Bahlil Diminta Jelaskan Kepulihan Listrik Aceh 93 Persen

Menteri ESDM Diundang Klarifikasi Terkait Pemulihan Listrik Aceh

Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, tentang pemulihan listrik di Aceh yang diklaim mencapai 93 persen, kini menjadi sorotan. Klaim tersebut dinilai tidak sejalan dengan data terbaru dari PLN yang menyebutkan bahwa suplai listrik di seluruh Aceh hanya mencapai 60–70 persen. Sementara itu, kondisi di Banda Aceh masih berada di bawah 40 persen.

Wilayah-wilayah terparah seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Timur juga masih mengalami penyaluran listrik di bawah 40 persen. Hal ini memicu kekhawatiran dari pihak Pemerintah Aceh, yang khawatir pernyataan Bahlil bisa menimbulkan persepsi keliru dan kekecewaan masyarakat terhadap petugas PLN.

Perbedaan Data dan Potensi Kesalahpahaman

Menurut Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, pernyataan Bahlil berpotensi menimbulkan kesalahpahaman jika tidak disertai penjelasan yang komprehensif. Ia menjelaskan bahwa potensi suplai listrik bisa mencapai 100 persen jika tegangan tinggi dari pembangkit listrik di Arun selesai dalam waktu dekat.

MTA menyampaikan bahwa masyarakat merasa kecewa dan berpotensi resisten terhadap tenaga PLN di lapangan. Oleh karena itu, ia menilai penting untuk segera memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat.

Progres Pemulihan Listrik

Hingga saat ini, hampir 1.000 petugas PLN telah dikerahkan dalam upaya pemulihan listrik untuk seluruh masyarakat Aceh. Dalam beberapa hari terakhir, progres perbaikan listrik terus berjalan.

Beberapa wilayah seperti Kota Lhokseumawe sudah mencapai 75 persen, sedangkan daerah Barat Selatan secara keseluruhan mencapai 70–80 persen. Meski demikian, daerah-daerah yang terkena dampak parah masih memiliki angka yang jauh lebih rendah.

Penjelasan Bahlil tentang Progres Pemulihan

Bahlil sebelumnya melaporkan progres pemulihan tenaga listrik kepada Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, pada Minggu (7/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia menyatakan bahwa 93 persen pelanggan di Provinsi Aceh akan kembali mendapatkan aliran listrik pada malam hari.

“Seluruh Aceh, 93 persen malam ini semua Aceh nyala,” ujar Bahlil kepada Prabowo, dilansir dari situs resmi esdm.go.id. Prabowo mengapresiasi upaya Kementerian ESDM dalam pemulihan aliran listrik di Aceh.

Dalam pernyataannya, Bahlil juga menyebutkan bahwa sebagian besar pasokan listrik sudah kembali normal. Bahkan, wilayah tersebut sudah menggunakan tegangan tinggi. “Insya Allah malam ini, semuanya sudah bisa normal dan kita sudah memakai gardu induk ya. Sekarang kan sebagian masih memakai tegangan rendah. Tapi mulai malam ini, insya Allah kita semua sudah pakai tegangan tinggi semua,” jelas Bahlil.

Data Progres Pemulihan Ketenagalistrikan

Berikut adalah data progres pemulihan ketenagalistrikan di Provinsi Aceh sampai hari Minggu siang:

  • Dari 323 penyulang yang terdampak, 197 di antaranya sudah menyala.
  • Untuk gardu distribusi, dari 14.916 yang terdampak, 10.837 sudah beroperasi normal.
  • Dari 374,1 Megawatt (MW) beban listrik yang terdampak, sudah pulih 254,22 MW.
  • Dari 1.519.999 pelanggan terdampak bencana, 1.061.106 di antaranya susah menikmati listrik kembali.

Bantuan Genset dan Pembangunan Menara Darurat

Untuk membantu pemulihan listrik sementara, pemerintah melalui PT PLN (Persero) telah mengirimkan sejumlah genset ke Kabupaten Takengon Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah. Prioritas penggunaan genset ini adalah untuk Rumah Sakit dan penyaluran air bersih.

Selain itu, progres pembangunan menara transmisi darurat (tower emergency) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Bireuen-Arun mencapai 89 persen. Sementara itu, SUTT Bireuen-Peusangan juga sudah mencapai 89 persen.


Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?