Janji 8 Bulan Lalu Soal Perbaikan Jembatan Rusak Belum Ditepati, Dedi Mulyadi Angkat Bicara

Janji Perbaikan Jembatan yang Belum Terealisasi

Sejak menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sering kali menjadi perhatian masyarakat. Banyak janji-janji yang ia sampaikan selama masa jabatannya kini mulai ditagih oleh warga. Salah satu isu yang paling menonjol adalah tentang perbaikan jembatan rusak di Kampung Cigebang, Kabupaten Subang.

Jembatan tersebut sebelumnya sempat dijanjikan akan diperbaiki oleh Dedi Mulyadi. Namun, hingga delapan bulan berlalu sejak janji tersebut disampaikan, perbaikan jembatan itu belum juga terwujud. Hal ini memicu kekecewaan dari warga setempat yang merasa bahwa janji tersebut tidak dipenuhi.

Video yang Menggugah Perhatian

Seorang warga setempat mengunggah video melalui akun TikTok @niaanggraeni.nia8 yang menampilkan kondisi jembatan rusak. Dalam video tersebut, pengunggah menyampaikan bahwa jembatan Cigebang telah dijanjikan perbaikannya oleh KDM atau Kang Dedi Mulyadi. Ia bahkan menyertakan rekaman jejak digital saat Dedi Mulyadi secara langsung menyatakan komitmennya untuk memperbaiki jembatan tersebut.

Dalam cuplikan video tersebut, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa kondisi jembatan Cigebang yang rusak membuat dirinya merasa malu. Ia pun menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menangani pembangunan jembatan tersebut.

Namun, setelah delapan bulan berlalu, janji tersebut belum juga diwujudkan dalam bentuk perbaikan nyata. Warga pun meminta kejelasan terkait kelanjutan pembangunan jembatan yang telah dijanjikan tersebut. Kondisi jembatan bahkan disebut semakin memburuk dan kian membahayakan.

Penjelasan Dedi Mulyadi

Menanggapi unggahan warga yang menagih janji perbaikan jembatan Cigebang di Subang, Dedi Mulyadi akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut termasuk pembangunan baru, bukan sekadar perbaikan. Oleh sebab itu, terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum pembangunan dapat dilakukan.

Ia juga menyampaikan bahwa jumlah jembatan di Jawa Barat cukup banyak dan anggaran pembangunan telah dialokasikan. Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa sebenarnya pembangunan jembatan bisa dilakukan oleh pemerintah tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

“Sebenarnya pembangunan jembatan ini bisa dilakukan menggunakan dana desa atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten,” ujarnya.

Meski demikian, Dedi memahami bahwa keterbatasan anggaran desa maupun kabupaten membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut memberikan bantuan. Alih-alih merasa tersinggung atas tagihan janji tersebut, Dedi Mulyadi justru menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah melaporkan kondisi jembatan.

Ia pun meminta masyarakat untuk bersabar karena proyek tersebut baru direncanakan sekitar delapan bulan. Sosok yang akrab disapa KDM itu membandingkan proyek ini dengan sejumlah pembangunan lain yang bahkan terbengkalai hingga puluhan tahun.

Tanggapan Warganet

Sikap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menanggapi tuntutan warganya terkait janji perbaikan jembatan rusak di Subang memunculkan berbagai reaksi dari warganet. Banyak pengguna media sosial yang memberikan apresiasi karena respons Dedi Mulyadi dinilai sigap, meski ia tetap meminta masyarakat untuk bersabar.

Sebagian warganet juga menyoroti bagaimana berbagai aspirasi dan keluhan warga Jawa Barat ditanggapi langsung oleh Dedi Mulyadi. Beberapa komentar dari warganet antara lain:

  • “Alhamdulilah,,semangat pa…”
  • “Pak cape gak di Dar der dor sama warga Jabar? @dedimulyadi71 ..semoga kita ⊃2; JD saksi di akhirat nnti sbgai warga Jabar merasa dilayani …sekali lagi terimakasih Pak ,jangan pernah lelah menghadapi kemauan warga jabar”
  • “Karunya ih c bapa meni darderdor Karak awal taun semangat pak”
  • “Iri banget sama jawa barat, diviralkan langsung dikerjakan. Di Banten mah boro2, sering banget diviralkan.. Tapi pemerintah nya ga peduli sama sekali,” tulis beragam komentar warganet.
Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?