Perkembangan Konflik Keraton Solo yang Semakin Memanas
Konflik di dalam Keraton Solo kini semakin memanas setelah munculnya dua klaim berbeda terkait gelar Pakubuwono XIV. Klaim tersebut bermula setelah wafatnya PB XIII, yang kemudian memicu perebutan tahta antara dua pihak. KGPAA Hamangkunegoro (PB XIV Purboyo) dan KGPH Hangabehi sama-sama mengklaim diri sebagai penerus tahta. Hal ini menciptakan ketegangan yang terus berlanjut dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan keraton.
Pada Rabu (5/11/2025), KGPAA Hamangkunegoro menyatakan dirinya telah naik tahta sebagai Pakubuwono XIV di hadapan jenazah ayahnya. Sementara itu, pada Kamis (13/11/2025), KGPH Hangabehi juga mendeklarasikan diri sebagai Pakubuwono XIV dalam sebuah prosesi di Sasana Handrawina. Dengan adanya klaim yang saling bertentangan ini, situasi di lingkungan keraton menjadi lebih rumit dan memicu konflik yang semakin meluas.
Beberapa peristiwa penting pun terjadi seiring dengan berkembangnya konflik ini. Salah satu yang menarik perhatian publik adalah aksi penggembokan pintu keraton. Selain itu, insiden bentrokan antar dua kubu raja terjadi menjelang kedatangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Minggu (18/1/2026). Kedatangan Fadli Zon bertujuan untuk menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada KGPA Tedjowulan sebagai penanggung jawab pemanfaatan Keraton Solo. Namun, agenda tersebut justru diwarnai ketegangan di lapangan.
Langkah Hukum yang Diambil oleh Pihak Terkait
Konflik yang terus berulang akhirnya berujung pada langkah hukum. Dua kubu yang berseteru saling melaporkan ke pihak kepolisian, menandai babak baru dari polemik panjang di tubuh Keraton Solo. Polisi menerima dua laporan dari masing-masing kubu terkait dugaan penganiayaan.
Menurut AKP Sudarmiyanto, Wakasatreskrim Polresta Solo, pihak kepolisian menerima dua aduan. Aduan pertama diajukan oleh seorang pria berinisial RP yang mengadukan SM atas dugaan penganiayaan. Pihak yang dilaporkan berasal dari Lembaga Dewan Adat (LDA) atau pendukung Pakubuwono XIV Hangabehi. Sementara itu, pihak yang melaporkan merupakan kubu pendukung Pakubuwono XIV Purboyo.
Aduan kedua masuk pada Minggu malam sekitar pukul 22.30 WIB. Dalam aduan ini, pengadu dan teradu berbeda dari aduan pertama. Pengadu bernama TR, sedangkan yang diadukan adalah EW, E, dan S.
Penyaluran Hibah yang Masih Tertunda
Selain konflik di tingkat internal, pencairan dana hibah juga menjadi isu yang hangat dibicarakan. Pemkot Solo tidak ingin terburu-buru meski sudah ada penunjukan pada KGPHPA Tedjowulan. Mereka akan berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terlebih dahulu sebelum menentukan siapa yang akan menerima dana hibah tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Murtono, menjelaskan bahwa pemerintah daerah masih belum memutuskan kepada siapa pencairan dana hibah Keraton Kasunanan Surakarta akan disalurkan. Menurutnya, hibah diberikan kepada lembaga, bukan perorangan. Hal ini dilakukan agar dana yang dikucurkan dari APBD dapat digunakan secara tepat dan sesuai aturan.
Sebelum wafatnya PB XIII, hibah disalurkan kepada mendiang Sinuhun Pakubuwono XIII. Dengan berpulangnya PB XIII, Pemkot Solo tetap akan menyalurkan hibah kepada pihak yang dapat bertanggung jawab atas dana tersebut. Meski Menteri Kebudayaan telah menunjuk KGPHPA Tedjowulan sebagai pelaksana, Pemkot Solo masih melakukan konsultasi dengan BPK untuk memastikan proses pencairan sesuai regulasi.
Kondisi Saat Ini dan Harapan Masa Depan
Dengan adanya konflik yang terus berlangsung, kondisi di Keraton Solo kini menjadi sangat dinamis. Tidak hanya terkait hak dan klaim tahta, tetapi juga berdampak pada pencairan dana hibah serta keamanan di lingkungan keraton. Meski begitu, masyarakat dan pihak-pihak terkait tetap berharap agar konflik ini dapat segera diselesaikan secara damai dan sesuai aturan.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












