Dudung Abdurachman, Jenderal TNI yang Jadi Ayah Angkat Fajar Sadboy

Fajar Sadboy dan Hubungannya dengan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman

Fajar Sadboy, sosok yang kini tengah menjadi sorotan publik, ternyata memiliki hubungan istimewa dengan seorang jenderal TNI yang kini menjadi salah satu tokoh penting di pemerintahan. Dalam sebuah konferensi pers terkait kecelakaan motor yang ia alami, Fajar ditemani oleh ayah angkatnya, yaitu Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.

Profil Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman

Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman adalah sosok yang tidak bisa dianggap sepele dalam dunia politik dan militer Indonesia. Ia saat ini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional serta Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Dudung dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2024 lalu. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Andika Prakasa. Jabatan KSAD yang ia emban berlangsung dari tahun 2021 hingga 2023.

Lahir pada 16 November 1965 di Bandung, Provinsi Jawa Barat, Dudung adalah putra dari pasangan Nasuha dan Nasyati yang bekerja sebagai PNS di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi. Ia menikah dengan Rahma Setyaningsih dan menganut agama Islam. Pasangan ini dikaruniai tiga orang anak, yaitu Nadine Aqmarina Setyaningsih, Nina Bonita Hasanah, dan Mohammad Tri Anjas Septiadi.

Riwayat Pendidikan Jenderal Dudung Abdurachman

Jenderal Dudung Abdurachman adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 B. Di Akmil 1988 B, ia satu angkatan dengan eks Stafsus Kasad Letjen TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.MDS., M.A.

Berikut adalah riwayat pendidikan kemiliteran yang pernah dijalaninya:
* AKABRI (1988-B)
* Sesarcabif (1988)
* Diklapa-I
* Dik PARA
* Diklapa-II
* Seskoad
* Susdanyon
* Susdandim
* Sesko TNI
* Lemhannas PPRA 52 (2014)

Sementara itu, pendidikan umum yang pernah ia tempuh antara lain:
* SDN Patrakomala Kota Bandung (1972–1979)
* SMP Kartika XIX-1 Kota Bandung (1979–1982)
* SMA Negeri 9 Bandung (1982–1985)
* S-1 Fakultas Ekonomi UnKris Jakarta (2010)
* S-2 Fakultas Ekonomi STIE Makasar (2013)
* S-3 Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti (2022)
* Guru Besar Manajemen Strategis Sekolah Tinggi Hukum Militer AHM-PTHM (2023)

Karier Jenderal Dudung Abdurachman

Karier Jenderal Dudung Abdurachman telah melalui berbagai tahapan penting di institusi TNI AD. Ia memulai kariernya sebagai Danton III Kompi B Yonif 744/Satya Yudha Bakti pada tahun 1988.

Beberapa jabatan strategis yang pernah diemban oleh Dudung antara lain:
* Danton II Kompi B Yonif 744/Satya Yudha Bakti (1992–1993)
* Danton I Kompi B Yonif 744/Satya Yudha Bakti (1993–1994)
* Kasi 2 Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama (1994–1995)
* Dankipan A Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama (1995)
* Dan Kelas Satdik Sarcab PK Pusdikif Pussenif (1995–1998)

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai:
* Wadanyonif 410/Alugoro (1998–1999)
* Wadanyonif 401/Banteng Raider (1999–2000)
* Kasdim 0733/BS Semarang (2000–2002)
* Pabandyaops Kodam II/Sriwijaya (2002)
* Danyonif 143/Tri Wira Eka Jaya (2002–2004)
* Dandim 0406/Musi Rawas (2004–2006)
* Dandim 0418/Palembang (2006–2008)

Ia juga pernah menjabat sebagai:
* Pabandya 2/Lurjahril Mabesad (2008–2009)
* Pabandya 3/Diaga Mabesad (2009–2010)
* Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010–2011)
* Danrindam II/Sriwijaya (2011–2012)
* Paban I/Ren Spersad (2012–2013)
* Paban I/Ren Spers TNI (2013–2014)
* Pamen Denma Mabes TNI (2014–2015)
* Dandenma Mabes TNI (2015)

Karier Dudung semakin moncer setelah ia diangkat sebagai Wakil Gubernur Akmil pada tahun 2015. Pada tahun 2016, ia dipercaya untuk menjadi Staf Khusus Kasad. Di tahun 2017, ia ditunjuk sebagai Waaster Kasad. Pada 2018, ia menjadi Gubernur Akmil. Dua tahun kemudian, ia diutus untuk menjabat Pangdam Jayakarta. Setelah itu, ia menjabat sebagai Pangkostrad pada tahun 2021 sebelum akhirnya diangkat sebagai KSAD.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?