Tantangan Wakil Gubernur Kalbar terhadap Gubernur Jabar
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan tantangan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memperbaiki jalan-jalan rusak di wilayah Kalbar. Ia menegaskan bahwa perbedaan anggaran dan luas wilayah menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur. Tantangan ini muncul setelah warga Kabupaten Sintang mengeluhkan kondisi jalan yang tidak kunjung diperbaiki.
Krisantus Kurniawan juga menyampaikan bahwa masalah yang dihadapi Kalbar berbeda dengan Jawa Barat. “Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” katanya saat membuka Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kamis 9 April 2026. Ia menambahkan bahwa semakin luas wilayah, semakin berat biaya pembangunan. Oleh karena itu, masyarakat jangan sampai gagal paham.
Dedi Mulyadi merespons tantangan tersebut secara bijak melalui unggahan di Instagram pribadinya. Ia menyampaikan bahwa tidak ada maksud untuk dibandingkan dengan daerah lain. “Buat bapak Wakil Gubernur Kalimantan Barat, saya mengucapkan atas tantangannya, mohon maaf selama ini saya melakukan pembangunan di Jawa Barat,” ujarnya.
Profil Singkat Krisantus Kurniawan
Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si. lahir di Nanga Layung pada 3 Juni 1969. Ia adalah seorang laki-laki beragama Katolik dan berstatus menikah. Riwayat pendidikannya dimulai dari SD Negeri Nanga Sepauk yang diselesaikannya pada tahun 1982. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP Panca Setya dan lulus pada tahun 1985, sebelum melanjutkan ke SMA Panca Setya dan menyelesaikannya pada tahun 1988.
Setelah itu, ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Terbuka Pontianak serta Universitas Tanjungpura. Dalam perjalanan kariernya, Krisantus memulai pengalaman profesionalnya pada periode 1991–1994 di Rokan Group Holding Company. Ia kemudian bekerja sebagai kontraktor di berbagai perusahaan, yakni PT. Sime Indo Agro (1995–1997), PT. Mitra Austral Sejahtera (1997–1998), serta PTPN XIII (1998–1999).
Karier politiknya dimulai pada tahun 1999 ketika ia terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sanggau untuk periode 1999–2004. Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sanggau pada periode 2004–2009. Selanjutnya, ia menjadi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat selama dua periode berturut-turut, yakni 2009–2014 dan 2014–2019. Puncak karier politiknya berlanjut saat ia terpilih sebagai Anggota DPR RI untuk periode 2019–2024.
Pada Pilkada 2024, Krisantus Kurniawan maju bersama Ria Norsan. Berikut perolehan suara selengkapnya:
* Paslon 1 Sutarmidji dan Didi Haryono: 963.453 atau 37,28 persen suara
* Paslon 2 Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan: 1.364.563 atau 52,80 persen suara
* Paslon 3 Mahendrawan dan Jakius Sinyor: 256.530 atau 9,92 persen suara
Harta Kekayaan Wakil Gubernur Kalbar
Krisantus Kurniawan memiliki harta kekayaan sebesar Rp3.863.000.000. Jumlah tersebut ia laporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 28 Maret 2025. Berikut rincian lengkapnya:
- Tanah Dan Bangunan: Rp. 1.200.000.000
-
Tanah Dan Bangunan Seluas 200 M2/100 M2 Di Kab / Kota Kota Pontianak , Hasil Sendiri: Rp. 1.200.000.000
-
Alat Transportasi Dan Mesin: Rp. 963.000.000
- Mobil, Toyota Yaris 1.5 S M/T Tahun 2015, Hasil Sendiri: Rp. 85.000.000
- Mobil, Ford Ecosport 1.5l Mt-Trend Tahun 2014, Hasil Sendiri: Rp. 110.000.000
- Motor, Honda Vario Tahun 2016, Hasil Sendiri: Rp. 18.000.000
- Mobil, Jeep Cherokee Trailhawk 2.4a Tahun 2015, Hasil Sendiri: Rp. 650.000.000
-
Mobil, Nissan Terrano / K3 Kingroad 2.4 Liter Tahun 2006, Hasil Sendiri: Rp. 100.000.000
-
Harta Bergerak Lainnya: Rp. —-
- Surat Berharga: Rp. —-
- Kas Dan Setara Kas: Rp. 1.700.000.000
- Harta Lainnya: Rp. —-
- Sub Total: Rp. 3.863.000.000
- Utang: Rp. —-
- Total Harta Kekayaan: Rp. 3.863.000.000
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.












