Kehadiran yang Tidak Menentu dan Perjalanan Panjang yang Menjadi Masalah
Nur Aini, seorang guru PNS asal Kabupaten Pasuruan, menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Video yang ia unggah melalui akun TikTok milik Cak Sholeh menunjukkan keluhan tentang jarak sekolah yang sangat jauh dari rumahnya. Dalam video tersebut, Nur Aini menyampaikan bahwa ia harus menempuh perjalanan sejauh 57 kilometer dari rumah ke sekolah, sehingga total jarak pulang pergi mencapai 114 kilometer. Hal ini membuatnya merasa lelah dan mengganggu kesehatannya.
Video itu mendapat respons besar dari masyarakat, dengan jumlah tontonan hingga 464 ribu kali dan dibagikan ulang oleh 2.064 warganet. Nur Aini juga menyampaikan bahwa ia telah mengajukan permohonan pindah mengajar ke BKPSDM Kabupaten Pasuruan, namun belum ada respon yang memadai.
Proses Pemeriksaan dan Pelanggaran Berat
Seiring dengan viralnya kasus Nur Aini, BKPSDM Kabupaten Pasuruan melakukan pemeriksaan terhadap keluhan dan tuduhan yang disampaikannya. Namun, proses pemeriksaan tidak berjalan lancar karena Nur Aini dinilai tidak menunjukkan itikad baik untuk memberikan keterangan. Ia meninggalkan ruangan saat diperiksa dengan alasan ke toilet dan tidak kembali lagi.
Pemeriksaan pertama dilakukan pada September 2025, tetapi tidak tuntas karena Nur Aini mengaku kurang sehat. Pemeriksaan kedua dilakukan pada Oktober 2025, tetapi Nur Aini kembali meninggalkan ruangan tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan fakta bahwa Nur Aini telah melakukan pelanggaran berat selama menjadi pengajar di SDN II Mororejo.
Pelanggaran ini terkait absensinya yang bolong. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), pelanggaran berat meliputi tidak masuk 10 hari berturut-turut tanpa alasan atau 28 hari komulatif dalam satu tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Nur Aini tidak masuk atau tidak mengajar sebanyak 90 hari.
Pengakuan dan Keluhan Nur Aini
Nur Aini menjelaskan bahwa alasan pengajuan pindah mengajar ke BKPSDM adalah karena kondisi kesehatan dan iklim kerja di sekolah. Jarak sekolah dengan rumah yang sangat jauh, yaitu 57 kilometer, membuatnya merasa lelah dan mengganggu kesehatannya. Saat ini, ia sedang menjalani perawatan dan merasa dampak jarak tersebut mulai terasa.
Ia juga menyampaikan bahwa data kehadiran yang dimiliki BKPSDM diduga hasil rekayasa, bukan yang sebenarnya, dan merugikan dirinya. Nur Aini menyatakan bahwa ia sudah menyertakan dan memberikan bukti yang sebenarnya, tetapi BKPSDM tidak mengeluarkan data kehadiran yang benar.
Selain itu, gaji yang diterima Nur Aini juga tidak utuh karena terpotong pinjaman koperasi akibat ulah kepala sekolah. Ia menyatakan bahwa ia tidak merasa meminjam pada koperasi, tetapi tanda tangannya dipalsukan oleh kepala sekolah. Gaji yang terpotong sebesar Rp 600.000 selama sekitar 5 bulan.
Reaksi Publik dan Komentar Negatif
Meskipun Nur Aini berharap mendapatkan simpati dari masyarakat, beberapa netizen justru menyebutnya sebagai orang kaya yang memiliki mobil Pajero, pikap, dan motor. Ini menunjukkan bahwa tidak semua netizen merasa iba terhadap nasib Nur Aini.
Namun, Cak Sholeh, pengacara yang membuat podcast tentang perjuangan Nur Aini, menyatakan bahwa ia iba kepada Nur Aini dan ingin membantu memviralkan nasibnya agar dapat pindah dekat rumahnya. Ia juga mengungkapkan bahwa rasa iba semakin mendalam ketika Nur Aini mengaku bahwa tanda tangannya dipalsukan oleh rekan guru lain untuk meminjam uang ke koperasi.
Penutup
BKPSDM Kabupaten Pasuruan mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan pemeriksaan terhadap keluhan dan tuduhan yang disampaikan Nur Aini. Hasil pemeriksaan akan dikirim ke BKN melalui sistem, dan akan ditentukan sangsi yang dijatuhkan. Nur Aini berharap ada solusi setelah viral di tengah proses pemeriksaan kedisiplinan oleh BKPSDM. Ia hanya berharap bisa pindah mengajar dekat dengan rumahnya.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












