Nabila Thibrin Menangkan Piala AMI Awards 2025 untuk Keroncong Terbaik dengan ‘Rangkaian Mutiara’

Nabila Tribin Meraih AMI Awards 2025 untuk Kategori Artis Keroncong Stambul/Langgam/Asli Terbaik

Nabila Tribin berhasil mencatatkan pencapaian penting dengan meraih penghargaan AMI Awards 2025 di kategori Artis Keroncong Stambul/Langgam/Asli Terbaik. Ia menyambut penghargaan ini dengan rasa senang dan syukur, sekaligus kejutan yang tak terduga. Setelah 13 tahun sejak terakhir kali menerima AMI Awards di kategori anak-anak, ia tidak menyangka namanya kembali muncul sebagai nomine—dan bahkan keluar sebagai pemenang.

Penghargaan ini memiliki makna yang lebih dalam karena datang melalui lagu “Keroncong Rangkaian Mutiara” yang merupakan karya Budiman B.J. dengan arransemen oleh dan produser Koko Thole. Musiknya dimainkan oleh Orkes Keroncong Pesona Jiwa. Lagu ini bukan sembarang nomor: bagi Nabila, “Ini adalah lagu keroncong pertama yang pernah saya pelajari dan bawakan secara langsung sekitar 14–15 tahun lalu di Gedung Kesenian Jakarta,” kata Nabila yang lahir pada 05 Mei 2001.

Kini, lagu yang belum pernah direkam sebelumnya itu justru mengantarkannya meraih pengakuan nasional. Meski begitu, Nabila mengakui bahwa lagu tersebut sangat menantang. Menurutnya, lagu ini dikenal sulit, dan sebelumnya lebih banyak muncul dalam konteks lomba menyanyi keroncong. Karena belum pernah direkam, ia mempelajarinya dari penyanyi-penyanyi keroncong senior yang pernah membawakannya untuk kepentingan kompetisi.

Tantangan Lagu yang Tidak Mudah

Dalam proses ini, Koko Thole, seniman keroncong yang membimbing Nabila, memainkan peran penting. Meski tanpa proses produksi rumit, Koko Thole memberi bimbingan agar lagu itu dinyanyikan sesuai notasi asli ciptaan Budiman B.J., tanpa perubahan apa pun. Mengingat tingkat kesulitannya dan belum adanya rujukan rekaman sebelumnya, pendampingan tersebut menjadi sangat membantu.

Menurut Koko Thole, munculnya anak muda yang ingin belajar dan menyanyikan keroncong asli merupakan hal yang membahagiakan. Ia menjelaskan bahwa visinya dalam mengawal lagu ini adalah menggali karya-karya keroncong klasik yang belum pernah direkam, lalu memperkenalkannya kembali melalui rekaman baru.

Pandangan Koko Thole: Anak Muda dan Keroncong Klasik

Tantangan terbesar baginya adalah merancang voorspel, middlespel, serta menentukan konsep pukulan keroncong yang tepat—mulai dari irama petik hingga single dan double. Namun ia melihat kualitas vokal Nabila sebagai alasan kuat mengapa lagu ini layak dicobakan padanya.

Menurut Koko Thole, Nabila memiliki suara lembut dan warna vokal khas. Meski cengkoknya belum terbentuk sepenuhnya, embat dan eluk notasinya sudah baik dan “sudah bisa sedikit nggandul.” Ia berharap Nabila dapat terus berkembang dan menjaga tradisi keroncong.

Keroncong di Tengah Minimnya Ruang Siar

Dalam pandangan Koko Thole, keroncong memang menghadapi tantangan besar di industri musik masa kini. Ia menyebut bahwa minat publik menurun dan ruang siar sangat terbatas. Bahkan untuk tayangan televisi, hanya TVRI yang masih menayangkan keroncong—itu pun semakin jarang karena banyaknya program ulang.

Meski demikian, ia tetap yakin bahwa keroncong memiliki masa depan. Baginya, keroncong memiliki ciri khas kuat dan pakem yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Indonesia.

Pesan untuk Generasi Muda dari Dua Perspektif

Baik Nabila maupun Koko Thole sama-sama menyampaikan pesan untuk anak muda. Nabila menegaskan bahwa keroncong bukan musik orang tua. Ia percaya kreativitas generasi muda dapat membuat keroncong tetap relevan dan mengikuti zaman. Ia berharap langkahnya belajar keroncong bisa menjadi pemantik bagi anak muda lain untuk menjaga dan mengembangkan musik Indonesia.

Sementara Koko Thole menyampaikan ajakan sederhana namun kuat: “Keroncong itu indah, unik, dan asyik. Ayo belajar keroncong. Jangan pernah bosan. Cintai keroncong, musik Indonesia.”

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?