Perjalanan Yasmin: Dari Kompetisi ke Pemimpinan Berkelanjutan
Yasmin, seorang mahasiswi Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), memiliki kisah perjalanan yang penuh dengan prestasi dan semangat. Sejak kecil, ia aktif dalam berbagai kompetisi dan kegiatan yang membentuk kepercayaan dirinya serta mengantarkan pada pencarian passion di dunia pageant, pariwisata, dan kebudayaan.
Pengalaman pertama Yasmin di dunia pageant adalah ketika ia ikut serta dalam ajang Nanang Galuh Banjarbaru 2023. Di sana, ia berhasil meraih gelar Galuh Wakil V sekaligus Galuh Favorit 2023. Ini menjadi awal dari perjalanan panjangnya di bidang ini.
Perjalanan Yasmin terus berlanjut hingga tahun 2025, di mana ia terpilih sebagai Putri Pariwisata Kota Banjarbaru dan mewakili kota tersebut ke tingkat provinsi. Di ajang tersebut, ia berhasil meraih gelar Putri Pariwisata Intelegensia 2025, masuk Top 6, serta menjadi pemenang Head to Head Challenge. Gelar-gelar ini bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tanggung jawab untuk menjadi contoh, menyuarakan hal-hal positif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pariwisata dan masyarakat.
Meskipun telah meraih banyak penghargaan, Yasmin juga pernah mengalami kegagalan. Namun, baginya, kegagalan justru menjadi pelajaran berharga. Ia belajar memperbaiki diri, memperkuat mental, dan lebih mengenal potensi dirinya. Kegagalan itu mengajarkan bahwa proses jauh lebih penting daripada sekadar hasil.
Sebagai anak kedua dari dua bersaudara, nilai-nilai seperti tanggung jawab, empati, dan kemampuan menempatkan diri sangat membentuk karakter kepemimpinannya. Yasmin terbiasa menjadi pendengar, penyeimbang, sekaligus penopang dalam keluarga. Dari situ, tumbuh karakter kepemimpinan yang tidak otoriter, tetapi mengedepankan kebersamaan, komunikasi, dan kepedulian.
Inovasi untuk Masa Depan Pariwisata
Menurut Yasmin, inovasi untuk meningkatkan daya tarik pariwisata Kota Banjarbaru adalah dengan menggali potensi besar dari sisi budaya dan kreativitas anak mudanya. Ia menyarankan pengemasan wisata berbasis pengalaman, seperti wisata budaya interaktif, even kreatif, serta pemanfaatan media digital untuk promosi yang lebih modern dan menarik.
Ketika ditanya tentang satu perubahan kecil yang bisa dilakukan Aliya bersama anak muda lainnya untuk masa depan pariwisata Indonesia, Yasmin menjawab bahwa mulai dari diri sendiri adalah langkah penting. Menjaga kebersihan saat berwisata, menghargai budaya lokal, dan mempromosikan destinasi dengan cara yang positif. Perubahan kecil jika dilakukan bersama-sama akan memberi dampak besar.
Yasmin percaya bahwa anak muda tidak anti budaya, hanya perlu pendekatan yang relevan. Melalui media sosial, event kreatif, dan kolaborasi, budaya bisa dikemas lebih kekinian tanpa menghilangkan nilai aslinya. Dengan begitu, generasi muda merasa bangga, bukan terpaksa, dalam melestarikan budaya.
Pariwisata Berkelanjutan dan Tanggung Jawab Lingkungan
Sebagai mahasiswi Teknik Lingkungan, isu lingkungan menjadi fokus utamanya. Ia menilai bahwa pengelolaan sampah dan kebersihan destinasi wisata adalah isu yang paling mendesak. Pariwisata tidak boleh hanya indah secara visual, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. Tanpa pengelolaan yang baik, keindahan alam bisa rusak dan justru merugikan masyarakat sekitar.
Konsep pariwisata berkelanjutan dapat diterapkan secara nyata di Kota Banjarbaru. Ini bisa dimulai dari hal sederhana yaitu pengurangan sampah plastik, edukasi wisatawan, pemberdayaan UMKM lokal, serta pelibatan masyarakat sekitar destinasi. Pariwisata tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga lingkungan dan budaya.
Peran Pageant dalam Membangun Kesadaran
Yasmin juga memanfaatkan platform pageant untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat. Pageant adalah ruang strategis untuk menyampaikan pesan, mengedukasi, dan menginspirasi. Ia ingin memanfaatkannya untuk mengangkat isu pariwisata, lingkungan, dan budaya, sekaligus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli dan terlibat.
Di lingkungan kampus, Yasmin aktif sebagai perwakilan mahasiswa berprestasi dan pernah menjadi narasumber pada acara E-Talk HMTL. Selain itu, ia kerap dipercaya sebagai MC maupun moderator dalam berbagai kegiatan. Pengalaman dan kapasitas di dunia fashion dan pageant juga mengantarkannya dipercaya sebagai Juri pada Banjarbaru Fashion Week 2025.
Bisnis dan Minat Traveling
Di luar aktivitas akademik dan organisasi, Yasmin juga menjalankan usaha Aliya Snack, sebuah bisnis yang menyediakan berbagai jenis kue Lebaran secara lengkap. Penghobi traveling ini juga banyak belajar tentang toleransi, menghargai perbedaan, dan kerendahan hati. Dari kegiatan traveling, setiap daerah memiliki cerita, adat, dan cara hidup yang unik. Itu membuatnya lebih terbuka, bersyukur, dan memahami bahwa Indonesia sangat kaya dan beragam.












