Penjelasan Safa Marwah Mengenai Isu Perselingkuhan dengan Ridwan Kamil
Selebgram Safa Marwah mengungkapkan perasaannya setelah nama dirinya dikaitkan dengan isu perselingkuhan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Ia merasa sedih dan dirugikan karena dituduh tanpa bukti yang jelas.
Safa menyatakan bahwa tudingan tersebut tidak sesuai dengan fakta. Ia menegaskan bahwa tidak ada hubungan apa pun antara dirinya dan Ridwan Kamil. “Ya sedihlah, aku tuh tidak melakukan apapun,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa jika harus dimintai keterangan oleh lembaga penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ia tidak takut. Safa mengaku tidak memiliki hubungan apa pun dengan Ridwan Kamil. “Karena aku enggak takut, karena aku kebetulan enggak pernah dikasih apa-apa oleh beliau dan enggak pernah ada hubungan apapun dengan beliau,” tambahnya.
Meski demikian, Safa mengakui bahwa isu ini berdampak besar pada kehidupannya. “Iyalah merugikan banget nama baik aku,” katanya. Namun, ia mengatakan bahwa ia sudah tidak lagi memikirkan citra dirinya. “Akunya sih udah enggak mikir nama baik, keluarga sih yang malu disangkanya betul.”
Safa juga menegaskan bahwa ia siap menerima konsekuensi jika tudingan itu benar. “Kalau betul kan ya udah aku terima, aku di-bully, tapi kan ini betul-betul enggak betul,” pungkasnya.
Pengakuan Safa Marwah Dihubungi Lisa Mariana
Sebelumnya, Safa membuat pengakuan mengejutkan, di mana ia mengaku sempat mendapatkan pesan direct message (DM) dari Lisa Mariana sekitar empat tahun lalu. Lewat pesan itu, pemilik nama lengkap Lisa Mariana Presley tersebut mengaku sedang hamil anak Ridwan Kamil.
“Aku udah tahu dari lama, dari empat tahun yang lalu, Lisa kan yang bilang ke aku, DM aku,” ujar Safa, dikutip dari YouTube DY TV, Minggu (28/12/2025). “Bahwa dia hamil anaknya Bapak Ridwan Kamil, ‘tolong sampaikan ke Bapak Ridwan Kamil karena Bapak Ridwan Kamil tidak bisa dihubungi’,” sambungnya.
Mengetahui curhatan Lisa, wanita kelahiran 13 Februari 1997 ini mengaku tak berubah penilaiannya terhadap sosok Ridwan Kamil. “Karena aku lebih percaya Bapak Ridwan Kamil karena aku nggak kenal sama Lisa Mariana ini,” kata Safa Marwah. “Kalau sama Bapak Ridwan Kamil kan sering di acara itu,” lanjutnya.
Bahkan, kata Safa Marwah, politikus yang akrab disapa Kang Emil itu menyebut tudingan selingkuh dan memiliki anak dengan Lisa adalah fitnah. “Aku awal empat tahun yang lalu pas Lisa ngadu sama aku, cerita buat sampaikan ke beliau, aku enggak percaya sama dia.” “Karena Bapak Ridwan Kamil pun langsung menjawabnya itu fitnah katanya,” terangnya.
Kasus Lisa Mariana dan Ridwan Kamil
Masalah Lisa Mariana dan Ridwan Kamil bermula setelah sang selebgram buka suara di media sosial dan mengklaim dirinya memiliki anak dari ayah tiga anak itu. Selain di Bareskrim Polri, proses hukum pun berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung.
Lisa Mariana diketahui menggugat Ridwan Kamil atas hak identitas anaknya buntut dugaan perselingkuhan. Ia meminta hakim PN Bandung untuk mengabulkan tes DNA agar Ridwan Kamil mengakui soal status anaknya. Selain hak identitas anak, Lisa turut menggugat Ridwan Kamil senilai belasan miliar. Rinciannya Rp6,6 miliar untuk kerugian materiil dan Rp10 miliar untuk kerugian immateril.
Namun, Ridwan Kamil menggugat balik Lisa Mariana dengan tuntutan ganti rugi senilai Rp105 miliar. Tuntutan ini terdiri dari Rp5 miliar untuk ganti rugi materiil yang meliputi biaya proses hukum, pengobatan psikis, kehilangan pendapatan akibat terganggunya pekerjaan, hingga kerugian lain yang ditimbulkan narasi yang dianggap fitnah dan merusak.
Isu Ridwan Kamil Selingkuh
Isu Safa Marwah selingkuhan Ridwan Kamil pertama kali dihembuskan Lisa Mariana. Lisa bahkan blak-blakan menyinggung Safa di media sosial yakni dengan cara membubuhkan komentar di postingan Safa. “Inisial S yang gue maksud,” tulis Lisa Mariana di unggahan Safa Marwah.
Lantaran postingan Lisa itulah, sosok Safa Marwah jadi viral.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."












