Budaya  

Kembali Menulis dari Jejak Buku 1983



Menulis dengan sistematis dan terstruktur adalah hal yang penting dalam dunia penulisan. Buku ini, Menulis Tertib dan Sistematik karya Drs. J.D. Parera (Erlangga, 1983, Cetakan ke-1), mengajak pembaca untuk memahami pentingnya struktur dalam menulis. Buku ini tidak hanya menjadi panduan, tetapi juga sebagai pengingat bahwa tulisan harus efektif dan mudah dipahami oleh pembaca.

Bagian-Bagian Penting dalam Buku Ini

Buku ini dibagi menjadi beberapa bagian utama, yaitu:

Aspek penulisan: mencakup makalah, laporan, format, bentuk pengikhtisaran.

Aspek kebahasaan: meliputi tanda tulis, tanda ketik, tanda baca, tanda koreksi, fog indeks, hingga kata kajian.

Setiap bagian dijelaskan secara detail, sehingga membantu pembaca memahami konsep-konsep dasar dalam menulis. Buku ini cocok bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan menulis mereka.

Kesalahan Umum dalam Penempatan Tanda Baca

Salah satu hal yang sering kali membuat penulis bingung adalah penempatan tanda koma, titik, dan tanda pisah. Contohnya, ketika menyebutkan lebih dari dua unsur atau hal yang berbeda-beda, penempatan tanda koma harus sesuai aturan. Misalnya:

Salah: Masyarakat nusantara yang adil, bahagia dan makmur.

Benar: Masyarakat nusantara yang adil, bahagia, dan makmur.

Aturan ini sebenarnya sederhana, tetapi sering kali terlewat. Buku ini memberikan contoh yang jelas agar pembaca bisa memahami dan menerapkannya.

Penggunaan Tanda Titik pada Judul

Tanda titik tidak digunakan pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, kepala ilustrasi, tabel, atau sub judul. Misalnya:

1. Acara kunjungan Ir. Adam Malik

2. Langkah Cepat Menggunting Poni

Ini adalah aturan yang sering kali tidak diketahui oleh banyak penulis, termasuk saya sendiri. Buku ini memberikan penjelasan yang jelas tentang penggunaan tanda titik dalam berbagai situasi.

Penggunaan Huruf Miring

Huruf miring digunakan untuk menulis nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam karangan. Selain itu, huruf miring juga digunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf atau bagian kata. Contohnya:

1. Bagian ini tidak membicarakan perkalian

2. Huruf pertama benci yakni b.

Ini adalah hal dasar yang sering kali dilupakan, tetapi sangat penting dalam penulisan yang baik.

Tanda Koreksi dalam Naskah

Koreksi dalam naskah memiliki simbol-simbol tertentu yang digunakan untuk memperbaiki kesalahan. Buku ini menjelaskan daftar simbol tersebut beserta contoh perbaikannya. Dengan demikian, penulis dapat memahami cara memperbaiki naskah mereka secara konsisten dan seragam.

Fog Indeks dan Latihan Menulis

Fog Indeks adalah alat untuk mengukur tingkat kesulitan suatu tulisan. Rumus Gunning digunakan untuk menghitung Fog Indeks dengan langkah-langkah yang jelas. Buku ini memberikan latihan yang menantang untuk membantu pembaca memahami dan menerapkan rumus tersebut.

Kesimpulan

Membaca buku ini seperti kembali ke masa sekolah dan kuliah, mengingatkan kita akan pentingnya struktur dan aturan dalam menulis. Buku ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga memberikan latihan praktis yang bisa diterapkan langsung. Dengan membaca buku ini, kita bisa belajar untuk menulis dengan lebih baik dan terstruktur.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?