JAKARTA — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa alokasi plafon program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2026 akan meningkat menjadi sebesar Rp320 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan plafon pada 2025 yang mencapai Rp286,61 triliun. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan subsidi sekitar Rp38 triliun untuk mendukung program tersebut.
Maman menjelaskan bahwa kenaikan plafon ini dilakukan karena perhatian besar Presiden terhadap ekonomi kerakyatan. Ia menyampaikan hal ini dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (17/11/2025).
Selain peningkatan plafon, Maman juga menyebutkan bahwa target alokasi KUR untuk sektor produksi pada tahun depan akan meningkat menjadi 65%. Sementara itu, untuk tahun ini (2025), target penyaluran ke sektor produksi adalah sebesar 60%. Ia optimis bahwa hingga Desember 2025, penyaluran KUR bisa mencapai 61%.
“Target tahun ini adalah 60%, Alhamdulillah sampai Desember nanti bisa mencapai 61%. Tahun depan kita minta ditargetkan di 65% ke sektor produksi, itu sudah diketok juga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Maman membeberkan bahwa pada 2026, pengajuan KUR bagi pelaku UMKM tidak lagi dibatasi jumlahnya. Sebelumnya, pelaku UMKM di sektor perdagangan hanya boleh mengajukan KUR maksimal dua kali, sedangkan di sektor produksi dibatasi empat kali.
“Sekarang tidak ada batasan, jadi bisa pengajuan kelima, keenam, bahkan ketujuh. Bunga pun tidak naik. Dulu bunga pertama 6%, kedua 7%, ketiga 8%, keempat 9%. Sekarang semua flat 6%,” jelas Maman.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memberikan pelayanan dan perlindungan kepada seluruh pelaku UMKM di Indonesia. “Ini mulai berlaku per 1 Januari dan mudah-mudahan langkah ini semakin membuat UMKM kita berjaya dan maju terus,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Maman juga menyampaikan realisasi penyaluran KUR terbaru. Sampai tanggal 15 November 2025, nilai penyaluran mencapai Rp238,7 triliun atau sekitar 83,2% dari target sebesar Rp286,61 triliun. Jumlah debitur yang telah menerima KUR mencapai 4,04 juta orang. Dari jumlah tersebut, 2,25 juta debitur baru dan 1,32 juta debitur telah selesai (graduasi).
“Alhamdulillah, inilah pertama kalinya KUR mencapai target sesuai yang ditetapkan ke sektor produksi yaitu sebesar 60,7%. InsyaAllah sampai Desember kita bisa mencapai 61%,” katanya.
Maman menambahkan bahwa dari total 4,04 juta debitur yang telah menerima KUR, terdapat potensi penyerapan tenaga kerja sekitar 7,7 juta hingga 11,6 juta orang. Angka ini didasarkan pada asumsi riset dari BRIN yang menyatakan bahwa setiap entitas usaha menyerap sekitar 2 hingga 3 orang.












