Jakartatalks.com – Tarif impor baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat akan berdampak besar bagi industri otomotif, terutama bagi produsen sepeda motor Harley Davidson. Hal ini dikarenakan industri otomotif di AS tengah lesu akibat persaingan dengan mobil buatan China. Meskipun Harley Davidson telah memiliki pabrik di India, namun masih menjadi pertanyaan apakah pabrik tersebut mampu membuat HD menjadi besar seperti Suzuki.
CEO Harley Davidson, Jochen Zeitz, mengungkapkan bahwa India merupakan perpaduan yang sempurna antara efisiensi manufaktur dan sepeda motor siap pakai. Ia berharap produksi dan penjualan model X440 dapat mendorong kehadiran model lainnya.
“Kolaborasi dengan Hero sangat menguntungkan bagi kami karena mereka memiliki kemampuan manufaktur yang lebih besar dan berinvestasi dalam bisnis kami. Sehingga, saya yakin ini adalah keputusan yang tepat,” ujar Zeitz.
Harley Davidson sebelumnya telah keluar dari India pada tahun 2020, namun mereka segera bergabung dengan Hero untuk melanjutkan perwakilan dan dukungan model di India. Hal ini terjadi karena adanya pertumbuhan kelas menengah dan pembeli yang lebih kaya di India.
Dengan adanya kolaborasi ini, Harley Davidson akan membidik pasar sepeda motor bermesin kecil premium mereka. Dengan harga yang lebih tinggi dari rata-rata, mereka berharap dapat bersaing dengan dominasi Royal Enfield yang telah lama berjaya di India. Sebelumnya, Harley Davidson telah mengalami kesulitan dalam mengekspor sepeda motor yang lebih besar ke India karena tarif impor yang tinggi hingga 50%.
Namun, dengan adanya hubungan perdagangan yang semakin membaik antara kedua negara dan kehadiran pabrikan domestik Hero MotoCorp, Harley Davidson kini berada dalam posisi yang kuat untuk meningkatkan kekuatan pasar terhadap sepeda motor premium. Model X440 juga menjadi uji coba bagi pabrikan sepeda motor asal Amerika ini.
Jika berhasil menembus pasar India dan membuat terobosan di segmen sepeda motor 350-500cc, Harley Davidson juga harus memperhatikan rencana pemasaran dari produsen sepeda motor lainnya, seperti Triumph. Mereka telah meluncurkan sepeda motor dengan harga yang sama di India dan berencana untuk mengekspor ke pasar lain pada tahun 2024.
Dengan begitu, Harley Davidson harus segera merespons dan memimpin pasar sepeda motor di segmen 350-500cc, bukan hanya di India namun juga di pasar lainnya. Sehingga, mereka dapat mempertahankan posisi mereka di tengah persaingan yang semakin ketat di industri otomotif.












