Angkutan Roda Tiga Muncul di Pekanbaru, Jadi Opsi Transportasi Baru
Di tengah keramaian lalu lintas Kota Pekanbaru, kini makin sering terlihat kendaraan kecil yang bergerak melalui celah-celah jalan. Bentuknya mirip dengan bajaj, namun jauh lebih rapi dan modern. Kendaraan ini dikenal sebagai angkutan online three-wheeler atau kendaraan roda tiga yang semakin diminati oleh masyarakat.
Kendaraan ini memiliki suara mesin yang halus dan berjalan pelan, mampu menyalip deretan mobil yang merayap. Semakin hari, kehadirannya terasa kian banyak, menjadi alternatif transportasi yang nyaman dan aman bagi penumpang. Di kawasan Jalan Imam Munandar, sejumlah unit kendaraan ini tampak keluar-masuk sebuah ruko yang merupakan showroom Maxride. Di sana, kendaraan ini dikelola dan menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh calon mitra dan pengguna yang ingin mengetahui cara kerja layanan baru ini.
Sales Manager PT Max Auto Indonesia Area Pekanbaru, Asrul Darap, menyebut bahwa angkutan roda tiga ini semakin diminati karena lebih aman dan nyaman untuk penumpang. “Sistem bisnisnya sebenarnya mirip dengan platform transportasi online lain yang sudah dikenal masyarakat sebelumnya. Namun, bentuk kendaraannya memberi pengalaman berbeda bagi pengguna,” kata Asrul.
Untuk menjadi mitra pengemudi, syaratnya cukup sederhana. Calon driver cukup menyiapkan KTP, SIM C, dan Kartu Keluarga. Setelah itu tim Maxride akan melakukan survei ke rumah calon mitra untuk memastikan kelayakan. Jika hasil survei dinilai baik, tahap berikutnya adalah tes mengemudi.
Asrul menjelaskan bahwa kendaraan ini membutuhkan pembiasaan sebelum benar-benar dikuasai. Kopling berada di tangan, mirip motor vespa klasik. “Kalau sudah terbiasa, cara membawanya jadi mudah,” ujarnya. Setelah calon driver dianggap siap, baru kemudian kendaraan diserahkan dan mereka bisa mulai menerima pesanan lewat aplikasi.
Hingga saat ini, Maxride mengelola sekitar 21 unit rental yang beroperasi di Pekanbaru. Selain menyediakan skema sewa, perusahaan juga menjual unit three-wheeler kepada masyarakat. Harga satu unit berada di kisaran Rp50 juta. Menurut Asrul, harga bisa lebih murah jika pembeli mengambil jumlah banyak.
Untuk operasional harian, kendaraan ini menggunakan BBM seperti sepeda motor umumnya. Perawatannya juga tidak terlalu rumit, salah satu alasan mengapa mitra merasa biaya operasionalnya cukup ringan. Asrul menyebut bahwa perusahaan menerapkan sistem bagi hasil dengan para driver, dengan pola pembagian persentase.
“Kalau untuk sistem sewa sistemnya tidak pakai bagi hasil, jadi driver cuma membayar biaya sewa rental saja, dan untuk pendapatan yang didapat driver itu semuanya untuk driver, tapi tetap ada potongan komisi 11 hingga 13 persen per trip,” imbuhnya.
Dari sisi layanan, cara ordernya sama seperti aplikasi transportasi online lain. Pengguna menentukan titik jemput dan tujuan, lalu aplikasi menampilkan tarif perjalanan. Untuk jarak 0-4 kilometer, tarifnya Rp10 ribu.
Asrul meyakini kehadiran three-wheeler ini akan menjadi opsi transportasi baru bagi masyarakat Pekanbaru. Dengan biaya operasional yang rendah dan tarif yang terjangkau, layanan ini menurutnya akan terus berkembang. Ia menyebut peningkatan jumlah pengguna dalam beberapa bulan terakhir sebagai sinyal yang cukup bagus.
Mitra dan Pengguna Puji Keunggulan Kendaraan Roda Tiga
Salah seorang mitra Maxride, Wira mengaku tertarik bergabung karena ingin mencoba moda angkutan yang berbeda dari motor biasa. Ia mengatakan awalnya kesulitan mengendalikan kopling di tangan, tetapi setelah beberapa kali mencoba, ia mulai terbiasa. Menurutnya, kendaraan ini cukup stabil dan nyaman untuk membawa penumpang.
Wira juga berharap hadirnya kendaraan roda tiga ini bisa membantu warga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Ia percaya jika semakin banyak warga yang memilih angkutan online seperti ini, kemacetan di Pekanbaru bisa berkurang.
Dalam sehari, Wira mampu melayani perjalanan ke sejumlah pusat keramaian seperti mal, rumah sakit, dan kampus. Ia mengatakan permintaan cukup ramai pada akhir pekan dan jam sibuk. Menurutnya, penumpang sering memilih three-wheeler karena merasa lebih aman dibanding ojek motor.
Salah satu pengguna, Lisna, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran angkutan online roda tiga ini. Ia tinggal di kawasan Soekarno-Hatta dan sering berpergian ke pusat perbelanjaan tanpa harus membawa kendaraan pribadi. “Pokoknya anti macet dan nggak perlu pusing cari parkir. Lebih cepat dan tentunya juga lebih murah,” imbuhnya.
Lisna juga merasa nyaman karena kabin kendaraannya tertutup. Saat hujan, jendela pelindung yang transparan membuat perjalanan tetap aman dan tidak menghalangi pandangan. Menurutnya, itu menjadi nilai lebih yang membuat angkutan ini cocok dipakai kapan saja.
Sejumlah warga lain juga terlihat mulai akrab dengan layanan baru ini. Di beberapa titik penjemputan, penumpang tampak menunggu kendaraan roda tiga itu seperti menunggu ojek online biasa. Desainnya yang ringkas membuat pengemudi lebih leluasa menembus kepadatan jalan, tetapi tetap memberi perlindungan seperti kendaraan kecil.
Kendaraan roda tiga berbasis aplikasi ini mungkin masih baru bagi sebagian warga. Namun bila pertumbuhannya terus naik, bukan tidak mungkin moda ini akan menjadi salah satu andalan mobilitas harian bagi warga. Dari kemudahan mengakses layanan hingga perlindungan dari hujan, kendaraan kecil ini kini mulai menempati ruang baru dalam pilihan transportasi masyarakat Pekanbaru.












