Budaya  

Kalender Liturgi Katolik: Hari Biasa Pekan XXXIII, Kamis 20 November 2025

Kalender Liturgi Katolik untuk Hari Biasa Pekan XXXIII Tahun C

Hari biasa pekan XXXIII tahun C dalam kalender liturgi Katolik memiliki warna hijau sebagai simbol dari harapan dan pertumbuhan iman. Pada hari ini, umat Katolik di seluruh dunia mengikuti bacaan-bacaan yang berisi pesan-pesan penting tentang kesetiaan terhadap perjanjian Tuhan dan kepercayaan pada rencana-Nya.

Bacaan Hari Ini

Bacaan pertama diambil dari Kitab 1 Makkabius pasal 2:15-29. Cerita ini menceritakan kisah Matatias, seorang tokoh yang menolak untuk mematuhi perintah raja yang memaksakan pengorbanan kepada orang-orang Yahudi. Ia menolak dengan tegas dan memilih untuk tetap setia pada hukum Taurat serta perjanjian nenek moyangnya. Peristiwa ini menjadi contoh bagi umat Kristen tentang pentingnya kesetiaan terhadap iman meskipun menghadapi tekanan dan ancaman.

  • 1Mak 2:15 – Para pegawai raja yang bertugas memaksa orang-orang Yahudi murtad datang ke kota Modein untuk menuntut pengorbanan.
  • 1Mak 2:16 – Banyak orang Israel datang kepada mereka. Adapun Matatias serta anak-anaknya berhimpun pula.
  • 1Mak 2:17 – Pegawai raja itu angkat bicara dan berkata kepada Matatias: “Saudara adalah seorang pemimpin, orang terhormat dan pembesar di kota ini dan lagi didukung oleh anak-anak serta kaum kerabat saudara.”
  • 1Mak 2:18 – Baiklah saudara sekarang juga maju ke depan sebagai orang pertama untuk memenuhi penetapan raja, sebagaimana telah dilakukan semua bangsa, bahkan orang-orang Yehuda dan mereka yang masih tertinggal di Yerusalem. Kalau demikian, niscaya saudara serta anak-anak saudara termasuk ke dalam kalangan sahabat-sahabat raja dan akan dihormati dengan perak, emas dan banyak hadiah!
  • 1Mak 2:19 – Tetapi Matatias menjawab dengan suara lantang: “Kalaupun segala bangsa di lingkungan wilayah raja mematuhi seri baginda dan masing-masing murtad dari ibadah nenek moyangnya serta menyesuaikan diri dengan perintah-perintah seri baginda,
  • 1Mak 2:20 – namun aku serta anak-anak dan kaum kerabatku terus hendak hidup menurut perjanjian nenek moyang kami.
  • 1Mak 2:21 – Semoga Tuhan mencegah bahwa kami meninggalkan hukum Taurat serta peraturan-peraturan Tuhan.
  • 1Mak 2:22 – Titah raja itu tidak dapat kami taati dan kami tidak dapat menyimpang dari ibadah kami baik ke kanan maupun ke kiri!”
  • 1Mak 2:23 – Matatias belum lagi selesai mengucapkan perkataan tadi maka seorang Yahudi sudah tampil ke muka di depan umum untuk mempersembahkan korban di atas perkorbanan di kota Modein menurut penetapan raja.
  • 1Mak 2:24 – Melihat itu Matatias naik darah dan gentarlah hatinya serta meluap-luaplah geramnya yang tepat. Disergapnya orang Yahudi itu dan digoroknya di dekat perkorbanan itu.
  • 1Mak 2:25 – Petugas raja yang memaksakan korban itu dibunuhnya pula pada saat itu juga. Kemudian perkorbanan itu dirobohkannya.
  • 1Mak 2:26 – Serupalah kerajinannya untuk hukum Taurat itu dengan apa yang telah dilakukan dahulu oleh Pinehas kepada Zimri bin Salom.
  • 1Mak 2:27 – Lalu berteriaklah Matatias dengan suara lantang di kota Modein: “Siapa saja yang rindu memegang hukum Taurat dan berpaut pada perjanjian hendaknya ia mengikuti aku!”
  • 1Mak 2:28 – Kemudian Matatias serta anak-anaknya melarikan diri ke pegunungan. Segala harta miliknya di kota ditinggalkannya.
  • 1Mak 2:29 – Kemudian turunlah ke padang gurun banyak orang yang mencari kebenaran dan keadilan.

Mazmur Tanggapan

Mazmur 50:1-2,5-6,14-15 memberikan pesan tentang keadilan dan kesetiaan kepada Tuhan. Dalam mazmur ini, Allah disebut sebagai sumber kekuatan dan cinta kasih yang tak terbatas.

  • Mzm 50:1 – Mazmur Asaf. Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.
  • Mzm 50:2 – Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar.
  • Mzm 50:5 – “Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!”
  • Mzm 50:6 – Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. Sela
  • Mzm 50:14 – Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!
  • Mzm 50:15 – Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.”

Injil Katolik

Dalam injil Lukas pasal 19:41-44, Yesus menangis ketika melihat kota Yerusalem. Ia menyampaikan pesan tentang pentingnya damai sejahtera dan kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam kehidupan manusia.

  • Luk 19:41 – Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,
  • Luk 19:42 – kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
  • Luk 19:43 – Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,
  • Luk 19:44 – dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

Bacaan Tambahan (BCO)

Kitab Yehezkiel pasal 24:15-27 mengisahkan bagaimana Tuhan memerintahkan Yehezkiel untuk tidak menangis atau meratapi kematian isterinya sebagai tanda bahwa Tuhan akan menghancurkan tempat kudus dan membuat umat-Nya merasakan penderitaan.

  • Yeh 24:15 – Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku:
  • Yeh 24:16 – “Hai anak manusia, lihat, Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai seperti yang kena tulah, tetapi janganlah meratap ataupun menangis dan janganlah mengeluarkan air mata.
  • Yeh 24:17 – Diam-diam saja mengeluh, jangan mengadakan ratapan kematian; lilitkanlah destarmu dan pakailah kasutmu, jangan tutupi mukamu dan jangan makan roti perkabungan.”
  • Yeh 24:18 – Pada paginya aku berbicara kepada bangsa itu dan pada malamnya isteriku mati. Pada pagi berikutnya aku melakukan seperti diperintahkan kepadaku.
  • Yeh 24:19 – Maka bangsa itu berkata kepadaku: “Tidakkah engkau bersedia memberitahukan kepada kami, apa artinya ini bagi kami, bahwa engkau melakukan demikian?”
  • Yeh 24:20 – Lalu kujawab mereka: “Firman TUHAN sudah datang kepadaku:
  • Yeh 24:21 – Katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sesungguh-sungguhnya Aku akan menajiskan tempat kudus-Ku, kekuasaanmu yang kaubanggakan, kenikmatan bagi matamu dan bagi jiwamu; dan anak-anakmu lelaki dan perempuan yang kamu tinggalkan akan mati rebah oleh pedang.
  • Yeh 24:22 – Kamu akan melakukan seperti yang kulakukan: Mukamu tidak akan kamu tutupi dan roti perkabungan tidak akan kamu makan,
  • Yeh 24:23 – kepalamu pakai destar dan kakimu pakai kasut; dan kamu tidak akan meratap atau menangis. Tetapi kamu akan hancur lebur dalam hukumanmu, dan kamu akan mengeluh seorang kepada yang lain.
  • Yeh 24:24 – Demikianlah Yehezkiel menjadi lambang bagimu; tepat seperti yang dilakukannya kamu akan lakukan. Kalau itu sudah terjadi maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan ALLAH.
  • Yeh 24:25 – Dan engkau, anak manusia, bukankah begini akan terjadi? Pada hari Aku mengambil dari mereka benteng mereka, perhiasannya yang menggirangkan hatinya, kenikmatan matanya dan yang dirindukan jiwanya, anak-anak mereka lelaki dan perempuan,
  • Yeh 24:26 – pada hari itu juga akan datang seorang yang terluput membawa berita kepadamu.
  • Yeh 24:27 – Pada hari itu mulutmu akan terbuka dan engkau akan berbicara kepada orang yang terluput itu dan tidak lagi tetap bisu. Dengan demikian engkau menjadi lambang bagi mereka dan mereka akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN.”


Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?