Mengungkap Masa Lalu Musa “Ijeck” Rajekshah

Pencopotan Musa “Ijeck” Rajekshah dari Jabatan Ketua DPD I Partai Golkar Sumut

Pencopotan Musa “Ijeck” Rajekshah dari jabatan Ketua DPD I Partai Golkar Sumut menimbulkan reaksi yang sangat kuat di kalangan kader partai. Bagi sebagian besar anggota Partai Golkar, keputusan ini seperti petir di siang hari, karena Ijeck dikenal sebagai tokoh yang berprestasi dan memiliki kontribusi signifikan dalam membangun partai.

DPP Partai Golkar mengambil langkah tegas dengan menunjuk Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sumut melalui Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji. Keputusan ini diambil pada 14 Desember lalu di Jakarta. Meski demikian, keputusan tersebut tidak disambut dengan antusiasme oleh sebagian besar kader partai.

Reaksi Kader Partai

Banyak kader Partai Golkar merasa bahwa pencopotan Ijeck tidak adil. Mereka menilai bahwa tindakan ini dilakukan tanpa alasan yang jelas. Beberapa pihak bahkan mencurigai adanya intervensi dari pihak-pihak tertentu yang ingin mengganti Ijeck dari jabatannya.

Ketua DPD II Partai Golkar Pematang Siantar, Mangatasi Silalahi, menolak klaim bahwa DPD Golkar Sumut belum siap menyelenggarakan Musda. Menurutnya, DPP tidak pernah memberikan jadwal pasti untuk pelaksanaan Musda. Padahal, Ijeck telah siap kapan saja DPP memerintahkan untuk melakukan Musda.

Menurut aturan Partai Golkar, jika Ketua DPD gagal melaksanakan Musda sesuai jadwal, maka DPD satu tingkat di atasnya atau DPP berwenang untuk mengambil tindakan, termasuk menunjuk Plt. Namun, hal ini tetap menjadi pertanyaan besar bagi banyak kader.

Penolakan dan Pengunduran Diri

Beberapa kader Partai Golkar mengambil sikap tegas terhadap keputusan ini. FL Fernando Simanjuntak, Ketua DPD II Partai Golkar Taput, menyatakan akan mengundurkan diri dari Partai Golkar jika keputusan pergantian Ijeck tidak dibatalkan. Bahkan, Ilhamsyah, mantan Sekretaris Partai Golkar Sumut, sudah mengundurkan diri dari jabatannya pada 17 Desember lalu.

Ilhamsyah menyatakan kekecewaannya terhadap sistem organisasi Partai Golkar. Ia menilai ada kehendak tertentu yang ingin mengganti Ijeck sebagai ketua Golkar Sumut. Ia juga menegaskan bahwa DPD Partai Golkar Sumut telah dua kali mengirimkan surat ke DPP Golkar mengenai jadwal pelaksanaan Musda, namun tidak direspon.

Prestasi Ijeck yang Gemilang

Pencopotan Ijeck menimbulkan keheranan, terlebih mengingat prestasinya yang luar biasa sejak menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara pada 2020. Di pemilihan legislatif tahun 2024 lalu, kepemimpinan Ijeck membawa Partai Golkar meraih sukses besar dibandingkan pemilu 2019.

Di tingkat provinsi, Golkar memperoleh 22 kursi, meningkat dari 15 kursi pada Pemilu 2019. Hal ini membuat Golkar menjadi partai dengan jumlah kursi terbanyak, sehingga mampu menggeser posisi Ketua DPRD Sumut dari PDI Perjuangan.

Di tingkat pusat, jumlah wakil Golkar di DPR RI meningkat dari empat menjadi delapan. Di tingkat DPRD kabupaten/kota se-Sumatera Utara, Golkar bertambah 24 kursi, mencapai 208 kursi dari 184 kursi pada Pemilu 2019.

Analisis dan Pertanyaan

Eh, prestasi gemilang Ketua DPD tersebut ternyata tak diapresiasi. Ijeck malah dicopot. Apa gerangan yang terjadi di belakang panggung, inilah yang menjadi tanda besar. Adakah konspirasi yang, barangkali, menguntungkan seseorang?

Logikanya, jika Ijeck tetap Ketua DPD, maka dalam Musda yang akan diselenggarakan, tak mustahil terpilih kembali menjadi Ketua DPD. Posisi strategis memungkinkan dia tampil sebagai Calon Gubernur untuk Pilkada 2029 mendatang. Tapi dengan dicopotnya dia sebagai Ketua DPD, diduga kuat peluangnya terpilih sebagai Ketua DPD hasil Musda menjadi tipis. Sehingga bargainingnya untuk pencalonan Gubernur pun ikut menipis. Sory, ini hanya analisis, Bro. ***

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?