Prestasi UKSW di Anugerah Diktisaintek 2025
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menorehkan prestasi yang luar biasa dalam ajang Anugerah Diktisaintek 2025. Acara bergengsi ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Graha Diktisaintek, Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, UKSW berhasil meraih empat penghargaan berbeda, yang menunjukkan pengakuan pemerintah atas kontribusi institusi pendidikan tinggi swasta ini dalam beberapa bidang penting.
Empat Penghargaan yang Diraih UKSW
Berikut adalah empat penghargaan yang diterima oleh UKSW dalam Anugerah Diktisaintek 2025:
-
Penghargaan Anugerah Pendidikan Tinggi Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kategori Pembelajaran Internasional, Subkategori Perguruan Tinggi Swasta dengan Kinerja Mobilitas Mahasiswa Terbanyak (Tidak Bergelar).
Penghargaan ini mengakui komitmen UKSW dalam meningkatkan mobilitas mahasiswa internasional tanpa gelar. -
Gold Medal Anugerah Kerja Sama, Kategori Perguruan Tinggi Swasta, Subkategori Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Pemerintah/Lembaga Swadaya Masyarakat Terbaik.
UKSW dinilai unggul dalam menjalin kerja sama dengan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat. -
Gold Medal Anugerah Humas, Kategori Perguruan Tinggi Swasta, Subkategori Laman.
Penghargaan ini memberi apresiasi atas kualitas laman resmi UKSW yang informatif dan mudah diakses. -
Gold Medal Anugerah Humas, Kategori Perguruan Tinggi Swasta, Subkategori Media Sosial.
UKSW juga mendapatkan penghargaan atas pengelolaan media sosial yang efektif dan interaktif.
Tanggung Jawab dan Komitmen UKSW
Rektor UKSW, Profesor Intiyas Utami, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti bahwa UKSW telah memenuhi standar kinerja yang tinggi dalam berbagai aspek, termasuk internasionalisasi, kerja sama, dan pengelolaan komunikasi publik di era digital.
“Di penghujung tahun ini, UKSW sangat bersyukur dapat menerima empat penghargaan Anugerah Diktisaintek,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus meningkatkan kualitas dan dampak nyata bagi masyarakat, gereja, dan bangsa.
Menurut Profesor Intiyas, UKSW memiliki tanggung jawab besar untuk terus menciptakan program-program yang bermanfaat bagi pemangku kepentingan. Hal ini termasuk kelompok-kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, seperti penyandang disabilitas dan masyarakat di wilayah 3T.
Peran UKSW dalam Pembangunan SDM
Anugerah Diktisaintek 2025 juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi UKSW dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs No 4 tentang pendidikan berkualitas. Selain itu, UKSW juga sejalan dengan program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan ASTA CITA 4, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3. Sebanyak 34 prodi di antaranya terakreditasi Unggul dan A. Kampus yang berlokasi di Salatiga ini dikenal sebagai “Kampus Indonesia Mini” karena keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah.
Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Kehadirannya di tengah masyarakat tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai mitra dalam upaya membangun masyarakat yang lebih baik.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












