Hasil negosiasi Iran dengan AS belum final, masih ada perbedaan

Perundingan Iran-AS di Pakistan Dihentikan Sementara

Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, telah dihentikan sementara setelah 14 jam pembicaraan. Meski demikian, kedua belah pihak menyatakan bahwa diskusi akan dilanjutkan dalam waktu dekat. Pertemuan ini menjadi pertemuan tatap muka pertama antara dua negara tersebut dalam lebih dari satu dekade, sekaligus merupakan pertemuan tingkat tinggi terbesar sejak Revolusi Islam 1979.

Pembicaraan ini bertujuan untuk mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur energi global yang vital. Sejak perang dimulai, selat ini telah diblokir oleh Iran, sehingga memicu lonjakan harga minyak dunia. Hasil dari negosiasi ini dapat menentukan nasib gencatan senjata yang baru berjalan dua minggu dan membuka kembali akses ke jalur penting tersebut.

Perselisihan Utama Antara Kedua Pihak

Meskipun ada kesepakatan untuk bertukar dokumen teknis, masih terdapat perbedaan pendapat antara Iran dan AS. Iran menuntut kendali penuh atas Selat Hormuz serta ganti rugi atas kerugian akibat perang. Sementara itu, AS menekankan pentingnya kebebasan navigasi bagi kapal-kapal internasional serta penghentian sepenuhnya program nuklir Iran.

Pemerintah Iran menyatakan bahwa perundingan akan dilanjutkan di Pakistan setelah jeda singkat. Namun, hingga saat ini belum ada informasi pasti mengenai tanggal atau waktu pelaksanaan putaran berikutnya. Pembicaraan ini juga akan dimediasi oleh Pakistan, dengan persetujuan dari kedua tim negosiasi.

Para Perwakilan yang Hadir

Dalam pertemuan tersebut, AS diwakili oleh Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta Jared Kushner, menantu Presiden Donald Trump. Di sisi lain, Iran diwakili oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi. Mereka berdiskusi selama dua jam sebelum beristirahat.

Sampai saat ini, pemerintahan Trump belum memberikan komentar resmi mengenai hasil negosiasi maupun perbedaan pendapat yang tersisa. Delegasi Iran sendiri tiba di Islamabad pada hari Jumat (10/4/2026) dengan mengenakan pakaian serba hitam sebagai bentuk duka cita atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan para korban perang lainnya.

Penyelidikan Terkait Serangan Militer

Pemerintah Iran menyebutkan bahwa delegasi mereka juga membawa sepatu dan tas milik siswa yang tewas dalam pengeboman AS terhadap sebuah sekolah di dekat kompleks militer. Pentagon menyatakan bahwa serangan tersebut masih dalam penyelidikan, namun laporan Reuters menyebutkan bahwa penyelidik militer meyakini kemungkinan besar AS bertanggung jawab.

Selain itu, beberapa sumber dari Pakistan melaporkan adanya perubahan suasana hati selama pertemuan, dengan suhu politik yang naik turun. Hal ini menunjukkan bahwa ketegangan masih terasa meskipun ada upaya diplomasi.

Tuntutan Iran dan Target AS

Di luar urusan pengembalian aset, otoritas Iran menyampaikan beberapa tuntutan tambahan. Mereka mendesak agar diberikan kendali mutlak atas Selat Hormuz serta wewenang untuk menarik tarif transit. Selain itu, Iran juga meminta pencairan ganti rugi perang dan pemberlakuan gencatan senjata secara menyeluruh di tingkat regional, termasuk di Lebanon.

Di pihak AS, target Presiden Trump dilaporkan telah bergeser. Sebagai syarat minimum, AS menuntut kebebasan navigasi bagi pelayaran global melalui Selat Hormuz dan pelumpuhan total program pengayaan nuklir Iran. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa Iran tidak dapat memproduksi bom atom.

Tingkat Ketenangan yang Masih Rendah

Di tengah upaya diplomasi, sejumlah narasumber Reuters di lokasi menyatakan bahwa rasa ketidakpercayaan antara kedua belah pihak masih sangat tinggi. Hal ini membuat proses negosiasi menjadi lebih rumit, meskipun ada harapan bahwa kesepakatan bisa dicapai dalam putaran berikutnya.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?