Ducati Panigale V4 Lamborghini, Motor Mewah yang Hanya Diproduksi 630 Unit Saja

Ducati Panigale V4 Lamborghini, Motor Eksklusif yang Hanya Diproduksi Terbatas

Jakartatalks.com – Milan – Kedua merek besar Italia, Ducati dan Lamborghini, kembali menjalin kerjasama ketiga dengan meluncurkan Ducati Panigale V4 Lamborghini yang baru. Kolaborasi ini telah memperkenalkan dua model terkuat, yaitu Lamborghini Streetfighter V4 (2023) dan Lamborghini Diavel 1260 (2021), yang telah menjadi incaran para penggemar di seluruh dunia. Namun, kali ini, Lamborghini Panigale V4 ini menjadi yang terkuat dengan tenaga 218,5hp pada 13.500rpm dan torsi 122Nm pada 11.250rpm.

Kerjasama ini menggabungkan dua model terkuat dari kedua merek, yaitu Panigale V4 dan Revuelto, untuk menciptakan model khusus ini. Kedua model ini mewakili mesin berkinerja tinggi dari masing-masing merek, terutama mesin Desmosedici Stradale dari Ducati dan Lamborghini V12.

Sebagai informasi, Lamborghini Revuelto adalah mobil sport super plug-in hybrid (PHEV) pertama yang diproduksi oleh perusahaan tersebut, yang telah menetapkan standar baru untuk pasar global. Dengan kombinasi mesin bensin dan listrik, Revuelto mampu menghasilkan tenaga sebesar 1.015hp.

Ducati mengungkapkan bahwa Panigale V4 Lamborghini ini didasarkan pada varian andalan Panigale V4 S yang telah dikembangkan secara khusus. Selain itu, Ducati juga menerapkan corak dan detail yang terinspirasi dari Revuelto pada mesin edisi khusus ini, yang hanya akan diproduksi sebanyak 630 unit.

Selain itu, sepeda motor ini juga dilengkapi dengan pelek aluminium yang memiliki desain yang sama dengan yang digunakan pada Revuelto. Selain itu, panel bodi yang terinspirasi dari Revuelto juga turut hadir pada Panigale V4 Lamborghini ini. Dengan penggunaan material serat karbon dan knalpot Akrapovic, berat sepeda motor ini hanya 185 kg (2,2 kg) lebih ringan daripada Panigale V4 S.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?