UIN Alauddin Makassar Lantik Tiga Guru Besar, Ini Nama-Nama Mereka

Pengukuhan Tiga Guru Besar di UIN Alauddin Makassar

Universitas Islam Negeri (UIN) Alauuddin Makassar menggelar sidang senat terbuka luar biasa untuk mengukuhkan tiga guru besar. Acara berlangsung pada hari Kamis, 2 April 2026, di Gedung Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Jalan HM Yasin Limpo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Tiga dosen yang dikukuhkan sebagai guru besar adalah:

  • Prof Dr H Afifuddin, Lc., M.Ag
  • Prof Dr Hj Gustia Tahir, M.Ag
  • Prof Dr Siradjuddin, S.E., M.Si

Setiap guru besar memiliki bidang kajian yang berbeda-beda. Prof Afifuddin dikukuhkan dalam bidang Pendidikan Islam Multikultural. Sedangkan Prof Gustia Tahir menjadi guru besar dalam bidang Eco-Sufisme Islam. Adapun Prof Siradjuddin dikukuhkan dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia/Kepemimpinan.

Pada acara tersebut, ketiganya tampil mengenakan toga dan menyampaikan orasi ilmiah secara bergantian di podium. Orasi-orasi ini menunjukkan pemikiran mendalam dan kontribusi akademik mereka terhadap dunia pendidikan dan keilmuan.

Orasi Ilmiah yang Menarik Perhatian

Prof Afifuddin membawakan orasi dengan judul “Mangaji Tudang: Model Pendidikan Islam Multikultural dan Deradikalisasi Berbasis Keluhuran Akhlak Pesantren”. Ia menjelaskan konsep mangaji tudang sebagai model pendidikan yang mampu memperkuat nilai-nilai multikultural dalam konteks pesantren.

Sementara itu, Prof Gustia Tahir mengangkat tema “Haruskah Kita Pindah Planet Lain; Eco-Sufisme dan Tobat Ekologis”. Dalam orasinya, ia menekankan pentingnya hubungan cinta antara manusia dan alam serta bagaimana eco-sufisme bisa menjadi jalan untuk menjaga lingkungan.

Prof Siradjuddin menyampaikan orasi bertajuk “Reorientasi Kepemimpinan di Tengah Krisis Keteladanan dan Politik Pragmatis: dari Kepemimpinan Transformasional ke Transaksional”. Ia menyoroti pergeseran dari kepemimpinan yang transformatif ke transaksional dan implikasinya terhadap masyarakat.

Tanggapan Rektor UIN Alauddin Makassar

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, memberikan tanggapan terhadap ketiga orasi tersebut. Ia menyebut pengukuhan ini sebagai momentum penting bagi civitas akademika.

“Sejatinya pengukuhan seperti ini dihadirkan agar mahasiswa bisa menyaksikan langsung pencapaian akademik tertinggi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa momen tersebut diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk meraih capaian serupa di masa depan.

Hamdan juga menilai konsep “mangaji tudang” yang diangkat oleh Prof Afifuddin memiliki kekuatan dalam tradisi lokal. Namun, ia menilai konsep tersebut perlu adaptasi di era modern karena ketergantungan pada figur guru dan keterbatasan jangkauan di era digital.

Terkait gagasan eco-sufisme dari Prof Gustia Tahir, Hamdan menilai konsep tersebut menawarkan pendekatan relasi cinta terhadap alam. Namun, ia mempertanyakan posisi eco-sufisme dalam kajian yang lebih luas. “Apakah eco-sufisme ini bagian dari ekoteologi atau varian lain, ini perlu dielaborasi lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, terhadap orasi Prof Siradjuddin, Hamdan mengkritisi penggunaan istilah reorientasi kepemimpinan. “Kalau reorientasi berarti perbaikan, seharusnya dari transaksional ke transformasional, bukan sebaliknya,” katanya. Ia menilai bahwa pendekatan pragmatis dalam kepemimpinan tidak selalu negatif.

Hamdan menegaskan bahwa ketiga orasi tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni membentuk pribadi yang transformatif. “Kalau ingin dipercaya, tunjukkan bukti. Kalau ingin dicinta, tunjukkan aksi. Dan kalau ingin dimaafkan, tunjukkan perubahan,” pesannya.

Ia pun mengapresiasi capaian ketiga guru besar dinilai melalui proses panjang hingga membentuk karakter. “Kesuksesan yang diraih dengan proses itulah yang membentuk karakter,” pungkasnya.




Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?