Dua SMPN Baru di Surabaya Belum Siap Menerima Siswa 2026
Dua Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) baru yang dibangun di kawasan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut dan Waru Gunung, Kecamatan Karangpilang, Surabaya, Jawa Timur, belum bisa menerima siswa untuk Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada Juni 2026. Saat ini, kondisi bangunan kedua sekolah tersebut masih jauh dari kata siap. Struktur gedung hanya berupa kerangka tanpa atap, serta belum dilengkapi ruang kelas yang layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Proyek Tertunda Hingga 2027
Proses penyelesaian proyek pembangunan dua SMPN baru ini diperkirakan membutuhkan waktu tambahan, setidaknya satu tahun ke depan. Dengan kondisi saat ini, kedua sekolah tersebut diproyeksikan baru dapat menerima siswa pada tahun ajaran 2027.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr Akmarawita Kadir, menyampaikan bahwa pihaknya menduga bahwa bangunan sudah lengkap dengan kelas. Namun, ternyata masih jauh dari harapan. Ia dan anggota Komisi D turun langsung meninjau lokasi pembangunan, dan menemukan bahwa kondisi di lapangan tidak sesuai dengan laporan sebelumnya.
DPRD Mengkritik Perencanaan Proyek
Komisi D DPRD Surabaya menilai perencanaan proyek pembangunan sekolah perlu dievaluasi secara menyeluruh. DPRD juga menekankan pentingnya fungsi pengawasan hingga ke tahap pelaksanaan di lapangan.
“Selama ini laporan dari Dinas Pendidikan selalu mengupayakan akan mengoperasikan SMPN baru 2026. Tapi nyatanya tidak karena bangunan masih belum tuntas,” ujar Akma.
Anggaran Besar, Hasil Belum Maksimal
Pada APBD 2025, DPRD Surabaya telah menyetujui anggaran pembangunan tiga SMPN baru. Namun realisasinya belum sesuai harapan. Bahkan, satu proyek SMPN di Tambak Wedi dipastikan gagal, karena tidak dikerjakan kontraktor. Sementara dua proyek lainnya masih dalam tahap pembangunan awal.
“Saya pikir Rp 8,5 miliar anggaran APBD 2025 kemarin sudah menuntaskan bangunan sekolah dan kelas. Tapi masih kerangka dan pagar tembok,” reaksi anggota Komisi D, Imam Syafii.
Tambahan Anggaran dan Proses Lelang
Untuk melanjutkan pembangunan, pemerintah telah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp 4,1 miliar pada tahun 2026. Namun, hingga saat ini proses lelang proyek masih berada dalam tahap sanggah. DPRD memastikan akan mengawal ketat agar pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.
Imam Syafii menegaskan, bahwa penyelesaian proyek akan terus dipantau, termasuk kelengkapan bangunan seperti lantai, dinding, hingga rencana pembangunan lantai tiga.
Dengan berbagai kendala yang ada, harapan agar dua SMPN tersebut dapat segera beroperasi pada akhir tahun 2026 masih bergantung pada percepatan proses pembangunan yang saat ini berjalan.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












