Thomas Djiwandono, Kandidat Deputi Gubernur BI, Benarkah Ancam Independensi dan Stabilkan Rupiah?

JAKARTA,
Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai salah satu kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) sempat memicu kekhawatiran publik. Ekonom menyoroti kemungkinan hal ini bisa mengganggu independensi bank sentral dan berdampak pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Alasannya, keponakan Presiden Prabowo Subianto itu berpotensi menempati posisi strategis di BI yang seharusnya bebas dari kepentingan politik.

Bagaimana dinamika pencalonan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur BI?

Dicalonkan Bersama Dua Nama Lain

Thomas tidak menjadi satu-satunya nama yang diusulkan dalam bursa calon Deputi Gubernur BI. Hal ini sesuai dengan Pasal 41 ayat (3) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), yang menyatakan bahwa Presiden mengusulkan kepada DPR paling banyak 3 orang calon untuk setiap lowongan jabatan Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur BI.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyebut, Surat Presiden (Surpres) yang diterima pihaknya berisi tiga nama calon Deputi Gubernur BI, yaitu Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro. Ia menjelaskan, ketiga calon tersebut akan mengikuti proses seleksi berupa uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Tukar Guling dengan Juda Agung

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, pencalonan Thomas dan dua nama lainnya dilakukan untuk mengisi kekosongan posisi Deputi Gubernur BI yang ditinggalkan Juda Agung. Dia menyampaikan bahwa Juda Agung telah secara resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI sejak 13 Januari 2026.

Menurut kabar yang beredar, Juda Agung nantinya akan menempati posisi Wakil Menteri Keuangan yang saat ini dijabat oleh Thomas Djiwandono. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mendengar kabar tersebut, namun belum ada keputusan resmi mengenai hal tersebut. Ia mengatakan, perpindahan pejabat antara pemerintah dan bank sentral bukanlah hal yang luar biasa selama tidak disertai intervensi langsung dalam proses pengambilan keputusan.

Diusulkan Gubernur BI

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa dirinya yang mengusulkan nama Thomas Djiwandono untuk mengikuti proses pencalonan Deputi Gubernur BI. Ia juga yang mengusulkan dua nama lain, yaitu Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro, untuk menjadi pengganti Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026.

Proses pengisian jabatan sebagai pengganti Bapak Juda Agung tersebut, menurut Perry, telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto pada 14 Januari 2026. Selanjutnya, DPR RI akan melakukan penyeleksian dengan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) kepada tiga orang tersebut untuk dipilih menjadi Deputi Gubernur BI.

Ganggu Independensi dan Bikin Rupiah ATL

Meski proses pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI telah mengikuti aturan, langkah ini dikhawatirkan sejumlah pihak dapat mengganggu independensi bank sentral. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, BI merupakan institusi yang sangat krusial karena bertanggung jawab menjaga stabilitas moneter.

Faisal menilai wajar jika publik mempertanyakan independensi bank sentral dengan masuknya nama Thomas dalam bursa calon Deputi Gubernur BI. Kekhawatiran tersebut muncul karena Thomas merupakan keponakan Presiden Prabowo dan menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra. Posisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam pelaksanaan kebijakan moneter.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga menilai pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI berpotensi mengganggu persepsi independensi bank sentral. Hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi persepsi pasar yang sangat peka terhadap kemungkinan intervensi politik dalam keputusan suku bunga, stabilitas nilai tukar, dan pengelolaan likuiditas.

Posisi Terkini Thomas Djiwandono

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Ketua Harian Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan bahwa Thomas Djiwandono sudah tidak masuk kepengurusan Partai Gerindra. Ia menjelaskan bahwa Thomas sudah mengajukan pengunduran diri sebagai pengurus partai pada 31 Desember 2025.

Jadwal Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI

Komisi XI DPR RI bersiap menggelar fit and proper test terhadap tiga kandidat calon Deputi Gubernur BI. Proses seleksi dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada Jumat, 23 Januari 2026 dan dilanjutkan pada Senin, 26 Januari 2026. Setiap sesi uji kelayakan memiliki alokasi waktu yang sama bagi masing-masing kandidat. Total waktu yang disediakan adalah satu jam untuk setiap calon Deputi Gubernur BI.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?