Profil Gus Irfan, Menteri Haji yang Inovatif dengan Sistem ‘War Tiket’!

Profil Gus Irfan, Menteri Haji yang Mengusulkan Sistem “War Tiket”

Gus Irfan, yang dikenal sebagai Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, kini tengah menjadi sorotan publik setelah mengusulkan wacana sistem “war tiket” untuk mengatasi masalah antrean haji. Wacana ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Pada acara Pembukaan Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M yang digelar di Asrama Haji Tangerang, Rabu (8/4/2026), Gus Irfan menyampaikan gagasannya tentang perlu tidaknya antrean yang terlalu lama dalam proses pendaftaran haji. Ia mengatakan bahwa pemerintah bisa mengumumkan biaya haji dan tanggal pembukaan pendaftaran, sehingga siapa pun yang ingin berhaji hanya perlu membayar sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

“Semacam war ticket, tentu bukan hal gampang, tetapi sebagai wacana, sah-sah saja,” ujarnya. Meski begitu, wacana ini masih memicu diskusi yang cukup hangat di kalangan masyarakat.

Latar Belakang Gus Irfan

Mochamad Irfan Yusuf atau lebih dikenal dengan panggilan Gus Irfan lahir dan besar di Jombang, Jawa Timur. Ia kini berusia 62 tahun dan memiliki rekam jejak yang panjang di berbagai bidang, termasuk pendidikan, pesantren, serta politik.

Pendidikan dasarnya dimulai di kampung halamannya sebelum melanjutkan ke SMPP Jombang (sekarang SMAN 2 Jombang) dan lulus pada tahun 1981. Setelah itu, ia melanjutkan studinya ke Universitas Brawijaya, Malang, dan meraih gelar sarjana pada 1985. Ia juga melanjutkan studi magister di universitas yang sama.

Perjalanan Karier di Dunia Pesantren

Perjalanan karier Gus Irfan di dunia pesantren dimulai sejak 1989, ketika ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Umum di Pondok Pesantren Tebuireng. Pesantren ini memiliki nilai historis kuat karena didirikan oleh kakeknya, KH Hasyim Asy’ari.

Selain itu, Gus Irfan juga pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT BPR Tebuiret selama dua dekade, yakni dari 1996 hingga 2016. Di bidang pendidikan, ia juga memimpin Pesantren Al-Farros sejak 2006, memperkuat kiprahnya sebagai pengasuh sekaligus pendidik.

Peran dalam Ekonomi Umat dan Politik

Gus Irfan aktif dalam pengembangan ekonomi umat melalui Nahdlatul Ulama. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian NU (LPNU), yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya warga Nahdliyin.

Kariernya kemudian merambah ke dunia politik. Pada 2018, ia terlibat dalam tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai juru bicara. Ia juga bergabung dengan Partai Gerindra, yang semakin memperkuat langkah politiknya.

Puncaknya, pada Pemilu Legislatif 2024, Gus Irfan maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur VIII. Berkat dukungan masyarakat, ia berhasil meraih 77.433 suara dan terpilih sebagai anggota DPR RI untuk periode 2024–2029. Kini, ia menjabat sebagai Menteri Haji dan Umrah periode 2024 -2029.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?