Sholawat Gus Dur Syiir Tanpo Waton: Lirik dan Maknanya
Sholawat Gus Dur Syiir Tanpo Waton adalah salah satu bentuk syiar yang sangat populer di kalangan umat Islam di Nusantara. Lagu ini memiliki ciri khas dalam penggunaan bahasa Jawa dan Bahasa Kawi atau Jawa Kuno, sehingga menciptakan nuansa yang khas dan unik. Sholawat ini tidak hanya menjadi sarana untuk menyampaikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi media edukasi tentang nilai-nilai kehidupan dan spiritualitas.
Asal Usul Sholawat Gus Dur Syiir Tanpo Waton
Sholawat Gus Dur Syiir Tanpo Waton diciptakan oleh KH Moh Nizam As-Shofa atau lebih dikenal dengan panggilan Gus Nizam. Ia adalah seorang ulama yang juga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Ahlus Shofa wal Wafa di Simoketawang, Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur. Gus Nizam lahir pada tanggal 23 Oktober 1973. Dalam penciptaannya, ia menggabungkan antara bahasa Jawa dan Bahasa Kawi, yang membuat lirik sholawat ini terasa mendalam dan penuh makna.
Mengapa Dinamakan Sholawat Gus Dur?
Meskipun sholawat ini diciptakan oleh Gus Nizam, namanya terkait dengan Gus Dur, yaitu Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid. Alasannya adalah karena suara Gus Nizam saat menyanyikan sholawat ini mirip dengan suara Gus Dur. Hal ini memberikan kesan bahwa sholawat ini juga mengandung semangat dan pesan-pesan dari Gus Dur, yang dikenal sebagai tokoh yang sangat dekat dengan masyarakat.
Lirik dan Artinya
Berikut adalah lirik lengkap dari Sholawat Gus Dur Syiir Tanpo Waton beserta artinya:
اَسْتَغْفِرُالله رَبَّ الْبَرَايَا # اَسْتَغْفِرُ الله مِنَ الْخَطَايَا
Astaghfirullah rabbal baraya, astaghfirullah minalkhataya
Aku memohon ampunan kepada Tuhan yang menciptakan segala sesuatu, aku memohon ampunan kepada Allah dari segala kesalahan.
رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا نَافِعًا # وَوَفِّقْنِيْ عَمَلًا صَالِحًا
Rabbizdini ilman nafi’an wa wafiqni amalan shalihan
Ya Tuhan, berilah aku ilmu yang bermanfaat dan berilah aku petunjuk untuk melakukan amal yang baik.
يَا رَسُوْلَ الله سَلاَمٌ عَلَيْك # يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ
Ya Rasulullah salamun ‘alaika, ya rafi’asy-shan wal daraj
Wahai Rasulullah, salam sejahtera bagimu, wahai yang tinggi kedudukannya dan martabatnya.
عَطْفَةً يَاجِيْرَةَ الْعَلَمِ # يَا اُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ
Atfata yajiiratul a’lam, ya uhailal juddi wal karam
Dengan kasih sayang, wahai pelindung alam, wahai keturunan yang murah hati dan dermawan.
Ngawiti ingsun nglaras syi’iran # Kelawan muji maring pengeran
Aku memulai menembangkan (menyanyikan) syiir # dengan memuji kepada Tuhan.
Kang paring rohmat lan kenikmatan # Rino wengine tanpo pitungan
Yang memberi rahmat dan kenikmatan siang dan malam tanpa perhitungan.
Duh bolo konco priyo wanito # Ojo mung ngaji syare’at bloko
Wahai para sahabat pria dan wanita jangan hanya belajar syariat saja.
Gur pinter dongeng nulis lan moco # Tembe mburine bakal sangsoro
Hanya pandai mendongeng (bicara), menulis, dan membaca akhirnya hanya akan sengsara.
Akeh kang apal Qur’an hadise # Seneng ngafirke marang liyane
Banyak yang hafal Al-Qur’an dan hadisnya suka mengkafirkan orang lain.
Kafire dewe ndak digatekke # Yen isih kotor ati akale
Kekafirannya sendiri tidak diperhatikan kalau masih kotor hati dan akalnya.
Gampang kabujuk nafsu angkoro # Ing pepaese gebyare donyo
Mudah tertipu nafsu angkara dalam hiasan gemerlapnya dunia.
Iri lan meri sugihe tonggo # Mulo atine peteng lan nisto
Iri dan dengki kekayaan tetangga maka hatinya gelap dan nista.
Ayo sedulur jo nglaleake # Wajibe ngaji sa’pranatane
Mari saudara jangan melupakan kewajiban mengaji (belajar) lengkap dengan aturannya.
Nggo ngandelake iman tauhide # Baguse sangu mulyo matine
Untuk menebalkan iman tauhidnya bagusnya bekal mulia matinya.
Kang aran sholeh bagus atine # Kerono mapan seri ngelmune
Yang disebut orang shaleh itu bagus hatinya #Karena sempurna seri keilmuannya.
Laku thoriqat lan ma’rifate # Ugo haqiqot manjing rasane
Melakukan thariqat dan ma’rifatnya juga hakikat meresap rasanya.
Al-Qur’an qodim wahyu minulyo # Tanpo tinulis iso diwoco
Al-Qur’an qadim wahyu yang mulia # Tanpa ditulis bisa dibaca.
Iku wejangan guru waskito # Den tancepaken ing jero dodo
Itu wejangan (pesan) guru yang waskita # Ditancapkan ke dalam dada.
Kumantil ati lan pikiran # Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Tergantung (tertempel) di hati dan pikiran # Merasuk ke dalam badan dan tubuh.
Mukjizat Rosul dadi pedoman # Minongko dalan manjinge iman
Mukjizat Rasul (Al-Qur’an) jadi pedoman # sebagai jalan masuknya iman.
Kelawan Alloh kang moho suci # Kudu rangkulan rino lan wengi
Kepada Allah yang Maha Suci # Harus berpelukan (mendekatkan diri) siang dan malam.
Ditirakati diriyadhahi # Dzikir lan suluk jo nganti lali
Diusahakan dan dilatih # Dzikir dan suluk jangan sampai dilupakan.
Uripe ayem rumongso aman # Dununge roso tondo yen iman
Hidupnya tenteram dan merasa aman # itulah perasaan tanda beriman.
Sabar narimo nadjan pas-pasan # Kebeh tinakdir saking pengeran
Sabar menerima meskipun (hidup) pas-pasan # Semua sudah ditakdirkan dari Tuhan.
Kelawan konco dulur lan tonggo # Kang podo rukun ojo dursilo
Terhadap teman, saudara, dan tetangga # Rukunlah jangan bertengkar.
Iku sunnahe rosul kang mulyo # Nabi Muhammad panutan kito
Itu sunnah Rasul yang mulia # Nabi Muhammad suri tauladan kita.
Ayo nglakoni sekabahane # Alloh kang bakal ngangkat drajate
Ayo jalani semua #Allah yang akan mengagnkat derajatnya.
Senajan asor toto dzohire # Ananging mulyo maqom drajate
Meskipun rendah secara lahiriyah # Namun mulia kedudukan derajatnya di sisi Allah.
Lamun palastro ing pungkasane # Ora kesasar roh lan sukmane
Ketika ajal telah datang di akhir # Tidak tersesat roh dan sukma (raga) nya.
Den gadang Alloh swargo manggone # Utuh mayite ugo ulese
Disanjung Allah surga tempatnya # Utuh (lengkap) jasadnya juga kain kafannya.
يَا رَسُوْلَ الله سَلاَمٌ عَلَيْك # يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ
Ya Rasulullah salamun ‘alaika, ya rafi’asy-shan wal daraj
عَطْفَةً يَاجِيْرَةَ الْعَلَمِ # يَا اُهَيْلَ الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ
Atfata yajiiratul a’lam, ya uhailal juddi wal karam












