Bisnis  

22 Tahun Menjaga Api di Jombang: Rahasia Mastubi Mengolah Ikan Bakar Beromzet Jutaan Rupiah

Kehidupan Mastubi, Penjaja Ikan Bakar yang Berjuang dengan Kesabaran

Di kawasan Betek Utara, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, aroma ikan bakar mengisi udara setiap sore. Suara api yang menyala dan kepulan asap menjadi tanda bahwa usaha kecil yang telah berjalan selama lebih dari dua puluh tahun sedang kembali aktif. Di balik panggangan sederhana ini, Mastubi (50) menjalani rutinitas harian yang penuh ketekunan.

Sejarah Awal Usaha

Mastubi memulai usahanya sejak tahun 2004 silam. Dari awal hingga kini, ia terus menjaga kualitas produknya. Ikan panggang tombro dan ikan mas yang ia jual berasal langsung dari Lamongan, daerah yang dikenal sebagai penghasil ikan berkualitas. Proses pembuatan ikan bakarnya tidak instan, tetapi dilakukan dengan kesabaran dan perhitungan yang matang.

Proses Pembuatan yang Membutuhkan Ketelitian

Setiap hari, Mastubi mulai bekerja sejak pagi. Ikan-ikan segar dipotong dengan ukuran yang tepat agar hasil akhirnya sempurna. Untuk ikan seberat satu kilogram, biasanya dibagi menjadi empat hingga lima bagian, sementara untuk ukuran setengah kilogram, potongan lebih sedikit. Ukuran ini sangat penting karena memengaruhi kematangan ikan.

Bara api dijaga agar tidak terlalu besar, sehingga daging ikan tetap lembut dan tidak gosong. Waktu pembakaran juga diatur agar ikan matang merata. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi, tetapi bagi Mastubi, hal ini adalah kunci dari rasa yang istimewa.

Harga dan Permintaan yang Fluktuatif

Harga jual ikan panggang Mastubi saat ini berkisar antara Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram. Dalam satu kilogram, pelanggan bisa mendapatkan delapan hingga dua belas potong, tergantung ukuran ikan. Namun, saat menjelang Lebaran, permintaan melonjak drastis, membuat harga ikut meningkat hingga sekitar Rp 100.000 per kilogram.

Meski begitu, pelanggan tetap setia datang. Rasa yang konsisten menjadi alasan utama mereka kembali. Dalam sehari, Mastubi mampu mengolah antara 70 kilogram hingga satu kuintal ikan. Jumlah itu belum termasuk ikan laut segar yang juga ia jual. Omzet harian bisa mencapai Rp 5 juta hingga Rp 6 juta.

Konsistensi sebagai Kunci Keberhasilan

Kesuksesan Mastubi bukan hanya terletak pada angka penjualan, tetapi juga pada konsistensi dan kualitas produk yang ia tawarkan. Dalam era kuliner modern yang serba cepat, usaha tradisional seperti ini masih memiliki tempat. Kuncinya adalah menjaga rasa dan kualitas tanpa mengorbankan nilai-nilai lama.

Perjalanan yang Penuh Makna

Bagi warga sekitar, Mastubi bukan hanya seorang penjual ikan bakar, tetapi juga simbol ketekunan dan kesabaran. Setiap sore, asap panggangan yang tak pernah absen menjadi pengingat akan perjuangan yang dilalui. Bagi Mastubi sendiri, usaha ini tidak hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang menjaga cita rasa yang tidak lekang oleh waktu.

“Alhamdulillah dari jualan ikan ini saya bisa menghidupi keluarga, dan tidak kekurangan sama sekali,” ujarnya dengan senyum tulus.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?