LUWU, – Massa dari Ormas Solidaritas Islam Luwu Raya (Silu) menggelar aksi di Jalan Trans Sulawesi, area gerbang Kecamatan Suli-Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Mereka mendesak pemerintah pusat agar segera merealisasikan pemekaran wilayah pembentukan Provinsi Luwu Raya. Aksi tersebut diwarnai dengan blokade jalan dimulai sekitar pukul 12.00 Wita. Jalan Trans Sulawesi ditutup menggunakan spanduk berukuran besar yang dibentangkan melintang di jalan, sehingga tidak ada kendaraan yang dapat melintas.
Selain itu, pengunjuk rasa juga menyusun batang-batang pohon di tengah jalan. Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas dari dua arah, baik dari Makassar menuju Palopo maupun sebaliknya, mengalami kemacetan panjang bahkan sempat lumpuh total. Situasi semakin mencekam ketika massa membakar sejumlah ban bekas di badan jalan. Asap hitam dari pembakaran ban sempat menyelimuti ruas jalan.
Koordinator Aksi Ormas Silu, Samad, mengatakan tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan aspirasi lama masyarakat yang hingga kini belum terwujud. Menurutnya, pemekaran wilayah sudah menjadi kebutuhan mendesak mengingat luas wilayah Luwu Raya yang mencakup empat daerah, yakni Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur.
“Pemekaran Provinsi Luwu Raya adalah mutlak. Wilayah ini sangat luas, memiliki sumber daya alam yang melimpah, serta sumber daya manusia yang memadai untuk berdiri sebagai sebuah provinsi sendiri,” kata Samad saat berorasi di tengah massa aksi.
Samad menegaskan bahwa gerakan yang dilakukan Silu dan elemen masyarakat lainnya bukanlah aksi spontan, melainkan bagian dari rangkaian perjuangan yang telah direncanakan.
Puncak Aksi Digelar 23 Januari
Samad menyebutkan, puncak aksi perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya akan dilaksanakan pada 23 Januari 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Luwu dan Hari Perjuangan Rakyat Luwu.
“Provinsi Luwu Raya adalah harga mati. Gerakan hari ini merupakan bagian dari rangkaian perjuangan pembentukan provinsi. Pada 23 Januari nanti adalah puncak pelaksanaannya, yang bertepatan dengan momentum bersejarah bagi masyarakat Luwu,” ucapnya.
Tokoh pemuda Luwu, Ismail Wahid, yang turut hadir dalam aksi tersebut, menilai perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan langkah konstitusional yang memiliki dasar sejarah dan hukum yang kuat.
“Pembentukan Provinsi Luwu Raya adalah perjuangan konstitusional. Ini bukan ambisi sempit, bukan pula sentimen daerah. Gagasan ini bahkan telah diproklamirkan sejak 1959 melalui pertemuan antara Andi Djemma dan Presiden Soekarno,” ujar Ismail.
Ia menilai, pemerintah pusat perlu melihat secara langsung fenomena sosial dan aspirasi masyarakat Luwu Raya yang menghendaki terbentuknya provinsi baru.
Aksi blokade jalan ini berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 Wita. Setelah itu, arus lalu lintas berangsur normal usai sejumlah anggota DPRD Kabupaten Luwu datang menemui massa. Para anggota dewan yang turun langsung ke lokasi aksi tampak mengenakan ikat kepala bertuliskan “Luwu Tengah” sebagai simbol dukungan terhadap perjuangan pemekaran wilayah, baik pembentukan Provinsi Luwu Raya maupun Kabupaten Luwu Tengah.
Dukungan DPRD
Ketua Fraksi Nasdem DPRD Luwu, Basaruddin, menegaskan kehadiran pihaknya di lokasi aksi merupakan bukti nyata dukungan terhadap perjuangan masyarakat Luwu Raya.
“Berikan kami kesempatan sesuai tugas dan fungsi kami sebagai anggota DPRD untuk meyakinkan teman-teman kita di Jakarta agar daerah otonom baru Luwu Raya bisa segera direalisasikan,” jelasnya.
Basaruddin menegaskan bahwa aspirasi masyarakat tidak boleh tercoreng oleh tindakan yang dapat merugikan kepentingan umum.
Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Ahmad Gazali, mengungkapkan apresiasinya terhadap semangat masyarakat dan elemen pemuda yang terus mengawal aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya.
“Izinkan saya sebagai pimpinan DPRD Kabupaten Luwu menyatakan komitmen untuk mengawal aspirasi ini. Semangat perjuangan ini harus tetap kita jaga, namun tentu dengan cara-cara yang terhormat dan bermartabat,” ujar Gazali.
Ia menyebutkan, pada November 2025 lalu, pimpinan DPRD se-Luwu Raya bersama para kepala daerah telah menandatangani komitmen bersama untuk memperjuangkan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












