Aktivis Pemuda ke Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara

Profil Tajuddin: Dari Aktivis Pemuda Hingga Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara

Tajuddin, seorang putra asli Banda Baro, memiliki perjalanan panjang dalam dunia politik dan pelayanan masyarakat. Dari awalnya sebagai aktivis pemuda hingga kini menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara periode 2024–2029, ia telah membuktikan dirinya sebagai sosok yang dekat dengan rakyat dan berkomitmen pada solusi publik.

Perjalanan Tajuddin tidak terjadi secara instan. Dari lorong desa di Banda Baro hingga ruang rapat parlemen daerah, ia melalui berbagai tahapan pengalaman yang memperkaya wawasan dan kemampuannya. Di tengah dinamika politik lokal di Aceh Utara, ia hadir sebagai figur yang dibentuk dari pengalaman akar rumput, mulai dari aktivisme pemuda, kerja sosial, hingga kini memegang peran strategis sebagai Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara.

Menurut Tajuddin, keputusannya untuk terjun ke dunia politik bukan semata-mata ambisi pribadi. Ia mengaku memiliki tanggung jawab besar untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, khususnya dari Banda Baro dan daerah pemilihan (dapil) 3 yang diwakilinya. Tujuannya adalah agar suara mereka dapat terdengar kuat di tingkat kabupaten hingga provinsi.

Lahir pada Februari 1979, pria yang akrab disapa Taju Banda ini dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai pendidikan dan pengabdian. Ayah dari satu putra dan satu putri ini tumbuh dalam lingkungan sederhana yang membentuk kepekaan sosial sejak dini. Bersama istrinya, Nur Aini, SP, MP (Kepala SMA Negeri 2 Muara Batu), ia menjalani kehidupan keluarga yang harmonis sekaligus menjadi penopang dalam perjalanan kariernya.

Pendidikan dan Pengembangan Diri

Pendidikan formal Tajuddin dimulai dari SD Negeri Ulee Nyeue, SLTP Swasta Banda Baro, dan SMU Negeri 2 Lhokseumawe. Ia melanjutkan studi ke Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, dan kini sedang menempuh pendidikan magister di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen.

Sebelum terjun ke politik, Tajuddin memperkaya wawasan melalui pendidikan non-formal di Sekolah Demokrasi Aceh Utara (SDAU). Program ini menjadi ruang belajar kritis bagi masyarakat dalam memahami isu sosial, lingkungan, dan partisipasi publik. Melalui kegiatan seperti edukasi lingkungan, diskusi publik, hingga talkshow tata kelola pemerintahan, ia mengasah kemampuan komunikasi dan membangun perspektif kritis terhadap kebijakan publik.

Pengalaman Organisasi dan Advokasi

Aktivitas organisasinya juga cukup panjang. Ia pernah menjadi pengurus Remaja Masjid Baitusshalihin, aktif di KNPI, serta memimpin sejumlah forum seperti Forum Peduli Banda Baro dan Forum Karyawan Kontrak PT Kertas Kraft Aceh. Ia juga terlibat dalam advokasi pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Aceh Malaka sebagai juru bicara.

Dalam dunia kerja, Tajuddin pernah menjadi karyawan PT Kertas Kraft Aceh (Persero), serta aktif dalam program pemberdayaan masyarakat seperti PNPM Mandiri dan Program Dana Desa sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD). Ia juga pernah menjabat sebagai Kasubbid di Baitul Mal Aceh Utara, yang memperkaya pengalamannya dalam pengelolaan dana sosial.

Perjalanan Karier Politik

Karier politiknya mulai menanjak saat terpilih sebagai Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Utara periode 2019–2024. Pada periode 2024–2029, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) terkait Hak Guna Usaha (HGU) dan industri—isu strategis dalam pembangunan daerah.

Dengan latar belakang aktivis, pekerja, dan penggerak sosial, politisi Partai Aceh (PA) itu kini menjadi salah satu aktor penting dalam perumusan kebijakan daerah. Ia hadir sebagai representasi pemimpin yang tumbuh dari bawah, dekat dengan masyarakat, serta berorientasi pada solusi dan kepentingan publik.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?