Insanul Fahmi Akui Poligami dan Pengakuan Menggemparkan di YouTube
Insanul Fahmi akhirnya mengungkapkan kebenaran yang selama ini ia sembunyikan. Ia mengakui telah melakukan poligami dengan dua wanita, yaitu Wardatina Mawa dan Inara Rusli. Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, terutama setelah ia mengungkapkan bahwa ia menikahi Inara Rusli secara diam-diam tanpa memberitahu istrinya yang pertama.
Pernikahan siri antara Insanul Fahmi dan Inara Rusli menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kebiasaan Insan untuk menyamar sebagai lajang saat berada di dekat Inara Rusli juga terungkap. Hal ini membuat banyak orang merasa kaget dan bingung dengan sikapnya selama ini.
Insanul Fahmi akhirnya mengungkapkan semua hal tersebut saat tampil di acara YouTube milik Richard Lee. Dalam wawancaranya, ia menangis sambil menjelaskan alasan di balik keputusannya memiliki dua istri. Ia menyatakan bahwa kedua wanita itu memiliki potensi yang luar biasa dan bisa saling mendukung dalam menjalani hidup bersama.
“Keduanya punya potensi, keduanya punya sesuatu yang bisa kita kembangkan bersama, dan jadi satu tim,” ujarnya dengan suara bergetar.
Pengakuan Insan ini memicu respons beragam dari netizen hingga tokoh publik lainnya. Salah satunya adalah Vicky Prasetyo, yang memberikan sindiran lembut kepada Insan. Ia menulis di kolom komentar bahwa seorang pria yang nakal seharusnya tidak mudah menyerah atau menunjukkan kelemahan.
Curhatan tentang Kondisi Rumah Tangga
Dalam acara YouTube tersebut, Insanul Fahmi juga menceritakan kondisi rumah tangganya dengan Wardatina Mawa sejak tahun 2019. Ia mengaku bahwa konflik mulai terjadi sejak lima tahun terakhir. Namun, ia tetap memastikan bahwa Mawa adalah istri yang saleh dan ibu yang baik bagi anak mereka.
“Tahun pertama indah, beberapa waktu sebelum punya anak kita mulai ada konflik tapi ya aku wajarin, mungkin ini cuma bumbu-bumbu pernikahan,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa ia sering melakukan muhasabah diri dan mencoba memperbaiki hubungan dengan istrinya. Ia berusaha membuka komunikasi dan saling menutupi kekurangan satu sama lain.
Merasa Tertekan dan Masalah Bisnis
Konflik dalam rumah tangganya ternyata tidak berhenti. Insan merasa tertekan, terutama karena ia harus kuliah sambil bekerja. “Dari situ konflik enggak selesai, ada aja yang jadi masalah yang kita bahas. Aku kuliah di UI, aku kerja juga buat usaha, jadi ya pressure,” tambahnya.
Ia meminta Mawa untuk tidak menambah tekanan dengan nada bicara yang keras. Namun, masalah terus berlanjut hingga pada tahun 2023, ia sempat mengakui bahwa ia sudah menikah lagi. Setelah itu, ia mengklaim bahwa pengakuan tersebut tidak benar dan hanya ingin agar Mawa berubah.
Masalah rumah tangga ini ternyata memengaruhi bisnis Insan. “Kita coba jalani sampai ada konflik-konflik lain yang buat aku merasa bisnis aku jadi banyak rugi, karena aku capek sendiri, aku merasa tidak tenang di rumah,” ujarnya.
Perubahan Sikap Menjadi Avoidant
Akibat tekanan dan konflik yang terus-menerus, Insan mulai berubah menjadi sosok yang menghindar. Namun, ia menegaskan bahwa sikap tersebut tidak membuatnya menjadi nakal. Justru, ia lebih fokus pada pekerjaan hingga kelelahan.
“Bapak satu anak itu mengaku sering mimisan hingga diopname. ‘Aku lebih banyak avoidant, bukan ke tempat yang nakal, avoidant aku lebih ke banyak kerja, aku sibukan diri aku. Supaya dari pagi sampai malam aku kerja. Seminggu aku bisa dua kali opname, kadang seminggu sekali opname, diinfus, kadang suntik vitamin aja, aku sering mimisan, tapi aku enggak pernah ngeluh, aku kecapekan dan salah satu bisnisku rugi banyak, waktu itu sampai miliaran nilainya,’ kenangnya.”
Puncak Kesedihan dan Perjalanan Baru
Pada akhirnya, Insan lebih nyaman di luar rumah dibanding bersama istri. Puncaknya, ia bertemu Inara Rusli dan menikah tanpa memberi tahu Mawa. “Aku frustrasi, tapi aku enggak pernah bilang kalau aku enggak punya uang, sampai waktu itu sisa uang di rekening Rp77 ribu. Dari situ aku merasa karena banyak tekanan di luar dan di rumah, puncaknya aku avoidant, aku lebih nyaman di luar,” ujarnya.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."












