Edukasi Digital Aman untuk Anak, 5 Tahun Pertama Penting

Tahapan Edukasi Anak di Dunia Digital

Psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, menjelaskan pentingnya membangun keterampilan dasar pada lima tahun pertama kehidupan anak. Fase ini disebut sebagai pre-digital skills yang mencakup pengelolaan emosi dan kemampuan menahan diri. Keterampilan ini menjadi fondasi untuk keseluruhan kehidupan anak, tidak hanya untuk dunia digital.

Pada tahap ini, perilaku orangtua dalam menggunakan gawai juga menjadi contoh utama yang akan ditiru oleh anak. Vera menyampaikan hal ini dalam Talkshow Inspiratif: “Tunggu Anak Siap” yang digelar di IDN HQ The Plaza, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025).

1. Usia 0–2 tahun: Anak belum boleh terpapar layar



Vera menekankan bahwa anak usia di bawah dua tahun tidak diperbolehkan menggunakan gawai dalam bentuk apa pun, baik layar kecil maupun layar besar. Ia menyebutkan bahwa kecuali untuk video call, seperti ketika orang tua bekerja jauh dari rumah dan ingin berkomunikasi dengan anak.

“Usia sebelum 5 itu masih boleh, yang tidak boleh adalah 2 tahun ke bawah. Itu sama sekali tidak boleh, kecuali untuk video call gitu ya. Misalnya, bapaknya kerja di luar kota, kangen sama anaknya terus video call, itu boleh,” ujar Vera.

2. Usia 3–5 tahun: Boleh gadget, tapi dengan durasi ketat



Pada usia 3-5 tahun, penggunaan gawai masih diperbolehkan dengan pendampingan ketat dan waktu yang terbatas, yaitu 30 menit hingga 1 jam per hari. Vera menyatakan bahwa istilah gadget termasuk TV, sehingga durasi layar besar dan kecil dihitung sama.

“Usia SD atau usia TK itu sudah boleh diperkenalkan, tapi dengan pendampingan dan dibatasi juga durasinya. Biasanya kalau usia TK maksimal, ya usia 3-5 itu maksimal 30 menit sampai 1 jam sehari,” kata dia.

“Dan kalau saya bilang gadget atau gawai, berarti TV termasuk, gitu. Karena sering kali ada orangtua bilang, ‘Saya gak kasih kok, Bu, gadget, nonton TV aja.’ Ya sama aja, gitu,” tambahnya.

3. Usia SD: Mulai dikenalkan pada dunia digital secara aman



Memasuki usia sekolah, anak sudah dapat diperkenalkan pada penggunaan internet, tetapi tetap harus dalam pengawasan dan batasan yang jelas. Pada tahap ini, orangtua perlu mulai membekali anak dengan literasi digital dasar, seperti cara menggunakan perangkat dan internet secara aman.

Anak juga harus diajarkan untuk tidak membagikan informasi pribadi kepada siapa pun di dunia maya, termasuk nama lengkap, alamat, nomor telepon, atau detail keluarga. Selain itu, penting bagi anak untuk memahami bahwa media sosial memiliki risiko, karena di dalamnya terdapat berbagai tipe orang, baik yang berniat positif maupun yang memiliki niat buruk.

Dengan pemahaman ini, anak dapat belajar mengenali potensi bahaya dan lebih berhati-hati saat berinteraksi di ruang digital.

4. Usia remaja: Akses lebih luas, tapi komunikasi wajib intens



Vera menjelaskan bahwa saat anak memasuki usia remaja, ruang geraknya di dunia digital menjadi jauh lebih luas. Meski begitu, orangtua tetap perlu menjaga komunikasi yang terbuka dan rutin agar dapat memantau apa yang dilihat anak, konten apa yang mereka konsumsi, serta siapa saja yang mereka temui atau ajak berinteraksi secara online.

“Nah, di usia remaja tentu keluasannya lebih luas lagi, tapi tentu tetap ada komunikasi yang intens antar kita sama anak, supaya kita tetap pantau apa yang dia lihat, apa yang dia konsumsi,” pungkasnya.

Dengan keterlibatan yang hangat dan tidak menghakimi, orang tua dapat tetap menjadi tempat yang aman bagi anak ketika mereka menghadapi berbagai risiko digital, sekaligus membantu mereka membuat keputusan yang lebih bijak di dunia maya.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?