Dinamika Politik Internal PKB Sulsel Memasuki Babak Baru
Pertarungan politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Sulawesi Selatan memasuki babak yang lebih intensif. Lima Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Zona 5 menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Bulukumba, Sabtu (11/4/2026), yang menjadi ajang pertarungan antara petahana dan para penantang baru.
Pertemuan di Hotel Agri
Muscab ini diselenggarakan di Hotel Agri, Jl R. Suprapto, dan dihadiri oleh DPC PKB dari Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Kepulauan Selayar. Meski digelar sebagai agenda rutin, forum ini berubah menjadi arena persaingan terbuka antara incumbent dan kandidat-kandidat baru.
Di Kabupaten Bantaeng, tiga kandidat siap menantang petahana. Di Kepulauan Selayar, kontestasi jauh lebih sengit dengan sebanyak 14 nama muncul sebagai penantang, termasuk menghadapi figur kuat Aji Sumarno. Di Bulukumba, lima penantang bersiap merebut kursi ketua dari incumbent Pahuidin HDK.
Tidak Ada Jaminan untuk Incumbent
Wakil Ketua DPW PKB Sulsel, Syamsu Rizal, menegaskan bahwa tidak ada jaminan bagi incumbent untuk kembali menjabat. Ia menekankan bahwa yang dibutuhkan adalah integritas, kualitas, dan kemampuan membangun hubungan dengan pemerintah, ulama, serta organisasi masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa tantangan Pemilu ke depan akan berbeda dari 2024. Oleh karena itu, PKB membutuhkan figur pemimpin yang mampu merumuskan strategi baru dan adaptif.
Proses Seleksi Calon Ketua yang Serius
Proses seleksi calon ketua tidak hanya administratif. DPP PKB akan menurunkan tim penguji independen, termasuk ahli psikologi, untuk menguji kelayakan para kandidat. Hal ini menunjukkan semakin seriusnya partai dalam menyiapkan kepemimpinan ke depan.
Peringatan Profesionalisme dari Farida Farichah
Di sisi lain, Sekretaris Bidang Kerja Sama Luar Negeri DPP PKB, Farida Farichah, memberi peringatan tegas kepada seluruh kader tentang pentingnya profesionalisme dalam mengelola partai. Ia menekankan bahwa semua kegiatan harus terlapor secara online dan tidak boleh ada lagi aktivitas partai yang tidak terpantau, dari ranting hingga kabupaten.
Farida juga menyoroti pentingnya penataan struktur organisasi yang nyata, bukan sekadar formalitas di atas kertas. “Jangan ada nama tanpa orangnya. Struktur harus hidup dan solid,” tegasnya.
Masa Depan PKB di Sulawesi Selatan
Muscab Zona 5 ini bukan hanya soal memilih ketua, tetapi menjadi cerminan pertarungan arah dan masa depan PKB di Sulawesi Selatan—antara mempertahankan kekuatan lama atau membuka jalan bagi wajah-wajah baru.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












