JakartaTalks.com – Partai Ummat yang didirikan oleh tokoh Reformasi Amien Rais menyambut baik usulan Presiden Prabowo Subianto untuk memilih kepala daerah seperti gubernur, bupati, dan wali kota oleh DPRD. Menurut Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi, usulan tersebut merupakan terobosan yang bagus untuk menghemat anggaran negara.
“Partai Ummat menganggap ide Presiden Prabowo untuk memberikan kewenangan kepada DPRD dalam memilih kepala daerah sebagai terobosan yang bagus untuk menghemat anggaran negara,” ujar Ridho dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh redaksi jakartatalks.com pada Senin (16/12/2024).
Ridho juga menyinggung tentang Pilkada 2024. Menurutnya, partai politik memerlukan modal yang besar untuk mengikuti Pilkada. Jika hal tersebut terus dibiarkan, Ridho mengkhawatirkan akan berdampak pada gagalnya pembangunan yang seharusnya dapat mensejahterakan rakyat.
“Saat ini, pilkada sudah seperti bisnis atau investasi, dimana yang untung bukanlah rakyat, tetapi para bandar pilkada. Apakah kita akan membiarkan kondisi ini berlarut-larut?” tanya Ridho.
Lebih lanjut, Ridho menjelaskan bahwa sistem one man one vote belum dapat sepenuhnya diterapkan. Hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan dan hanya memiliki pendidikan hingga tingkat SD. Hal tersebut memungkinkan terjadinya jual beli suara secara besar-besaran.
“Konsep one man one vote akan lebih relevan jika masyarakat Indonesia sudah merata dalam hal pendidikan dan ekonomi,” ungkap Ridho.
Ridho juga mengusulkan agar verifikasi faktual pada partai politik yang telah mengikuti Pemilu sebelumnya tidak perlu dilakukan lagi. Menurutnya, hal tersebut memberatkan partai politik yang juga memerlukan biaya yang besar untuk membangun infrastruktur di daerah yang bukan basis mereka.
“Partai politik seharusnya mewakili basis konstituen mereka yang tidak mungkin dapat mewakili seluruh karakteristik demografis masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, verifikasi faktual yang ada saat ini memaksa partai politik untuk ‘mengarang’ karakteristik demografis tertentu,” jelas Ridho.
Ridho menegaskan bahwa pada akhirnya, rakyat yang menentukan partai mana yang sesuai dengan pilihan mereka. Partai yang terus berjuang dan bekerja keras akan mendapatkan dukungan dari rakyat, sehingga verifikasi faktual dapat diukur dari hasil pemilu.
“Jadi, poin penting dari Partai Ummat adalah bahwa kita harus membenahi sistem pemilu yang mahal dari awal hingga akhir. Termasuk apakah sistem pemilu saat ini masih sesuai dengan sistem pemilu terbuka yang juga mahal seperti Pilkada,” tutur Ridho.
“Kita juga harus mempertimbangkan apakah sistem Pemilu Presiden seharusnya seperti sebelumnya, dimana dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Namun, yang terpenting adalah negara kita tidak boleh kembali ke rezim otoritarianisme atau militerisme seperti masa sebelum Reformasi 1998,” tandasnya.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”












