Refleksi Kinerja Saat Observasi Praktik

Refleksi tentang Praktik Kinerja Selama Observasi

Pertanyaan yang sering muncul dalam dokumen tindak lanjut pengelolaan kinerja guru melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) 2024 adalah “Bagaimana refleksi anda tentang praktik kinerja anda selama observasi praktik kinerja?” Pertanyaan ini meminta guru untuk menjelaskan refleksi terhadap praktik kinerja yang telah dilakukan selama proses observasi. Jawaban yang diberikan harus singkat, tidak melebihi 1.000 karakter.

Berikut beberapa contoh jawaban yang dapat menjadi referensi:

  • Fokus Perilaku: Aktivitas Interaktif

    Beberapa peserta didik belum menjalankan peran secara optimal dalam kerja kelompok. Kondisi ini tampak dari masih adanya anggota kelompok yang belum memiliki peran yang jelas. Berdasarkan hasil pengamatan, hal tersebut terjadi karena motivasi yang diberikan belum sepenuhnya mendorong seluruh peserta didik untuk terlibat aktif. Selain itu, peserta didik juga belum dilibatkan secara maksimal dalam menentukan peran yang mereka inginkan. Perubahan yang akan dilakukan ke depan adalah memberikan dorongan, dukungan, serta kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan peran sesuai minat agar keterlibatan mereka dalam pembelajaran meningkat.

  • Fokus Perilaku: Penerapan Disiplin Positif

    Dalam proses pembelajaran, partisipasi peserta didik dalam memberikan umpan balik masih tergolong rendah. Beberapa di antaranya menunjukkan sikap kurang peduli dan bahkan mengganggu teman. Hasil refleksi menunjukkan bahwa kesepakatan kelas yang telah dibuat belum dijalankan secara konsisten, salah satunya karena kurangnya penguatan positif yang diberikan. Ke depan, langkah yang akan dilakukan adalah lebih melibatkan peserta didik dengan mendengarkan pandangan mereka dalam diskusi serta bersikap konsisten dalam memberikan penguatan positif, seperti pujian.

  • Fokus Perilaku: Keteraturan Suasana Kelas

    Sebagian peserta didik masih menunjukkan kurangnya rasa percaya diri. Hal ini terjadi karena komunikasi positif yang dibangun belum sepenuhnya menciptakan hubungan yang menyenangkan. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh manajemen kelas yang belum optimal dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Ke depannya, upaya akan difokuskan pada memastikan pembelajaran berlangsung tertib dan nyaman sehingga peserta didik merasa dihargai dan memiliki makna dalam setiap kegiatan pembelajaran.

  • Fokus Perilaku: Perhatian dan Kepedulian

    Dalam kegiatan penyampaian pendapat, masih banyak peserta didik yang belum aktif. Hal ini disebabkan oleh kurangnya tanggapan positif terhadap pendapat yang disampaikan, sehingga peserta didik menjadi ragu untuk berbicara. Perbaikan yang akan dilakukan adalah menyediakan ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk menyampaikan pendapat serta memberikan apresiasi kepada mereka yang berani mengemukakan gagasan.

  • Fokus Perilaku: Ekspektasi pada Peserta Didik

    Masih terdapat peserta didik yang belum memiliki gambaran jelas mengenai cita-cita dan harapan positif di masa depan. Hal ini terjadi karena perhatian dan penyampaian harapan positif lebih sering diberikan kepada peserta didik yang aktif, sementara yang kurang aktif cenderung terabaikan. Perubahan yang akan diterapkan adalah menjalin interaksi dengan seluruh peserta didik untuk menanyakan cita-cita serta harapan positif yang ingin mereka capai di masa mendatang.

  • Fokus Perilaku: Instruksi yang Adaptif

    Peserta didik masih merasa kebingungan ketika pembelajaran dimulai meskipun kondisi kelas sudah kondusif. Situasi ini terjadi karena penyampaian materi belum sepenuhnya disesuaikan dengan respons peserta didik. Ke depan, pembelajaran akan disesuaikan dengan hasil asesmen awal dan respons peserta didik agar karakteristik, kebutuhan, serta kondisi awal mereka dapat terpenuhi.

  • Fokus Perilaku: Instruksi Pembelajaran

    Pada saat pembelajaran berlangsung, peserta didik merasa jenuh dan kurang memahami materi yang disampaikan. Hal ini disebabkan oleh penggunaan bahasa yang sulit dipahami serta penjelasan yang hanya berfokus pada perangkat ajar tanpa dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Perbaikan yang akan dilakukan adalah menyajikan visualisasi melalui media yang sesuai serta menjelaskan konsep dengan contoh yang dekat dengan keseharian peserta didik agar pembelajaran lebih menarik.

  • Fokus Perilaku: Umpan Balik Konstruktif

    Motivasi belajar intrinsik peserta didik masih tergolong rendah, terlihat dari kecenderungan bermain dan mengganggu teman selama pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh umpan balik yang lebih menekankan pada hasil akhir tanpa memberikan kesempatan perbaikan. Ke depannya, umpan balik akan difokuskan pada proses dan usaha peserta didik, serta disediakan waktu khusus untuk mendiskusikan umpan balik selama atau setelah pembelajaran berlangsung.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?