Cara Septian, Anak Penjual Pindang, Jadi Wisudawan Terbaik Untidar

Lulusan Terbaik Universitas Tidar yang Mengelola Waktu dengan Disiplin

Septiawan Puji Trianto, lulusan terbaik dari Fakultas Hukum Universitas Tidar (Untidar) Magelang, menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh kemampuan mengatur waktu dan prioritas. Dengan IPK sebesar 3,91 dan masa studi hanya 3 tahun 5 bulan 9 hari, Septian berhasil meraih gelar sarjana dalam waktu yang sangat singkat.

Banyak orang mungkin berpikir bahwa menjadi lulusan terbaik hanya membutuhkan belajar giat. Namun, bagi Septian, kunci utamanya adalah disiplin dalam mengatur waktu. Meski memiliki banyak aktivitas di luar kelas, ia tetap mampu menjaga prestasi akademiknya. Ia bahkan aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk mengajar, bekerja sebagai fotografer dan videografer, menjadi MC, serta mengelola bisnis wisata yang kini resmi berbadan hukum sebagai PT.

Kunci Sukses: Skala Prioritas

Salah satu rahasia utama Septian dalam mengelola waktu adalah membuat skala prioritas. Ia menjelaskan bahwa setiap hari, ia memetakan apa yang paling mendesak dan mana yang bisa ditunda. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua tugas dapat terselesaikan secara efisien.

Kebiasaan ini sudah ia terapkan sejak masa sekolah menengah. Ia mengakui bahwa hidup tanpa rencana akan menjadi risiko besar. Baginya, perencanaan adalah hal penting yang harus dilakukan, meskipun terkadang rencana bisa saja salah atau berubah karena situasi yang tidak terduga.

Manajemen Energi dan Fokus

Septian tidak menyangkal bahwa ada banyak bentrok jadwal yang sering terjadi. Bahkan, tidur pada pukul 1 sampai 2 pagi menjadi rutinitas yang harus diikuti. Ia mengaku bahwa manajemen seperti ini terkadang menjengkelkan, terutama ketika lelah dan harus mengorbankan waktu tidur.

Namun, ia tetap percaya bahwa kelelahan bukanlah masalah utama. Yang lebih penting adalah semua agenda yang telah direncanakan tetap berjalan sesuai rencana. Disiplin inilah yang membuatnya tetap aktif dalam organisasi kampus, mulai dari Pseudo Judiciary hingga BEM Fisipol, sambil mempertahankan prestasi akademiknya.

Motivasi dari Keluarga

Di balik semua kesuksesannya, Septian selalu diingatkan oleh motivasi sederhana dari keluarganya. Sebagai putra dari seorang petani dan penjual ikan rebus, ia merasa bahwa peluang kuliah yang ia dapatkan tidak datang dengan mudah. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk memaksimalkan setiap kesempatan yang ada.

Kisah hidupnya menjadi contoh nyata bagi banyak anak muda bahwa kesuksesan di kampus tidak hanya tentang menjadi pintar, tetapi juga tentang bagaimana mengelola kehidupan dengan cara yang terstruktur, terfokus, dan konsisten.

Aktivitas yang Menyibukkan

Selain berkecimpung dalam dunia akademik, Septian juga aktif dalam berbagai bidang. Ia tidak hanya mengajar, tetapi juga bekerja sebagai fotografer dan videografer. Selain itu, ia juga sering menjadi MC dan moderator dalam berbagai acara. Bisnis wisata yang ia kelola kini resmi berbadan hukum sebagai PT, menunjukkan bahwa ia mampu mengelola usaha dengan baik.

Keberhasilan yang Tak Mudah

Meskipun tampak sukses, Septian mengakui bahwa perjalanan tidak selalu mulus. Ada banyak tantangan yang ia hadapi, termasuk kesibukan yang membuatnya sering melewatkan waktu istirahat. Namun, ia tetap berusaha untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan aktivitas di luar kampus.

Dengan disiplin dan komitmen, Septian membuktikan bahwa kesuksesan bisa diraih dengan kerja keras dan pengelolaan waktu yang baik.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?